Sabtu, 08 JUNI 2024 • 10:39 WIB

Legenda Wolraad Woltemade, Pahlawan Afrika yang Terjun ke Laut dengan Kudanya Menyelamatkan Orang Banyak

Author

Patung Wolraad Woltemade

INDOZONE.ID - Ini adalah kisah tentang Wolraad Woltemade, seorang pria asal Schaumburg, Jerman yang lahir di tahun 1708. Ia bermigrasi ke Cape Town, Afrika Selatan dan sempat bergabung bersama militer kolonial Belanda.

Karier Wolraad sebagai prajurit kolonial Belanda Ia jalani sampai ke masa pensiunnya. Usai pensiun, Wolraad bekerja sebagai penjaga kebun binatang dan tukang susu.

1 Juni 1773 di pagi hari saat awal musim dingin, ada sebuah kapal yang tenggelam di bibir Teluk Table. Hujan deras dan ombak kencang tengah melanda perairan di sekitar teluk, membuat kapal tersebut kian terombang-ambing di lautan.

Baca Juga: Memperingati Hari Lahir Tan Malaka: Kisah Perjuangan Sang Pahlawan yang Jarang Diketahui

Beberapa pelaut yang menaiki kapal tersebut berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan diri ke pantai yang jaraknya tidak jauh dari tempat tenggelamnya kapal. Namun, beberapa diantaranya ada yang tergerus ombak kencang, membuat mereka harus kehilangan nyawanya.

Warga di sekitar pesisir pantai turut membantu menyelamatkan nyawa para pelaut. Tapi sayangnya, upaya mereka tidaklah mudah. Itu semua karena faktor alam dan cuaca yang terjadi saat itu.

Diantara kerumunan warga yang mencoba membantu para pelaut, ada Kopral Christian Ludwig Woltemade, yang merupakan putra bungsu dari Wolraad. Christian bergegas pulang untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Ayahnya. Setelah mendengar kabar soal kapal tenggelam dari anaknya, Wolraad bersama Kuda peliharaannya pun pergi meninggalkan rumah.

Baca Juga: Kisah Tragis Marsinah: Pahlawan Buruh Indonesia yang Pembunuhannya Belum Terungkap Hingga Kini

Ilustrasi

Wolraad pun tiba di lokasi. Ia pun turut bersimpati kepada para pelaut yang berusaha menyelamatkan diri. Dengan beraninya, Wolraad melompat ke lautan bersama dengan Kudanya. Ia meminta para pelaut untuk berpegangan pada ekor Kudanya, kemudian Wolraad dan Kudanya berenang ke bibir pantai untuk menyelamatkan mereka.

Dari aksi heroiknya, Wolraad berhasil menyelamatkan nyawa dari 14 orang pelaut. Saat hendak melanjutkan aksi penyelamatannya, Ia merasa kalau Kudanya sudah kelelahan. Meski begitu, Wolraad masih bersemangat untuk menolong para pelaut yang kini hanya tersisa 6 orang saja.

Naas, keenam orang pelaut itu berpegangan ke ekor Kuda milik Wolraad, membuat mereka semua tergulung oleh ombak besar. Saat itulah Wolraad dan Kudanya terlihat untuk terakhir kalinya.

 

Pada keesokan harinya, para warga berhasil menemukan jenazah Wolraad. Namun, mereka tidak menemukan bangkai dari Kuda peliharaannya.

Warga setempat bersama beberapa prajurit kolonial Belanda menggelar upacara pemakaman untuk Wolraad. Bagi mereka, Ia adalah sosok pahlawan yang berani mengorbankan nyawanya untuk menolong orang lain. Di sisi lain, para petinggi kolonial Belanda malah mencemooh Wolraad dan menganggap kalau Dia adalah orang bodoh yang hanya menyia-nyiakan hidupnya.

Sebenarnya, pihak kolonial Belanda sudah menyiapkan hadiah berupa emas sebagai penghargaan untuk Wolraad. Tapi, rencana tersebut "batal" dengan alasan jalur transportasi yang buruk dan kendala faktor cuaca. Padahal, kenyataan di lapangannya tidak seperti itu.

Baca Juga: Di Balik Penetapan Hari Kartini pada 21 April: Mengenang Perjuangan Sang Pahlawan Emansipasi Wanita

Beruntung, ada Karl Thunberg dan Anders Sparrman, warga Belanda yang merupakan anggota VOC yang pernah menjadi saksi dari aksi heroiknya Wolraad. Mereka datang langsung ke tempat kediamannya Wolraad untuk memberikan hadiah emas tersebut.

Patung Wolraad Woltemade

Rumah Keluarga Wolraad di Wilayah Klein Zoar, Cape Town, Afrika Selatan

Kisah heroik Wolraad Woltemade menjadi salah satu legenda bagi masyarakat Eropa dan Afrika. Karena aksinya ini, nama Wolraad diabadikan ke dalam beberapa bentuk, mulai dari nama kapal, medali penghargaan sampai monumen peringatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia Wolraad Woltemade

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU