Kamis, 09 JULI 2026 • 10:05 WIB

Tinju 75 Ronde yang Nyaris Berujung Maut

Author

Pertarungan tinju John L. Sullivan vs Jake Kilrain pada 1889 berlangsung 75 ronde dan menjadi akhir era tinju tanpa sarung tangan. (Thomas Pye, New Orleans, La Wikimedia Commons)

INDOZONE.ID - Tinju pernah memiliki aturan yang jauh lebih brutal dibanding sekarang.

Pada 8 Juli 1889 di Richburg, Mississippi, Amerika Serikat, John L. Sullivan dan Jake Kilrain bertarung selama 75 ronde atau sekitar 2 jam 16 menit dalam duel tanpa sarung tangan.

Tinju tanpa sarung tangan (bare-knuckle boxing) adalah bentuk awal olahraga tinju yang memperbolehkan petarung bertarung tanpa pelindung tangan.

Pertarungan Sullivan melawan Kilrain menjadi salah satu laga besar terakhir sebelum aturan modern mulai diterapkan.

Lokasi Dirahasiakan

Saat itu, tinju tanpa sarung tangan dianggap ilegal di banyak wilayah Amerika Serikat.

Oleh karena itu, lokasi pertandingan sengaja dirahasiakan hingga detik terakhir.

Antusiasme publik tetap tinggi. Ribuan orang rela naik kereta tanpa mengetahui tujuan akhirnya.

Melansir This day of History, narasi menyebutkan “Dari New Orleans saja, lebih dari dua ribu penonton dan wartawan menaiki kereta khusus untuk membawa mereka ke lokasi pertandingan.”

Pertarungan tinju John L. Sullivan vs Jake Kilrain pada 1889 berlangsung 75 ronde dan menjadi akhir era tinju tanpa sarung tangan. (Thomas Pye, New Orleans, La Wikimedia Commons.)

Tiket kereta api tidak mencantumkan lokasi tepatnya, tiket tersebut hanya bertuliskan, “Dari New Orleans ke Tujuan.”

Gubernur Mississippi Robert Lowry bahkan mengerahkan aparat untuk mencegah duel tersebut.

Namun, ketika semua orang sudah tiba di Richburg, pertandingan tetap berlangsung.

Sheriff setempat yang sempat memprotes pertandingan, tapi malah justru ikut menyaksikannya dari dekat.

75 Ronde Suhu 40 Derajat Celsius

Begitu bel berbunyi, Sullivan langsung tampil agresif. Ia mengandalkan kekuatan pukulan untuk menekan lawannya sejak awal.

Sebaliknya, Jake Kilrain memilih bertarung lebih sabar. Ia memanfaatkan cuaca yang mencapai sekitar 40 derajat Celsius untuk menguras stamina Sullivan sedikit demi sedikit.

Menurut Mississippi Encyclopedia, strategi kedua petinju memang sangat berbeda.

“(Sullivan) menggunakan kekuatan fisiknya untuk melawan Kilrain, sementara Kilrain berencana melemahkan Sullivan. Kilrain tidak membalas pukulan Sullivan. Sebaliknya, ia memukul Sullivan lalu memojokkannya dan membantingnya ke tanah," tulis laporan tersebut.

Saat itu, durasi ronde belum dibatasi tiga menit seperti tinju modern. Ronde baru berakhir ketika salah satu petinju jatuh.

Akibatnya, ada ronde yang hanya berlangsung tiga detik. Ada pula ronde yang berjalan lebih dari 15 menit.

Nyaris Berakhir Imbang

Memasuki ronde ke-45, kondisi Sullivan mulai menurun.

Laporan menyebutkan, dia terlalu banyak sarapan, dan makan siang berlebihan sehari sebelumnya, ditambah menenggak brendi, es teh, dan lebih dari satu liter wiski.

Asupan itu, konon membuat perutnya bermasalah.

Melihat lawannya kesulitan, Kilrain sempat mengusulkan hasil imbang.

Namun usulan itu justru membangkitkan semangat Sullivan. Ia kembali menyerang hingga akhirnya mendominasi ronde-ronde akhir.

Banyak laporan menyebut titik balik terjadi pada ronde ke-68, ketika uppercut kanan Sullivan membuat Kilrain terpukul keras.

Seorang dokter bahkan memperingatkan kubu Kilrain bahwa petinjunya bisa meninggal jika pertarungan diteruskan.

Meski sempat berdiri untuk memasuki ronde ke-76, Kilrain sudah tak mampu melanjutkan laga. Pelatihnya akhirnya melempar spons sebagai tanda menyerah.

Mengubah Sejarah Tinju

Drama belum berakhir setelah bel terakhir berbunyi.

Sullivan ditangkap di Nashville, sementara Kilrain diamankan di Baltimore karena terlibat dalam pertandingan ilegal.

Sullivan akhirnya hanya membayar denda sebesar 500 dolar AS setelah putusan hukuman penjaranya dibatalkan, sedangkan Kilrain menjalani hukuman dua bulan.

Pertarungan brutal tersebut titik balik dalam sejarah tinju.

Tak lama setelahnya, Aturan Marquess of Queensberry, yang mewajibkan penggunaan sarung tinju dan menetapkan ronde berdurasi tiga menit.

Meski pernah saling menghajar selama 75 ronde, Sullivan dan Kilrain tetap menjalin hubungan baik.

Saat Sullivan meninggal pada 1918, Kilrain bahkan menjadi salah satu pengusung peti jenazah mantan lawannya itu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: This Day Of History

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU