INDOZONE.ID - René-Théophile-Hyacinthe Laennec atau yang dikenal sebagai René Laennec adalah seorang fisikawan asal Quimper, Perancis yang lahir di tanggal 17 Februari 1781.
René harus kehilangan sang Ibu di usianya yang kelima akibat tuberkulosis. Ia pun tinggal bersama Ayah dan Paman Ayahnya.
Kondisi fisiknya René tergolong lemah, karena Ia sering mengalami demam, kelelahan dan asthma.
Memasuki usia SMP, René pindah ke rumah Pamannya di Nantes. Di sana, Ia diobati sekaligus diajari tentang dunia medis oleh sang paman, karena kebetulan pamannya adalah seorang dosen di sebuah fakultas kedokteran.
Baca Juga: Kisah Tentara Jepang Berusia 14 Tahun yang Bertugas Kumpulkan Tulang Tahanan untuk Eksperimen
Di mata sang paman, René adalah seorang anak yang cerdas, terutama di dunia kedokteran. Maka dari itu, ia mendapat dukungan dari paman dan ayahnya untuk melanjutkan pendidikannya di fakultas kedokteran.
Berkat dukungan tersebut, René berhasil menyelesaikan kuliahnya di Universitas Paris jurusan ilmu medis pada tahun 1799.1
Pada 1816, René yang sudah bekerja sebagai seorang dokter menerima pasien yang memiliki masalah pada jantungnya.
Ternyata masalahnya datang dari organ dalam si pasien. René pun memutar otak untuk menganalisa penyakit yang diderita pasien tersebut.
Karena hobi bermusiknya, René mengambil sebuah seruling dan memodifikasinya menjadi sebuah alat bantu dengar. Dari seruling inilah alat kedokteran yang kita kenal sebagai stetoskop tercipta.
Baca Juga: Mengenal KRL INKA-Hitachi, 'Keretanya Orang Bekasi' Kebanggaan Produksi Dalam Negeri
Selama ini, dokter di seluruh dunia akan mendengar langsung keluhan pada organ dalam pasiennya dengan mendekatkan telinganya pada tubuh sang pasien.
Cara tersebut dinilai kurang efektif dan cenderung memalukan untuk dilakukan.
Kendala lain yang muncul lewat metode pendengaran langsung pada tubuh pasien adalah jika dokter harus memeriksa tubuh pasien yang memiliki berat badan berlebih.
Karena banyaknya kandungan lemak di dalam tubuh pasien, membuat para dokter mengalami kesulitan untuk mendengar dengan jelas penyakit pada organ dalam sang pasien.
Inilah yang menjadi inspirasi René dalam menciptakan stetoskop pertama di dunia.
Keberadaan stetoskop di dunia kedokteran membuat pekerjaan seorang dokter menjadi lebih mudah dalam menganalisa penyakit di dalam tubuh pasiennya.
Baca Juga: Sejarah Gerakan Pramuka di Indonesia: Dari Kepanduan Hingga Jadi Ekstrakurikuler Wajib
Kejadian lain yang menginspirasi René dalam membuat stetoskop adalah ketika Ia melihat seorang anak sedang bermain menggunakan sebatang kayu.
Pada salah satu ujungnya, dipasang sebuah pin, kemudian si anak mendengarkan suara pada ujung kayu yang satunya.
Dalam proses pembuatannya, René menggunakan sebuah kayu berbentuk tabung dengan panjang 25 sentimeter dan diameter 2,5 sentimeter.
Di salah satu ujungnya, René membuat sebuah lubang di tengahnya sebagai titik untuk mendengarkan suara dari dalam organ tubuh pasien.
Bagian dalam kayu tersebut René bentuk sedemikian rupa agar suara dari bagian ujungnya bisa dihantarkan dengan baik hingga ke telinganya.
Tak hanya itu, René membagi kayu itu menjadi 3 bagian dan membuatnya bisa dibongkar pasang dengan mudah.
Setelah sempat digunakan kepada pasiennya, René merepresentasikan stetoskop buatannya kepada Akademi Sains Prancis di tahun 1819.
Menariknya, nama stetoskop sendiri berasal dari gabungan 2 kata dalam bahasa Yunani, yaitu "stethos" dan "skopos", yang artinya "pemeriksaan jantung".
Baca Juga: Handlova Mine Blast, Kecelakaan Tambang Paling Mematikan di Slowakia Ini Terjadi 15 Tahun Lalu
Kemudian di tahun 1851, stetoskop pun mengalami perkembangan dari segi bentuknya.
Stetoskop yang biasa kita lihat di Klinik, Puskesmas dan Rumah Sakit saat ini adalah hasil ciptaannya Arthur Leared, seorang dokter asal Irlandia.
Selain menjadi penemu stetoskop, René juga menjadi dokter pertama yang sukses menemukan istilah kedokteran dari beberapa penyakit berikut:
- Peritonitis, penyakit radang pada peritoneum, yaitu sebuah lapisan tipis yang terletak di antara dinding perut bagian dalam dan organ-organ perut.
- Sirosis, penyakit yang muncul akibat penyakit liver yang berkepanjangan. Penyakit ini menyerang organ hati sang pasien.
- Melanoma, salah satu jenis kanker kulit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel melanosit yang abnormal.
- Metastasis, sebutan bagi pertumbuhan sel kanker dalam tubuh manusia yang sudah memasuki stadium lanjut dan ditangani secara lambat oleh sang pasien.
- Tuberkulosis, penyakit pada saluran pernapasan manusia yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis (MTB).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikimedia