Minggu, 28 JULI 2024 • 08:53 WIB

Sejarah Topi Frigia Digunakan Dalam Olimpiade Perancis: Melambangkan Kebebasan, Sudah Ada Sejak Zaman Romawi

Author

 

Sejarah topi Frigia yang sudah ada sejak zaman dulu

INDOZONE.ID – Terdapat suatu asal usul terkait sejarah topi Frigia yang digunakan sebagai maskot olimpiade Perancis sekarang. Tepat kemarin, Jumat (27/7/2024) open ceremonial olimpiade tersebut.

Upacara pembukaan itu diadakan di tepian sungai Seine nampak sangat indah pemandangannya karena juga berada dibawah menara Eiffel. Beberapa peserta dari berbagai negara telah unjuk kebolehan dengan menggunakan kapal yang telah mereka sewa dengan adanya bendera negara.

Kini, atlet laki dan wanita yang akan ikut kompetisi harus bersiap demi merebutkan medali. Tentunya, kehadiran topi maskot Frigia ini langsung menjadi perhatian dalam olimpiade ke 33 ini.

Baca Juga: Bamboehoed en Historie: Sejarah Topi Bambu Buatan Tangerang yang Jadi Ikon Tentara Belanda

Simbol maskot ini mewakili seseorang yang akan berkompetisi demi mengharumkan negaranya. Dan, Perancis memilih topi yang dianggap memiliki nilai sejarah dan mudah dikenali dari berbagai orang di seluruh penjuru negeri.

Dengan adanya penggunaan topi Frigia, maka diharapakan panitia juga akan bisa memicu revolusi di bidang olahraga. Dengan begini, para peserta akan merasa bersemangat dalam berkompetisi.

Makna Penggunaan Topi Frigia Pada Olimpiade Perancis Termasuk Bentuknya

Orang zaman dulu gunakan topi Frigia

Dilansir dari YouTube HistoryAroundYou.Topi Frigia ini dikenal juga sebagai topi kebebasan dimana terdapat lambang perjuangan kemerdekaan Revolusi Perancis yang terjadi dari mei 1789 – 1799. Topi merah dengan bentuk kerucut ini terdapat lekukan di bagian depan dan puncak topi dengan adanya bentuk sosok mungil di bagian tengah topi yang sedang mengibarkan bendera berwarna merah, puti, biru atau Tricolor.

Panita juga merancang satu maskot Frigia lagi dengan menggunakan kaki prostetik dengan bentuk lengkung yang biasa digunakan oleh para atler lari. Yang mana, memiliki motto untuk olimpiade dan paralimpiade: “Berjalanlah sendiri dan lebih cepat, tapi hars bersama dalam meraih hasil yang lebih baik”.

“Kami tentunya bakal memilih gagasan daripada alih – alih binatang. Tudung Frigia ini sengaja dipilih yang mana memiliki makna sangat kuat bagi Republik Perancis,” ujar Ketua Komite Olimpiade Perancis 2024 yakni Tony Estanguet yang juga seorang mantan atlet peraih 3 medali.

Baca Juga: Seraung, Topi Tradisional Mirip Caping Khas Suku Dayak Kalimantan yang Jadi Simbol Kebanggaan dan Persatuan

Asal Usul Topi Frigia yang Diyakini Diambil Dari Suku Di Turki

Ilustrasi suku Frigia turki di Anatolia

Topi Frigia ini diyakini diambil dari nama suku Frigia. Dimana suku itu hidup di distrik kuno yang berada di bagian barat tengah Anatolia. Suku ini mendominasi sekitar Asia Minor yang sekarang dikenal sebagai Turki pada masa runtuhnya Kerajaan Hittite pada abad ke 12 SM dan masa bangkit bangsa Lidia pada abad ke 7 SM.

Sejarawan dari Universitas Burgos di Spanyol bernama Sergio Sanchez Collantes menjelaskan kalau topi Frigia ini juga ditemukan pada beberapa daerah pada masa Kerajaan Romawi. Tapi, namanya bukan Frigia melainkan topi Pileus yang biasanya digunakan oleh para petani mistin dan budak yang dibebaskan oleh pemilik mereka.

Dalam suatu upacara khusus, biasanya para hakim sipil alias magistrat secara seremonial akan menyentuh seorang budak dengan tongkat miliknya dan ia akan dinyatakan bebas. Budak yang telah dibebaskan itu kemudian mencukur rambut dan menutupinya dengan topi Pileus sebagai penanda adanya status sosial yang baru.
.
Misalnya, ketika para konsprator pembunuhan Pemimpin Roma bernama Julius Caesar. Mereka ini unjuk diri dengan memamerkan suatu belati yang berlumuran daerah di jalanan. Dan salah satu topi budak yang dibebaskan itu diletakkan di ujung tombak dalam parade ini.

Menurut Sejarawan J David Harder dalam bukunya “Liberty Caps and Liberty Trees” Perjuangan Belanda untuk merdeka dari Spanyol pada abad ke 17 membuat topi ini mengalami masa kebangkitan.

Baca Juga: Viral Foto Jadul Rombongan Anak SMA 1994, Netizen Salfok yang Pakai Topi: Mukanya 'Modern'

Belanda menggunakan topi ini sebagai tanda pejuang revolusi Amerika antara tahun 1765 – 1783. Topi Frigia ini juga dikenakan pada menjelang Perang Sipil AS dimana pada waktu itu para budak dibebaskan pada tahun 1861 – 1865.

Hingga sekarang, topi itu masih ada di bendera resmi angkatan darat AS dan adanya lambang senat.Berdasarkan Kementerian Luar Negeri Perancis, alasan kenapa topi Frigia itu terdampar sampai ke negara mode. Para pelaut dan petani Miditerania mengenakan topi yang diyakini Frigia pada abad pertengahan.

Tapi, menjelang pada akhir abad ke 18. Para pemimpin Revolusi Perancis menjadikan topi itu ke dalam lambang mereka yang terus semangat republikanisme (anti monarki) dengan berevolusi sering berjalannya waktu.

Topi Frigia menjadi simbol perjuangan ketika penyerangan Bastille pada 14 Juli 1789 yang jadi pertanda berakhirnya Pemerintahan Raja Louis XVI di Perancis. Topi Frigia juga menjadi referensi dalam dunia seni, koin, dan perangko yang mana tetap pada metafora kebebasan. Topi ini juga dipajang di lencana yang ada di Balai kota dan lembaga resmi di Perancis.

Baca Juga: Viral Foto Jadul Rombongan Anak SMA 1994, Netizen Salfok yang Pakai Topi: Mukanya 'Modern'

Namun, kebrutalan sempat terjadi ketika Revolusi Perancis dimana membuat topi Frigia menjadi kehilangan pamornya dalam masa pendirian AS dan ketika republik baru itu mendeklarasikan kemederkaannya melalui Kerajaan Inggris pada 4 Juli 1776.

Menurut Andrew Detc selaku Sejarawan Universitas Calarado menjelaskan kalau topi Frigia menjadi simbol radikalisme yang mana merupakan suatu momok mayoritas pemimpin politik Amerika pada abad ke 18.

Baca Juga: Profesi Koki Identik dengan Baju Putih dan Topi Tinggi, Kok Bisa?

Pejuang Revolusi Amerika awalnya mengenakan topi Frigia, tapi mereka berhenti menggunakan ketika kebrutalan Revolusi Perancis. Kemudian, topi Frigia itu berkelana ke Samudra Atlantik pada awal abad ke 19 dan dikenakan pada pejuang kemerdekaan di Amerika Latin.

“ Topi Frigia adalah simbol transnasional yang tersebar di seluruh republik Amerika. Sampai sekarang, topi ini masih bertahan dalam ikonografi dan lambang resmi banyak negara, seperti Kuba dan Argentina,” ujar Sánchez Collantes.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube HistoryAroundYou

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU