INDOZONE.ID - Jepang adalah negara kepulauan yang disisinya dikelilingi oleh laut. Segala ancaman terhadap negara akan dengan mudah menghampiri melalui laut.
Laut digunakan sebagai sarana komunikasi, jalur perdagangan, pelayaran maupun sebagai bantuan untuk penguatan kekuatan nasional Jepang.
Pada 663 M, angkatan laut Jepang gagal dalam Pertempuran Baekgang dan mengalami isolasi yang cukup lama. Pada abad ke-16 Jepang membuka jalur lautnya untuk perdagangan dengan Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris dan Prancis.
Pada awal abad ke-17, Jepang fokus pada sektor maritim untuk membuka peluang hubungan dagang dengan penduduk pulau-pulau di Asia Tenggara.
Tokugawa Shogunate memperkenalkan kebijakan pengasingannya yang disebut Dekrit Sakoku pada tahun 1630-an. Penguasa Jepang membatasi penggunaan laut sebagai sarana komunikasi maritim.
Pada periode Edo pada tahun 1635 dan 1853, Jepang dianggap sebagai masyarakat yang memandang ke dalam, sangat religius, dan mandiri.
Pada abad ke-19 Jepang terpaksa membuka kembali komunikasi laut setelah tekanan dari kelompok yang menentang pemerintahan Tokugawa.
Datangnya skuadron Amerika di Uraga pada tahun 1853 yang dipimpin oleh Matthew Calbraith Perry, menunjukkan pengaruh yang sangat kuat dari kekuatan angkatan laut dan perdagangan maritim.
Dalam beberapa dekade Jepang mampu mengembangkan angkatan laut yang bisa mengalahkan kekuatan angkatan laut saingannya di Pasifik.
Pada awal perang dunia satu, Jepang diakui sebagai kekuatan laut yang besar. Angkatan Laut Kekaisaran Jepang ditetapkan oleh kekuatan maritim tahun 1920-an.
Kekuatan Angkatan Laut pada Periode Tokugawa dan Masa Pemulihan
Pada masa Tokugawa, campur tangan negara-negara Barat dengan kekuatan angkatan laut modern menekan Jepang.
Kapal angkatan laut Barat yang dikenal sebagai “Black Ships” sebagai sebutan yang digunakan untuk kapal angkatan laut Barat, yang mempunyai angkatan militer yang lebih unggul (Carlo, 1985).
Black Ships membawa ancaman langsung karena kondisi geografis dan sosial ekonomi Jepang yang rentan. Black Ships mengancam pasar nasional yang terintegrasi dan jantung politik Jepang dengan menembus jauh ke Teluk Edo.
Jepang mengeluarkan sumber daya untuk membeli dan membangun kapal modern. Ketika Matthew Calbraith Perry datang, Jepang tidak memiliki satupun kapal gaya Barat, tetapi dalam lima belas tahun kemudian Jepang memiliki kapal modern pertama yaitu Kanko Maru (June, 2002).
Kapal tersebut memainkan peran penting dalam politik awal pada periode Meiji. Pemerintahan Meiji mendorong pembangunan transportasi laut, perdagangan, dan industri.
Pertengahan Meiji Memperluas Angkatan Laut dan Menjadi Kekuatan Maritim
Jepang pada tahun 1880-an terlibat konflik dengan Cina. Namun, pada tahun 1882 dan 1884 dikalahkan oleh Cina dalam dua perjuangan politik di Korea yaitu Jingo dan Kōshin karena inferioritas angkatan laut Jepang.
Jepang tertinggal dibandingkan oleh Cina, sehingga Jepang meluncurkan program pembuatan kapal yang ambisius. Beberapa tahun 1890-1894 pertama yang sering diperdebatkan yaitu tentang penguatan militer, khususnya pada angkatan laut.
Pada November 1890, Jepang menguasai perluasan angkatan laut. Pada Perang Sino-Jepang terjadi Triple Intervention Japan sehingga Jepang terpaksa mengembalikan Semenanjung Liaodong ke Cina.
Yukichi Fukuzawa, mendukung pembangunan militer dan menyumbangkan uang untuk perang dengan Cina pada tahun 1894 (Tomita, 1992).nFukuzawa menerima Triple Intervention Japan setelah perang Sino-Jepang dan terus membangun angkatan laut.
Lord Charles Beresford berkunjung ke Jepang pada tahun 1898 mendorong aliansi empat arah antara Jepang, Inggris, Amerika, dan Jerman untuk mempertahankan mempertahankan status Quo di Cina.
Tujuannya adalah kepentingan komersial Inggris dapat dilindungi. Yamagata mengatakan ruang gerak Jepang akan sangat terhambat jika Jepang tidak bisa menegaskan pengaruhnya di Semenanjung Korea.
Pendudukan Rusia di Masam, bisa berakibat fatal bagi Angkatan Laut Jepang. Pada awal Perang Rusia-Jepang, angkatan laut Rusia terus mengancam komunikasi antara Jepang dan daratan.
Oleh karena itu Yamagata menegaskan bahwa angkatan laut agar diperkuat untuk mencegah ujung selatan Semenanjung Korea agar tidak jatuh ke dalam cengkeraman salah satu kekuatan besar lainya, jika Jepang ingin berkembang sebagai negara perdagangan.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: June, Park Y. (2002)
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU