INDOZONE.ID - Chen Zuyi merupakan bajak laut dari Tiongkok yang pernah ada di Indonesia dan dikenal sebagai salah satu perompak paling berpengaruh di kawasan Asia Tenggara pada awal abad ke-15.
Namanya sering dikaitkan dengan aktivitas perompakan di Selat Malaka dan wilayah Palembang, yang pada masa itu menjadi jalur perdagangan penting di kawasan Indonesia.
Pada masa lalu, perairan Indonesia memang memiliki sejarah panjang terkait aktivitas bajak laut. Jalur laut seperti Selat Malaka menjadi rute utama perdagangan internasional, sehingga sering menjadi sasaran kelompok perompak dengan tujuan menguasai kapal-kapal dagang yang melintas.
Asal Usul Chen Zuyi
Melansir laman Baidu Wiki, Sabtu (14/03/2026), Chen Zuyi berasal dari wilayah Chaozhou di Guangdong, Tiongkok.
Pada masa Dinasti Ming, tepatnya pada era pemerintahan Kaisar Hongwu, keluarganya bermigrasi ke wilayah Asia Tenggara atau yang dikenal sebagai Nanyang.
Di kawasan tersebut, Chen Zuyi kemudian membangun kekuatan sebagai pemimpin bajak laut. Ia beroperasi di wilayah Selat Malaka selama lebih dari satu dekade. Dalam masa kejayaannya, organisasi yang dipimpinnya disebut memiliki lebih dari 10.000 anggota.
Kelompok ini dikenal sangat kuat dan sering melakukan penyerangan terhadap kapal dagang yang melintas di jalur perdagangan.
Baca juga: Jack Sparrow di Dunia Nyata: Dari Bajak Laut Tak Bermoral, Jadi Mualaf
Catatan sejarah menyebutkan bahwa mereka menjarah ribuan kapal serta menyerang puluhan kota pesisir di kawasan Asia Tenggara.
Menguasai Palembang dan Selat Malaka
Keberadaan Chen Zuyi di Palembang berkaitan dengan melemahnya kekuatan politik Sriwijaya pada masa itu. Situasi tersebut membuka peluang bagi kelompok bajak laut untuk menguasai wilayah strategis di sekitar jalur perdagangan.
Chen Zuyi kemudian menguasai Palembang dan menjadikannya sebagai basis kekuatan. Dari wilayah ini, ia dan kelompoknya melakukan berbagai serangan terhadap kapal-kapal dagang yang melintas di Selat Malaka.
Baca juga: Bengisnya Bajak Laut Zaman Dulu: Tak Hanya Menjarah, Memperkosa Juga!
Aksi perompakan yang dilakukan kelompoknya membuat para pelaut dan pedagang di wilayah Sumatra merasa terancam. Bahkan, beberapa negara di sekitar Selat Malaka disebut merasa takut hanya dengan mendengar nama Chen Zuyi.
Diburu oleh Dinasti Ming
Karena aktivitasnya yang dianggap mengganggu jalur perdagangan, pemerintah Dinasti Ming di Tiongkok menjadikan Chen Zuyi sebagai salah satu buronan utama.
Kaisar Hongwu bahkan pernah menawarkan hadiah besar bagi siapa saja yang berhasil menangkapnya.
Upaya penumpasan terhadap Chen Zuyi akhirnya dilakukan pada masa pemerintahan Kaisar Yongle. Kaisar memerintahkan armada pelayaran yang dipimpin oleh Laksamana Zheng He (Cheng Ho) untuk menjalankan ekspedisi maritim yang juga bertujuan menertibkan aktivitas perompakan di kawasan tersebut.
Pertempuran dengan Armada Zheng He
Ketika armada Zheng He singgah di Palembang, Chen Zuyi sempat diminta untuk menghentikan aktivitas pembajakannya. Namun, ia justru merencanakan serangan terhadap armada tersebut.
Rencana tersebut kemudian diketahui oleh seorang tokoh lokal bernama Shi Jinqing, yang melaporkannya kepada Zheng He.
Mendengar informasi itu, Zheng He segera menyiapkan strategi untuk menghadapi kelompok bajak laut tersebut.
Saat armada Chen Zuyi mendekat, pasukan Zheng He melakukan serangan balik dengan panah api dan meriam. Pertempuran itu berakhir dengan kekalahan besar bagi kelompok bajak laut. Lebih dari 5.000 anggota kelompoknya dilaporkan tewas dalam pertempuran tersebut.
Chen Zuyi akhirnya berhasil ditangkap dan dibawa ke Tiongkok. Di hadapan utusan dari berbagai negara, ia kemudian dihukum mati sebagai peringatan bagi para perompak lainnya.
Sosok Bajak Laut yang Melegenda
Kisah Chen Zuyi menjadi salah satu bagian menarik dalam sejarah maritim Asia Tenggara. Namanya dikenal sebagai pemimpin bajak laut yang pernah menguasai jalur perdagangan penting di kawasan Selat Malaka.
Meski akhirnya berhasil dikalahkan oleh armada Zheng He, cerita tentang Chen Zuyi tetap menjadi bagian dari sejarah panjang aktivitas perompakan di perairan Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Baidu Wiki