INDOZONE.ID - Sejumlah wilayah di Amerika Serikat pada akhir September 2024 lalu, diterjang badai besar bernama Helene. Badai ini disebut-sebut menjadi kedua terbesar yang pernah terjadi di Amerika.
Kejadian ini, mengingatkan akan peristiwa badai besar pada akhir Agustus 2005 lalu. Kala itu, Amerika Serikat menghadapi salah satu bencana alam paling dahsyat dalam sejarahnya, yaitu Badai Katrina.
Badai yang menghantam wilayah Teluk Meksiko ini, tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik yang luar biasa, tetapi juga meninggalkan dampak sosial dan ekonomi.
Awal Mula Badai Katrina
Badai Katrina pertama kali muncul di Samudra Atlantik pada awal Agustus 2005, dan berkembang menjadi badai kategori 5 yang sangat kuat.
Badai ini bergerak menuju pesisir Amerika Serikat, termasuk negara bagian seperti Florida, Alabama, Mississippi, dan Louisiana. Sebelum mendarat, Katrina sudah memiliki kecepatan angin yang sangat tinggi, mencapai lebih dari 280 km/jam.
Baca Juga: Misteri di Pegunungan Ural Rusia: Insiden Dyatlov Pass yang Tak Terpecahkan
Dampak Badai Katrina
Pada 29 Agustus 2005, Badai Katrina mendarat di New Orleans, Louisiana. Kota ini terletak di bawah permukaan laut, sehingga sangat rentan terhadap banjir.
Setelah badai datang, banyak bendungan dan saluran pembuangan yang rusak, menyebabkan banjir besar di seluruh kota. Ribuan rumah rusak, dan lebih dari 1.800 orang kehilangan nyawa akibat bencana ini.
Selain banjir, angin kencang dan hujan lebat juga merusak banyak bangunan dan fasilitas. Daerah di sepanjang pantai Mississippi dan Alabama juga mengalami kerusakan parah, dengan banyak bangunan hancur.
Evakuasi dan Krisis Kemanusiaan
Evakuasi dilakukan setelah badai, tetapi prosesnya sangat kacau. Banyak orang tidak bisa pergi karena kekurangan transportasi atau kondisi yang sangat buruk.
Ribuan orang terjebak di tempat-tempat penampungan, seperti Superdome di New Orleans, tanpa makanan, air bersih, atau bantuan medis.
Baca Juga: Iklim yang Panas Bisa Lahirkan Badai Tropis Atlantik yang Kuat? Ini Kata Peneliti
Banyak yang mengkritik bagaimana pemerintah Amerika Serikat menangani bencana ini, karena bantuan datang terlambat dan tidak terkoordinasi.
Dampak Jangka Panjang
Badai Katrina tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga dampak ekonomi. Kota New Orleans, yang sebelumnya menjadi pusat budaya dan ekonomi, kehilangan banyak penduduk.
Banyak penduduk yang tidak kembali karena rumah mereka hancur dan kota tersebut sudah sangat rusak.
Baca Juga: Mengenal 'Red Sprite', Fenomena Langit Paling Misterius Muncul saat Badai Petir Besar
Secara ekonomi, Badai Katrina menyebabkan kerugian besar. Diperkirakan kerugian total lebih dari $100 miliar, menjadikannya salah satu bencana alam paling mahal dalam sejarah Amerika Serikat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medium.com