Mengenal Laksamana Yi Sun-sin: Pahlawan Legendaris Korea di Mobile Legends dan Sejarah Nyata
INDOZONE.ID - Laksamana Yi Sun-sin mungkin sudah tidak asing lagi bagi para pecinta game Mobile Legends. Namun banyak orang awam yang belum mengenali tokoh pahlawan legendaris yang satu ini.
Oleh karena itu artikel ini akan memberikan penjelasan yang lebih eksplisit mengenai tokoh tersebut, berikut merupakan penjelasan detailnya.
Siapa itu Yi Sun-Shin?
Laksamana Yi Sun-sin merupakan tokoh terkenal yang berasal dari Dinasti Joseon (Korea saat ini), beliau lahir pada tanggal 28 April 1545 dan wafat pada 16 Desember 1598.
Baca Juga: Yi Sun-sin, Pahlawan Korea Yang Memimpin Perang Tujuh Tahun
Pada tahun 1591, Yi Sun-sin diangkat sebagai seorang Komandan Stasiun Angkatan Laut Kiri Jeolla yang bertugas untuk memimpin sekaligus membenahi angkatan laut Joseon.
Dalam sejarah Korea, Laksamana Yi Sun-sin adalah seorang tokoh nasional yang berperan penting khususnya dalam bidang militer.
Ia berperan penting dalam beberapa pertempuran yang terjadi, salah satunya pada Perang Imjin (1592-1598) yaitu invasi yang dilakukan oleh Jepang.
Dalam pertempuran tersebut, Yi Sun-sin membuat sebuah kapal yang dilengkapi dengan inovasi dan model yang ikonik yaitu kapal kura-kura (kŏbuksŏn).
Kapal tersebut merupakan kapal yang berlapis besi pertama di dunia, kapal tersebut juga dilengkapi dengan kepala naga yang dapat digunakan sebagai meriam dan dapat mengeluarkan asap untuk mengelabuhi musuh.
Ciri khas lainnya yang terlihat, dek atas dari kapal laut tersebut dilapisi dengan baja dan paku yang berfungsi untuk mencegah musuh menaiki kapal.
Yi Sun-sin merupakan tokoh yang sangat krusial pada Perang Imjin, beliau merupakan tokoh yang memimpin pasukan militer Joseon terhadap invasi yang dilakukan oleh Jepang.
Ia berjasa dalam menghalau kapal-kapal Jepang di perairan Barat dan Timur Semenanjung Korea. Dengan gangguan yang dilakukan oleh Yi Sun-sin, semua kapal Jepang yang berada di perairan Korea berhasil ia taklukan.
Pada tahun 1597, Yi Sun-Shin dituduh secara bersalah melakukan ketidaksetiaan dan turunkan menjadi pasukan biasa.
Tuduhan tersebut dilancarkan oleh Jenderal Won Gyun yang semata-mata hanya iri dengan Yi Sun-sin yang selalu menduduki jabatan lebih tinggi dibanding dirinya.
Setelah mengetahui Yi Sun-sin dicopot jabatannya dan digantikan oleh Won Gyun, Yoshira yang saat itu merupakan seorang mata-mata Jepang membocorkan informasi tersebut kepada pasukan Jepang.
Setelah mengetahui informasi tersebut, pasukan Jepang langsung bersiap dan menyerang kembali Joseon, dengan pasukan yang dipimpin langsung oleh Totomi Hideyoshi, Jepang berhasil menaklukan hampir seluruh pasukan Korea.
Setelah takluknya pasukan Korea, Laksamana Yi Sun-sin kembali diangkat sebagai pemimpin militer Joseon dan berhasil menaklukan beberapa pertempuran.
Di akhir kepemimpinannya, Ia tertembak oleh peluru nyasar ketika mengejar pasukan Jepang yang mundur dalam sisa pertempuran.
Setelah kematiannya pada 1598, Ia diberikan julukan sebagai Chungmu-gong atau Penguasa Kesetiaan dan Ksatria.
Dengan strategi dan alutsista yang inovatif, Laksamana Yi Sun-sin tak hanya dikenang sebagai pelindung Korea, tetapi juga sebagai pemersatu antara Dinasti Joseon dan Dinasti Ming.
Jika pasukan Totomi Hideyoshi berhasil menaklukan Dinasti Ming yang melewati Joseon, maka peristiwa tersebut tentunya akan merubah sejarah yang eksis di Asia Timur atau mungkin di dunia saat ini.
Baca Juga: Geobukseon, Kapal Perang Kura-kura Buatan Yi Sun-sin
Oleh karena itu, kepahlawan Yi Sun-sin dijadikan contoh sebagai kepemimpinan yang penuh inspirasi dan ketangguhan hingga saat ini.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britannica