Senin, 20 JANUARI 2025 • 17:17 WIB

Elizabeth Bathory, sang Dracula Wanita: Diduga Mandi Darah Perawan hingga Bunuh 600 Orang!

Author

Ilustrasi Elizabeth Bathory

INDOZONE.ID - Jika keabadian bisa didapatkan, banyak orang menginginkannya demi mempertahankan perawakan awet muda yang menawan. Itulah yang diinginkan Elizabeth Bathory.

Demi mendapatkan keabadian, Elizabeth Bathory melakukan hal yang di luar nalar pada umumnya. INDOZONE akan menjelaskan kisah kelam Elizabeth Bathory, yang juga disebut Dracula versi wanita, kepada kamu.

Ilustrasi pembunuhan.

Siapa Elizabeth Bathory

Elizabeth Bathory dikenal dengan julukan “Blood Countess”. Akan tetapi, siapa dia sejatinya?

Elizabeth Bathory merupakan seorang bangsawan Hungaria kaya yang memandikan dirinya dengan lumuran darah. Ia percaya, bahwa darah merah segar akan membuat kecantikannya abadi.

Namun, apakah ritual mandi darah itu benar-benar terjadi, atau hanya mitos yang lahir karena konspirasi?

Baca Juga: 6 Kisah Mistis Gunung Ciremai: Mulai dari Misteri Nyi Lingga sampai Nini Pelet dan Kerajaan Jin

Elizabeth Bathory, adalah seorang wanita bangsawan Hongaria yang kaya dan berkuasa.

Pada 1610, ia dituduh melakukan tindakan pembunuhan berantai yang mengerikan dan dikurung di rumahnya, di Kastil Cachtice.

Elizabeth Bathory konon telah membunuh sedikitnya 600 korban, membuatnya mendapatkan rekor dunia sebagai pembunuh wanita paling produktif dan julukan “Blood Countess”.

Kejahatan Elizabeth Bathory

Elizabeth Bathory dituduh melakukan serangkaian kejahatan terhadap para pelayan wanita dan bangsawan wanita yang datang kepadanya untuk pelatihan serta pendidikan.

Sebagian besar tuduhan penyerangan dan pembunuhan terjadi setelah ia menjadi janda. Perlu diketahui, suami Elizabeth Bathory, Nadasdy, meninggal pada 1604.

Beberapa korban Elizabeth Bathory dilumuri madu dan ditinggalkan di luar untuk dimakan serangga.

Selama musim dingin, wanita muda ditelanjangi dan dipaksa masuk ke pemandian es yang mematikan.

Ilustrasi pembunuhan.

Elizabeth Bathory terkadang menyiksa gadis-gadis dengan menusukkan jarum ke jari-jari mereka, memotong hidung atau bibir mereka, atau mencambuk mereka dengan jelatang.

Dia akan menggigit bahu dan payudara, serta membakar daging, termasuk alat kelamin dari beberapa korban.

Sifat intim dari serangan Elizabeth Bathory menunjukkan adanya motivasi seksual. Akan tetapi, sulit mengetahui dengan pasti apa yang mendorongnya untuk bertindak.

Penggambaran Elizabeth Bathory sering menyebutkannya mandi dengan darah korban perawan untuk mendapatkan kembali masa mudanya yang hilang.

Dugaan dan Penyelidikan

Pada Desember 1610, Pangeran Gyorgy Thurzo, seorang bangsawan Hungaria, mengunjungi Kastil Cachtice untuk menyelidiki dugaan kejahatan Elizabeth Bathory.

Ia dilaporkan memergoki sang Countess sedang menyiksa korban, kemudian membuat Elizabeth Bathory diberi hukuman kurungan dan diasingkan dalam ruangan.

Namun, status bangsawan Elizabeth Bathory membuatnya terlindungi dari penjara pada umumnya.

Elizabeth Bathory memiliki empat pelayan, terdiri dari tiga perempuan dan satu pria. Mereka ditangkap, dointerogasi, dan disiksa.

Namun, mereka menyangkal kesalahan mereka dalam pembunuhan tersebut. Akan tetapi, mereka mengaku telah membantu mengubur banyak korban, dengan jumlah yang sangat fantastis, dari 36 hingga 51 orang.

Baca Juga: Kisah Winner Lane dan Loser Lane, Sebuah Eksperimen Nama yang Berakhir Tak Terduga

Sebanyak dua dari mereka langsung dihukum mati. Pelayan lain yang mengaku memakai sihir, juga langsung dijatuhi hukuman mati, sedangkan sisanya tidak diketahui.

Selama penyelidikan, seorang saksi menyebut Elizabeth Bathory mencatat jumlah korban yang telah dibunuh dalam dokumennya, sebanyak 650 orang.

Namun, jumlah ini bervariasi dalam kesaksian lain dan jumlah pastinya belum diketahui.

Ada satu hal yang jelas, adalah Elizabeth Bathory tidak dihukum karena kejahatannya, bahkan harta bendanya diwariskan kepada anggota keluarga dan tidak disita.

Bersalah atau Tidak?

Bukti yang memberatkan Elizabeth Bathory, memiliki kelemahan. Sebab, dari 289 keterangan saksi, lebih dari 250 memberikan keterangan yang tidak berdasar atau tidak memberikan informasi apa pun.

Kesaksian, bahwa Elizabeth Bathory telah mendaftarkan 650 korban merupakan laporan tidak langsung dari apa yang ditemukan oleh seorang pejabat pengadilan.

Namun, pejabat yang seharusnya melihat informasi ini, tidak memberikan kesaksian terkait kasus tersebut.

Nah, kecil kemungkinan Elizabeth Bathory diklaim tidak bersalah. Pada 1602, seorang pendeta menulis surat yang membahas kekejaman berlebihan yang ditunjukkan oleh Elizabeth Bathory dan suaminya terhadap para pembantu mereka.

Kesaksian ini bisa saja mencakup bagaimana kasarnya tindakan Elizabeth Bathory terhadap kelas bawah.

Sementara itu, Elizabeth Bathory ditemukan meninggal pada 21 Agustus 1614, di dalam kastil tempatnya dikurung.

Awalnya, Elizabeth Bathory dimakamkan di tanah miliknya, tetapi besar kemungkinan sudah dipindahkan.

Hingga kini, Elizabeth Bathory tetap menjadi sosok kontroversial, karena aksi gila yang diduga dilakukannya.

Penulis: Eliani Kusnedi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Biography.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU