INDOZONE.ID - Semua orang selalu terkesima dengan kisah para ahli pedang atau samurai. Salah satunya kisah sosok samurai bernama Honda Tadakatsu.
Honda Tadakatsu lahir pada 17 Maret 1548 dan meninggal pada 3 Desember 1610, Ia sering dipanggil dengan sebutan Heihachiro adalah salah satu Samurai Jepang yang paling terkenal dan paling berkuasa melayani dan menjadi andalan Tokugawa Leyasu dalam menaklukan Jepang dan diandalkan dalam setiap pertempuran.
Lesayu menempatkan Honda Tadakatsu dengan tiga Samurai penting lainya yaitu Li Naomas, Sakakibira Yasumasa, dan Sakai Tadatsugu, yang dikenal dengan gelar kehormatan “Empat Raja Surgawi Tokugawa”.
Mereka sangat terkenal karena telah berpartisipasi dalam lebih dari 50 pertempuran selama hidupnya tanpa pernah mengalami sebuah cidera serius, sehingga Honda Tadakatsu mendapatkan julukan “Prajurit yang melampaui kematian itu sendiri”.
Baca Juga: Perang Genpei dan Kelahiran Kekuasaan Samurai di Jepang
Tadakatsu telah memulai pertempuran sejak umur 13 tahun, dan pada usianya yang menginjak 15 Tahun Tadakatsu telah berhasil mengalahkan jendral musuh dalam pertarungan tunggalnya, hal inilah yang membuktikan keberanian dan keterampilan berperang Tadakatsu.
Pada saat usianya 19 Tahun yaitu tahun 1564 Tokugawa Lesayu memberi kesempatan pada Tadakatsu untuk memimpin suatu unit yang terdiri dari 54 kavaleri, tentunya kesempatan ini dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu komandan tertinggi Tokugawa.
Tadakatsu berperan penting dalam banyak pertempuran penting pada saat periode Sengoku. Dalam pertempuran Anegawa (1570) Tadakatsu melawan klan Azai dan Asakurs yang pada saat itu memang sudah berselisih dalam waktu yang cukup lama.
Nabunaga yang pada saat itu sudah lelah dengan tekanan kedua klan tersebut kemudian memiliki niat untuk memusnahkan mereka dengan cara alinsi dengan Tokugawa.
Di pertempuran inilah Tadakatsu menunjukan kekuatanya yang benar-benar luar biasa, beberapakali dia berhadapan dengan blok pasukan yang lebih banyak darinya namun dengan mudahnya Tadakatsu dapat membabat habis blokade-blokade dari lawan. Dari sinilah nama Tadakatsu sangat dikenal dengan Tadakatsu yang perkasa.
Baca Juga: Mengenal Tsujigiri, Tradisi Samurai Jepang Bunuh Sembarang Orang Hanya untuk Menguji Pedangnya
Dalam pertempuran Mikatagahara (1572) dan Nagashino (1575) Tadakatsu semakin menunjukan keberanianya saat melawan klan Takeda yang sangat kuat. Di Nagashino pertahanan barisan belakang Tadakatsu memungkinkan Lesayu mundur ketempat yang aman, dan di Mikatagahara Tadakatsu memimpin pasukan penembak jitu utama untuk menghancurkan kavaleri Tekade dengan menembakan tembakan volinya.
Kemudian pada pertempuran Komaki dan Nagakute (1584) adalah sebuah momen terbaik bagi Tadakatsu. Pada saat itu Tadakatsu ditinggal untuk mempertahankan Istana Komaki sementara Lesayu menghadapi pasukan Toyotama. Dengan keberanianya Tadakatsu menghadapi pasukan Hideyoshi yang lebih besar.
Setelah melalui banyak peperangan akhirnya Tadakatsu semakin menjauh dari politik Jepang saat perdamainya muncul yaitu pada awal tahun 1600-an. Ia pensiun ke wilayah Kumawana yang diberikan oleh Sekigahara, dan pada tahun 1609 dia memberikan kepemimpinan kian Honda kepada anaknya yaitu Tadatomo.
Pada usianya 62 tahun tadakatsu meninggal dunia pada 3 Desember 1610. Menurut legenda yang ada dia tidak pernah menderita luka berat dalam pertempuran yang pernah dia lakukan. Dia masih sangat dihormati sebagai pengikut yang paling perkasa dar Tokugawa Lesyu, seorang samurai yang sangat menjunjung tinggi keberanian dan kesetiaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tokugawa Lesayu Skripsi, Universitas Indonesia