Senin, 15 JANUARI 2024 • 13:50 WIB

Ito Hirobumi, Sang Pendekar Samurai yang Jadi Perdana Menteri Pertama di Jepang

Author

Ito Hirobumi.

INDOZONE.ID - Ito Hirobumi adalah seorang Perdana Menteri pertama di negeri Sakura Jepang. Dia memiliki nama asli Hayashi Risuke, lahir di Hikari, perfektur Yamaguchi, Jepang pada tanggal 16 Oktober 1841.

Dia adalah adalah anak sulung dari Hayashi Juzo & Kotoko. Ayahnya dikenal sebagai pengusaha ternak kala itu, namun pada tahun 1846, usahanya bangkrut.

Dari situ, Ito dan keluarganya pindah ke rumah Ibunya di Hagi, perfektur Yamaguchi, akan tetapi Ia dan keluarganya harus berpisah dengan sang Ayah.

Selang 3 tahun kemudian pada tahun 1849, Ito bisa kembali tinggal dengan kedua orang tuanya setelah sang Ayah kembali pulang.

Baca Juga: Kisah Legenda Teru Teru Bozu, Boneka Putih Penangkal Hujan dari Jepang

Soal pendidikan, Ito mengenyam pendidikan SD di Kubo Goro Saemon’s School. Setelah lulus SD, Ito memulai perjalanannya sebagai pendekar Samurai bersama sang Ayah.

Saat itu, Ia dan sang Ayah berada dibawah pimpinan Mizui Buhe. Kemudian, Mizui direkrut oleh Ito Yaemon.

Pada saat dirinya menjadi Samurai dibawah pimpinan Ito Yaemon, Ito sempat berganti nama 2 kali, awalnya Ia memakai nama Ito Shunsuke, tak lama setelah itu, namanya diganti menjadi Ito Hirobumi.

Fun fact, Ayahnya ini adalah anak dari Hayashi Sukazaemon, generasi kelima dari keturunannya Hayashi Nobuyashi, seorang pendekar samurai dari klan Hayashi yang beroperasi di wilayah Owari sebagai pengabdi Kaisar Nobunaga Oda.

Saat menjadi samurai, Ito merupakan murid dari Yoshida Shion yang juga merupakan salah satu pendekar samurai ternama di Jepang.

Dirinya mengenyam pendidikan di Akademi Shokasunjuku bersama dengan Katsura Kogoro, salah satu pejabat pemerintah Jepang paling berpengaruh di era Meiji, sebuah era pemerintahan di Jepang yang berlangsung pada periode 23 Oktober 1868 sampai 30 Juli 1912.

Selama menempuh pendidikan di Akademi, Ito diberi pemahaman tentang “Sonno joi”, yang artinya membela Kaisar dan membasmi orang asing.

Peran besar Ito dimulai ketika ikut berperang melawan Inggris pada tanggal 31 Januari sampai 2 Februari 1863.

Dia dipimpin oleh Takasugi Shinsaku & Yamao Yozo dan berhasil menang dalam perang usai menghabisi nyawa Wagaku Kodanshu.

Ketika perang usai, barulah diketahui kalau hal tersebut adalah upaya musuh untuk menunjukkan tipu dayanya dalam rencana mengambil alih kekuasaan Kaisar Jepang.

Sebagai bentuk apresiasi atas jasanya, Ito menjadi salah satu dari 5 pemuda wilayah Choshu yang diberangkatkan ke London, Inggris, untuk melanjutkan pendidikannya.

Kelompok pemuda tersebut dinamakan Choshu Five dan beranggotakan Endo Kinsuke, Nomura Yakichi, Yamao Yozo, Inoue Monta dan Ito Hirobumi sendiri. Selama di Inggris, mereka menempuh pendidikan di University College London sejak tahun 1863.

Sayangnya, pendidikan mereka harus berakhir di tahun 1864 setelah mengetahui rencana negara sekutu untuk membombardir Shimonoseki, perfektur Yamaguchi.

Ito bersama Inoue Monta menjadi 2 orang yang memperingatkan warga Choshu akan aksi bombardir yang dilakukan oleh negara sekutu. Aksi bombardir sekutu berlangsung pada pertengahan tahun 1863 hingga tahun 1864.

Sayangnya, Jepang kalah dalam perang melawan sekutu tersebut, pasalnya negara sekutu merupakan aliansi yang dilakukan oleh negara Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan Belanda, yang mana kekuatan mereka jauh lebih besar dibanding kekuatannya Jepang.

Selama masa peperangan dengan sekutu berlangsung, Ito bertemu untuk pertama kalinya dengan Ernest Satow, seorang diplomat Inggris yang menjadi sahabatnya.

Karier Politik

Ito memulai karier politiknya sebagai Gubernur untuk perfektur Hyogo pada tahun 1868. Selang 2 tahun pada tahun 1870, Ito berangkat ke AS untuk mempelajari sistem keuangan yang berlaku di sana, kemudian di tahun 1871. Dia pulang dari AS dan mulai mengaplikasikannya di Jepang.

Setelah mempelajari dan mengaplikasikan sistem keuangan, Ito mendapat saran dari salah satu sahabatnya yang juga bekerja sebagai teknik sipil di Inggris yang bernama Edmund Morel.

Para Pejabat Jepang yang tergabung dalam Misi Iwakura.

Katanya, Jepang harus mulai mendirikan jalur kereta api untuk mempermudah transportasi masyarakatnya.

Dari situ, Ito bersama Yamao Yozo mendirikan Kementerian Pekerjaan Umum Jepang untuk membangun jalur kereta api disana.

Setelah itu, Ito diperintahkan untuk menjalankan Misi Iwakura, sebuah misi yang dilakukan sekelompok pejabat Jepang untuk membangun hubungan diplomatis dengan AS dan negara-negara di Eropa, sekaligus melihat bagaimana AS dan Eropa membangun pemerintahannya untuk kemudian diaplikasikan di Jepang.

Misi ini berlangsung pada periode 1871-1873 dan diikuti juga oleh Katsura Kogoro, Yamaguchi Masuka, Iwakura Tomomi, Okubo Toshimichi dan Ito Hirobumi sendiri.

Usai Misi Iwakura selesai, Ito langsung diangkat sebagai Menteri Pekerjaan Umum Jepang. Lanjut ke tahun 1875, Ito dilantik sebagai Ketua Majelis Gubernur Perfektur Jepang dan ikut bergabung di Konferensi Osaka tahun 1875.

Masih di tahun yang sama, Ito menggantikan posisi Okubo Toshimichi sebagai Menteri Dalam Negeri usai Okubo meninggal dunia akibat pembunuhan yang dilakukan oleh pasukan pembelot pimpinannya Saigo Takamori.

Di tahun 1881, Ito sukses mendesak Okuma Shigenobu untuk mundur dari jabatannya sebagai kepala pemerintahan di era Meiji Jepang.

Setelah itu, Ito melanjutkan studinya ke Eropa untuk mempelajari sistem hukum konstitusional yang berlaku di sana di tahun 1882.

Butuh waktu 1,5 tahun bagi Ito untuk mempelajari hal tersebut, kemudian diresmikanlah “Kazoku” sebagai Hukum Rumah Tangga Imperial Jepang pada tahun 1884.

Hukum tersebut menjelaskan tentang bagaimana Jepang mengatur garis penerus kekaisaran, keanggotaan keluarga kekaisaran dan hal lainnya yang berkaitan dengan administrasi rumah tangga kekaisaran.

Memasuki tahun 1885, Ito sempat melakukan negosiasi bersama salah satu penjabat Tiongkok bernama Li Hongzhang pada acara Konvensi Tientsin guna memperbaiki hubungan diplomatis dengan Tiongkok.

Di tahun 1885 pula Ito menerapkan sistem kabinet di pemerintahan Jepang.

Di tanggal 22 Desember 1885, Ito Hirobumi memulai kariernya sebagai Perdana Menteri Pertama di Jepang.

Masa jabatannya sendiri dibagi ke dalam 4 periode, menjadikannya sebagai Perdana Menteri dengan masa jabatan terlama dalam sejarah Jepang.

Untuk periode pertamanya, Ito menjabat sebagai Perdana Menteri dari tanggal 22 Desember 1885 sampai 30 April 1888.

Bersamaan dengan akhir jabatan periode pertamanya, Ito memulai kariernya sebagai Ketua Dewan Penasihat Jepang yang juga sama-sama dibagi ke dalam 4 periode.

Periode pertamanya sebagai Dewan Penasihat berlangsung selama periode 30 April 1888 sampai 30 Oktober 1889.

Usai periode pertamanya sebagai Dewan Penasihat berakhir, Ito menjadi anggota organisasi Genro, sebuah organisasi yang di dalamnya diikuti oleh para pejabat senior di Jepang.

Pada Februari 1889, Ito meresmikan “Kokutai” sebagai nama lain dari Hukum Konstitusional Jepang di era Meiji. Setelah 2 tahun sejak Kokutai diresmikan, periode kedua Ito sebagai Dewan Penasihat resmi dimulai.

Periode keduanya ini berlangsung sejak tanggal 1 Juni 1891 sampai tanggal 8 Agustus 1892, tanggal yang sama dengan tanggal mulainya periode kedua Ito sebagai Perdana Menteri Jepang.

Di periode keduanya sebagai Perdana Menteri, ada beberapa pencapaian yang berhasil dia raih.

Seperti memenangkan Perang Cina-Jepang pertama (25 Juli 1894 s/d 17 April 1895), melakukan negosiasi pada Perjanjian Shimonoseki tahun 1895, menjadikan Taiwan sebagai wilayah koloni Jepang dengan bantuan Menteri Luar Negerinya saat itu, Mutsu Munemitsu.

Ia juga berhasil menghapus beberapa kebijakan dalam Perjanjian Komersil dan Navigasi Anglo-Jepang tahun 1894 yang dinilai memberatkan Jepang dalam menjalin hubungan diplomatisnya dengan Britania Raya.

Tanggal 31 Agustus 1896 menjadi hari terakhir Ito Hirobumi sebagai Perdana Menteri di periode keduanya. Singkat cerita di tanggal 12 Januari 1898, periode ketiga Perdana Menteri Ito Hirobumi resmi dimulai.

Selama menjalani periode ketiganya, Ito dituntut untuk mendirikan partai politik di pemerintahan Jepang. Akhirnya, berdirilah 2 partai politik yang paling berpengaruh di Jepang saat itu, Kenseito & Rikken Seiyukai.

Selang 6 bulan sejak diresmikan kembali sebagai Perdana Menteri, Ito kembali lengser dari jabatannya di tanggal 30 Juni 1898.

Di antara periode jabatannya yang kedua dan ketiga sebagai Perdana Menteri, Ito pernah memberikan gelar kehormatan kepada George Trumbull Ladd atas jasanya sebagai penasihat diplomatis antara Jepang dan AS.

Memasuki abad ke-19, pada tanggal 19 Oktober 1900, Ito menjabat sebagai Perdana Menteri untuk terakhir kalinya.

Kariernya sebagai Perdana Menteri di periode keempat seakan menjadi masa jabatan terpahit dalam karier politiknya, pasalnya ia bisa melihat sisi gelap dari dunia politik yang identik dengan “main belakang”.

Hal yang mengejutkannya adalah semua itu dilakukan oleh Kizokuin, salah satu Majelis Tinggi yang ada di Parlemen Kekaisaran Jepang saat itu.

Setelah mengetahui hal itu, di tanggal 10 Mei 1901 Ito Hirobumi resmi mengakhiri kariernya sebagai Perdana Menteri Jepang.

Memasuki akhir bulan Agustus 1901, Ito memilih untuk menyembuhkan diri alias healing. Perjalanannya dimulai dengan berangkat dari Yokohama, Jepang ke New York, AS pada tanggal 18 September 1901.

Saat di New York, Ito mendapat gelar doktor kehormatan dari Yale University usai memberikan gelar kehormatan kepada George Trumbull Ladd yang merupakan alumni Yale University.

Gelar ini Ito dapatkan pada akhir bulan Oktober 1901. Setelah dari New York, di awal bulan November 1901, Ito berkunjung ke Perancis dengan menghadiri kota Boulogne dan Paris.

Kemudian di tanggal 25 November 1901, Ito tiba di kota Saint Petersburg, Rusia. Saat itu, Ito mendapat perintah dari Perdana Menteri pengganti dirinya yang bernama Katsura Taro untuk bernegosiasi soal "Man-Kan koukan", sebuah konsep yang ditawarkan Jepang kepada Rusia yang bermaksud untuk menukar pengakuan hak-hak di Manchuria dengan Korea.

Negosiasi tersebut memiliki tujuan lain, dimana Jepang ingin melebarkan wilayah kekuasaannya, namun ada wilayah Manchuria yang menjadi wilayah kekuasaannya Rusia.

Negosiasi tersebut adalah upaya Jepang dalam menguasai Manchuria dengan baik, tanpa mengundang konflik dengan Rusia. Namun, karena Rusia merasa lebih unggul daripada Jepang, mereka menolak negosiasi tersebut.

Usai gagal bernegosiasi dengan Rusia, Ito melanjutkan perjalanannya ke Berlin, Jerman. Saat di Jerman, Ito kembali mendapat gelar kehormatan dari penguasa Jerman saat itu, Kaiser Wilhelm.

Selesai dengan urusannya di Jerman, Ito pun melanjutkan perjalanan ke Brussels, Belgia dan tiba di London, Inggris sebagai tujuan terakhirnya.

Sesampainya di Inggris, Ito meminta masukan kepada Henry Charles Keith Petty-Fitzmaurice atau yang dikenal sebagai Lord Landsdowne terkait negosiasinya yang gagal dengan Rusia.

Lord Landsdowne menyarankan Ito untuk terus bernegosiasi dengan Rusia sebelum “tindakan yang tidak diinginkan” datang. Setelah itu, Ito kembali ke Jepang.

Sepulang melakukan healing, Ito kembali dilantik sebagai Ketua Dewan Penasihat di tanggal 13 Juli 1903. Ini menjadi awal dari periode ketiganya sebagai Ketua Dewan Penasihat.

Sebagai upaya untuk mendapatkan izin dari Rusia untuk melebarkan wilayah kekuasaannya, Ito kembali menawarkan Man-Kan koukan kepada Rusia. Namun lagi-lagi, Rusia menolaknya.

Puncaknya, kejadian Perang Rusia-Jepang pun terjadi sejak tanggal 8 Februari 1904 sampai 5 September 1905. Beruntung, Jepang keluar sebagai pemenang dalam perang tersebut.

Setelah memenangkan perang dengan Rusia, Ito mendapatkan misi baru sebagai utusan Jepang dan Korea dalam upaya menjadikan Korea sebagai negara protektorat atau negara yang dijadikan perlindungan oleh Jepang.

Misinya tersebut dimulai di tanggal 9 November 1905, kemudian di tanggal 15 November 1905, Ito bersama pasukan Jepang yang dipimpin oleh Hasegawa Yoshimichi datang ke Korea dengan maksud mengepung Korea agar tidak terjadi tindakan perlawanan dari rakyatnya.

Setelah itu, Ito menemui Kaisar Korea saat itu, Kaisar Gojong untuk menandatangani surat Perjanjian Protektorat Jepang-Korea. Awalnya, Kaisar Gojong sempat menolak untuk menandatangani perjanjian tersebut.

Tapi setelah adanya desakan dari Ito dan Hasegawa, Kaisar pun mau menandatangani surat perjanjian tersebut. Dan akhirnya di tanggal 17 November 1905, Perjanjian Protektorat Jepang-Korea resmi ditandatangani oleh pihak Korea dan Jepang.

Kemudian pada tanggal 21 Desember 1905, Ito harus melepaskan diri dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Penasihat. Sebagai gantinya, dia dilantik sebagai Jenderal Masyarakat Korea di tanggal yang sama.

Selang 2 tahun menjabat sebagai Jenderal Masyarakat, Ito mendesak Kaisar Gojong untuk mundur dari Kekaisaran Korea untuk digantikan oleh putranya, yakni Pangeran Sunjong, sebagai upaya untuk mengamankan Perjanjian Jepang-Korea tahun 1907 agar pemerintah Jepang bisa masuk ke dalam sistem pemerintahan Korea.

Kaisar Gojong pun menyetujuinya dan digantikan oleh putranya sendiri. Usai terjadi perpindahan kekuasaan, sempat ada rencana bagi Korea untuk membiarkan wilayahnya diakuisisi oleh pemerintah Tiongkok atau Rusia.

Hal tersebut tentunya ditentang keras oleh Ito. Akan tetapi berdasarkan hasil pemungutan suara dari pemerintah internal Korea, mereka setuju dengan aneksasi atau pencaplokan wilayah tersebut, membuat Ito terpaksa setuju dengan keputusan tersebut.

Hingga akhirnya di tanggal 14 Juni 1909, Ito dipaksa mundur dari jabatannya sebagai Jenderal Masyarakat Korea oleh pemerintah Jepang. Dirinya pun setuju dan kembali ke jabatannya sebagai Ketua Dewan Penasihat Jepang untuk terakhir kalinya.

Akhir Kisah dan Pandangan Pemerintah terhadap Ito Hirobumi

Tanggal 14 Juni 1909 menjadi hari dimulainya masa jabatan Ito sebagai Ketua Dewan Penasihat untuk terakhir kalinya. Kekuasaan Ito sebagai Dewan Penasihat awalnya berjalan dengan normal.

Hingga saat itu terjadi di tanggal 26 Oktober 1909, dinmana dirinya baru saja tiba stasiun kereta api Harbin, Tiongkok untuk bertemu dengan tokoh politik Rusia bernama Vladimir Kokovtsov di Manchuria.

Tiba-tiba, ada seorang pria yang datang menghampiri Ito dan langsung menembak pistol ke arahnya. Ia menembak Ito sebanyak 6 kali dengan 3 tembakan mengenai dadanya Ito.

Ito pun meninggal usai ditembak pria itu. Dalam persidangan, diketahui kalau si pelaku adalah seorang aktivis kemerdekaan Korea bernama An Jung-geun.

Ia mengemukakan 15 alasan mengapa Ia sengaja melakukannya, dimana secara garis besar alasannya berkaitan dengan masa pemerintahan Ito selama di Korea. Atas perilakunya, An Jung-geun divonis hukuman mati dan dieksekusi pada tanggal 26 Maret 1910.

An Jung-geun, pelaku penembakan Ito Hirobumi.

Usai ditembak mati oleh An Jung-geun, jasadnya Ito dibawa oleh Angkatan Laut Jepang menggunakan kapal Akitsushima. Kemudian, jasadnya dimakamkan di tempat pemakaman negara.

Bagi masyarakat Jepang, Ito Hirobumi dinilai sebagai salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam catatan sejarahnya mereka.

Ito dikenal sebagai sosok pemimpin yang selalu memberikan pengaruh yang baik bagi pemerintah dan rakyat, setia dengan Kaisar dan berani melawan pihak oposisi yang menentang pemerintah, seorang pemimpin yang ambisius dalam menegakkan kebijakan pemerintah di kancah Internasional serta sukses membangun hubungan diplomatis dengan beberapa negara, seperti Jerman, Amerika Serikat dan Inggris.

Ada beberapa bentuk apresiasi terhadap Ito Hirobumi yang dilakukan oleh masyarakat Jepang, misalnya dengan menghadirkan Ito dalam mata uang ¥1000 di tahun 1963-1984, dijadikan sebagai inspirasi nama bagi salah satu perusahaan penerbit di Jepang bernama Hakubunkan, di mana nama “Hakubun” merupakan sebutan lain dari namanya Ito, sampai dibuatkan museum di rumahnya yang berada di Hagi.

Museum tersebut masih bisa kita kunjungi sampai sekarang. Di media pop culture Jepang, sosok Ito Hirobumi kerap dimunculkan di beberapa film dan serial kolosal Jepang, salah satunya dalam film live action “Rurouni Kenshin : The Legend Ends” yang dirilis di tahun 2014.

Di film tersebut, Ito diperankan oleh aktor ternama Jepang, yaitu Yukiyoshi Ozawa.

Beda lagi dengan Korea, di mana kebanyakan masyarakat di sana memandang Ito Hirobumi sebagai tokoh yang keji.

Pada waktu itu, terdapat sebuah ideologi yang bernama Pan-Asia, sebuah ideologi yang mempromosikan persatuan dan kerja sama politik dan ekonomi rakyat Asia.

Ideologi ini juga memotivasi gerakan perlawanan terhadap tindakan imperialisme dan kolonialisme Barat di Asia.

Faktanya selama memangku jabatan di Jepang, Ito berhasil membangun kembali Jepang hingga menjadi negara modern hingga saat ini.

Sedangkan di sisi lain, dengan melihat bagaimana cara Ito dalam membangun sistem pemerintahan, An Jung-geun yang sudah termakan ideologi Pan-Asia ini "memaksakan" pandangan ideologinya terhadap orang lain, termasuk dengan cara menghabisi nyawa Ito.

Dalam media pop culture saja, Ito Hirobumi kerap digambarkan dalam film dan serial drama Korea sebagai sosok pemimpin yang jahat dan keji.

Tapi, dalam catatan Kekaisaran Korea, mereka justru memuji bagaimana cara Ito Hirobumi dalam menjalankan tugasnya di pemerintahan Korea.

Salah satunya dengan adanya bukti ulasan dari Kaisar Gojong yang puas dan senang dengan cara Ito Hirobumi memerintah sebagai Jenderal Masyarakat Korea.

Baca Juga: Sepak Terjang Shinsengumi, Pasukan Penjaga Keamanan Kekaisaran Jepang di Zaman Edo

Dia juga mengatakan hal positif terkait Ito Hirobumi pada saat dirinya didesak untuk turun tahta di tahun 1907 guna mengamankan Perjanjian Jepang-Korea.

Writer: Victor Median


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU