INDOZONE.ID - Balon udara adalah salah satu transportasi udara yang sudah ada sejak dulu. Transportasi udara yang satu ini memanfaatkan sifat molekul udara untuk bisa terbang di angkasa.
Ada molekul udara yang akan bergerak mendekat satu sama lain jika suhunya dingin dan juga molekul udara yang bergerak menjauh saat suhunya panas. Pada balon udara, terdapat sebuah keranjang yang menampung pemanas di atasnya, sehingga balon pun bisa terbang semakin tinggi di angkasa.
Menurut sejarahnya, balon udara ditemukan untuk pertama kalinya oleh pasangan Kakak beradik asal Perancis bernama Joseph dan Jacques Montgolfier.
Baca Juga: Viral Semburan Air Setinggi Belasan Meter yang Disertai Munculnya Pelangi di Madura
Joseph-Michel Montgolfier lahir di tanggal 26 Agustus 1740. Sementara sang Adik, Jacques-Etienne Montgolfier lahir sekitar 4 tahun setelah sang Kakak di tanggal 6 Januari 1745. Mereka adalah putra dari pasangan Anne Duret dan Pierre Montgolfier.
Menariknya, Anne dan Pierre memiliki 16 orang anak. Walau demikian, mereka tidak perlu khawatir soal kehidupan sehari-hari keluarganya, karena baik Anne dan Pierre memiliki usaha manufakturnya sendiri yang berlokasi di Annonay, Ardeche, Perancis. Joseph adalah anak ke-12, sementara Jacques adalah anak ke-15 mereka.
Pierre mewariskan usaha keluarga kepada anak sulungnya yang bernama Raymond Montgolfier. Namun di tahun 1772, Raymond menghembuskan napas terakhirnya. Jacques pun mengambil alih posisi sang Kakak dan mulai meneruskan usaha keluarga Montgolfier.
Baca Juga: Wanita Amerika Ini Dirantai sang Suami di Hutan India, Tulis Pesan Pilu!
Ketertarikan Montgolfier bersaudara terhadap dunia aeronautika berawal dari Joseph yang melakukan percobaan pada parasut ciptaannya di tahun 1775. Setelah itu, Joseph mulai mengulik mesin pembakar yang nantinya digunakan pada sebuah balon udara.
Sebagai inspirasi awalnya, Joseph mendapat ide awalnya dari mesin pengering baju pada sebuah tempat laundry.
Kemudian, ia mendapat inspirasi dari peristiwa pengepungan Gibraltar yang dilakukan oleh tentara aliansi Spanyol dan Perancis terhadap pasukan Inggris.
Menurut Joseph, rasanya akan mudah bagi tentara Perancis untuk mendapatkan kemenangan dalam peperangan jika mereka bisa melancarkan serangan udara.
Joseph mulai membuat sebuah keranjang berbahan kayu dengan ukuran 0,9 x 0,9 x 1,2 meter, kemudian ia menutup bagian atas dan samping keranjang itu menggunakan kain tafeta.
Setelah itu, Joseph memasukkan kertas yang sudah ia remas ke dalam keranjang itu, kemudian membakarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia, Britannica