INDOZONE.ID - Gereja Katolik merupakan salah satu agama resmi di Indonesia.
Gereja Katolik di Republik ini memiliki populasi umat sebesar 12,5 juta jiwa pada tahun 2025.
Hal itu menjadikannya sebagai salah satu denominasi agama terbesar di Indonesia.
Pada umumnya, sebagian masyarakat menganggap bahwa Katolik itu masuk pada abad ke-16 oleh Santo Fransiskus Xaverius, seorang Portugis yang berasal dari Ordo Serikat Jesus di wilayah Maluku.
Namun, tahukah Anda? Jauh sebelum itu, Gereja Katolik tentunya memiliki akar sejarah yang panjang.
Baca juga: Cara Menghitung 1000 Hari Orang Meninggal, Begini 'Nyewu' Menurut Penanggalan Jawa
Menurut Pater Antonius Henricus Bakker SJ, Gereja Katolik di Indonesia telah eksis pada paruh pertama abad ke-7 atau tepatnya pada tahun 645 masehi.
Gereja Katolik pertama kali eksis di wilayah Barus, Sumatra Utara.
Fakta tersebut dicatat dalam buku Shaykh Abu Salih al-Armini berjudul Tadhakkur fiha Akhbar min al-Kana'is wa'l-Adyar min Nawahin Misri w'al Iqtha'aihu yang artinya Daftar berita-berita tentang Gereja-Gereja dan Pertapaan-Pertapaan dari Provinsi-Provinsi Mesir dan Tanah-Tanah Luarnya.
Ada satu kutipan dari Abu Salih yang berbunyi "Fansur: Di sana terdapat banyak gereja dan semuanya adalah dari nasara nasathirah, dan demikianlah keadaan di situ. dan dari situ berasallah kapur barus dan bahan itu merecik dari pohon. dalam kota itu terdapat satu gereja dengan nama: bunda perawan murni maria".
Baca juga: Kisah Catherine Monvoisin, Penyihir Paling Ditakuti di Prancis yang Pernah Guncang Istana Raja
Kutipan tersebut menyebutkan bahwa di wilayah tersebut terdapat berbagai Gereja bernama "Bunda Perawan Murni Maria"
Hal ini diperkuat dengan adanya penggalian Situs Bongal di wilayah Barus yang diprakarsai oleh Prof. Ichwan Azhari.
Di sana ditemukan salib Gereja Bizantium dan
Salib Gereja Katolik Timur serta serpihan berbagai bangunan di wilayah Barus.
Penemuan ini semakin memperkuat bahwa Gereja Katolik di Indonesia telah eksis sejak abad ke-7.
Namun, eksistensi itu tidak bertahan lama dan Gereja Katolik Timur itu kemudian digantikan dengan gereja Katolik yang bercorak latin dari Portugis pada abad ke-16.
Hingga kini, gereja Katolik masih tetap eksis dan memberikan dinamikan kehidupan masyarakat Indonesia secara harmonis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sejarah Gereja Katolik Indonesia, 1974