Rabu, 25 MARET 2026 • 12:59 WIB

Fakta atau Fiksi? Mengungkap Kebenaran Sosok Raja Midas dalam Mitologi Yunani

Author

Ilustrasi Raja Midas. (Gemini AI)

INDOZONE.ID - Raja Midas merupakan salah satu karakter paling populer dalam mitologi Yunani. Raja Midas adalah raja yang legendaris yang bisa mengubah apapun yang dia sentuh menjadi emas.

Namun demikian, dalam mitologi Yunani jelas ada banyak kisah yang hanya cerita dan tidak terbukti nyata. Berbagai hal lainnya telah dikonfirmasi oleh penelitian modern.

Lantas, bagaimana dengan raja legendaris ini? Apakah Raja Midas benar-benar ada dan merupakan kisah nyata? Atau dia hanya fiksi belaka? Simak ulasannya di bawah ini!

Baca juga: Kisah Rakai Pikatan, Raja Jawa Kuno yang Satukan Dua Dinasti Lewat Cinta dan Strategi

Siapakah Raja Midas?

Kisah Raja Midas bukan sekadar dongeng, melainkan narasi lintas zaman yang dicatat oleh tokoh besar sekelas Herodotus hingga Ovid. 

Walaupun setiap penulis memiliki versi yang berbeda-beda, benang merahnya tetap sama: Midas adalah simbol kekayaan tanpa tanding. 

Ovid memberikan gambaran paling dramatis tentang bagaimana Dionysus mengabulkan kutukan berbalut berkah yang mengubah sentuhan Midas menjadi emas. 

Kegembiraan sang raja sirna seketika saat ia tak lagi bisa menyentuh makanan atau memeluk putrinya tanpa mengubah mereka menjadi patung emas. Menariknya, identitas Midas dianggap berakar dari kenyataan sejarah. 

Mayoritas pakar sejarah sepakat bahwa ia adalah pemimpin Kerajaan Frigia di Anatolia yang memerintah pada masa Perang Troya, mewarisi takhta dari ayahnya, Gordias, sang arsitek di balik kemegahan kota Gordium.

Benarkah Raja Midas dalam Mitologi Yunani berasal dari Kisah Nyata?

Menurut catatan kuno, seorang raja bernama Midas benar-benar ada. Faktanya, ada lebih dari satu raja dengan nama itu. Herodotus menyebutkan seorang raja bernama Midas yang merupakan kakek dari Adrastus. 

Sosoknya sezaman dengan Croesus dari Lydia. Hal ini akan menempatkan Raja Midas pada akhir abad ketujuh SM.

Herodotus mengidentifikasi Midas putra Gordias sebagai raja Frigia yang memberikan takhta emas kepada Orakel Delphi. 

Ia menyebutkan bahwa sumbangan ini diberikan sebelum era Raja Gyges dari Lydia (awal abad ke-7 SM), yang menempatkan sosok Midas pada periode yang sangat lampau. 

Namun, terdapat celah sejarah di sini, bukti arkeologi menunjukkan bahwa pusat keagamaan di Delphi belum eksis hingga abad ke-9 SM. 

Hal ini menimbulkan diskusi menarik mengenai sinkronisasi antara catatan kuno dan fakta lapangan. Jadi Raja Midas ini pasti hidup antara abad kesembilan dan akhir abad kedelapan SM.

Fakta bahwa Herodotus secara khusus menyebut Midas ini putra Gordias adalah penting, karena Midas dalam mitologi Yunani juga adalah putra Gordias.

Kerajaan Sejarah Raja Midas

Konsistensi mitos Yunani dalam menghubungkan Midas dengan Frigia mengindikasikan bahwa kerajaan tersebut sangat makmur di bawah kendalinya. Hal ini memperkuat tesis bahwa kisah Midas berakar dari realitas sejarah. 

Bangsa Frigia mulai mendominasi Anatolia setelah keruntuhan Kekaisaran Het, dengan bukti migrasi dari Balkan yang diperkuat oleh temuan tembikar abad ke-12 SM. 

Baca juga: Kisah Catherine Monvoisin, Penyihir Paling Ditakuti di Prancis yang Pernah Guncang Istana Raja

Arkeologi modern juga mengungkap fakta krusial bahwa transformasi Frigia menjadi kerajaan yang kuat secara geopolitik baru terjadi pada abad ke-8 SM, memberikan konteks waktu yang lebih presisi bagi era kejayaan mereka.

Lantaran legenda Raja Midas dalam mitologi Yunani dianggap sangat kaya, namun dia adalah raja Frigia. Hal ini berarti bahwa legenda Raja Midas dalam mitologi Yunani harus ditempatkan pada abad kedelapan SM.

Fakta bahwa Frigia baru mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-8 SM memastikan bahwa Raja Midas yang legendaris hidup pada periode tersebut. 

Sosok putra Gordias ini dikenal karena sumbangan takhta emasnya ke Delphi sebelum masa Raja Gyges. 

Dengan menyinkronkan data arkeologi situs Delphi (abad ke-9 SM) dan garis waktu Gyges (abad ke-7 SM), dapat disimpulkan bahwa Midas putra Gordias memerintah pada abad ke-8 SM. 

Kesamaan nama ayah antara versi mitos dan sejarah ini mempertegas bahwa tokoh yang kita kenal dengan sentuhan emasnya adalah figur sejarah yang benar-benar menduduki takhta Frigia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: National Geographic

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU