Selasa, 16 DESEMBER 2025 • 17:04 WIB

Bagaimana Restorasi Meiji Mengubah Wajah Jepang yang Terbelakang?

Author

Ilustrasi restorasi Meiji. (Istimewa)

INDOZONE.ID - “Macan Asia” adalah julukan negara Jepang saat ini, namun sebelum menyandang gelar tersebut Jepang juga pernah menjadi negara “primitif” yang tertinggal oleh negara negara maju lainnya. 

Perjalanannya pun tidak mudah karena harus bersaing  negara Barat yang sudah maju jauh di depan.

Restorasi Meiji menjadi Tonggak Sejarah Baru yang mengubah wajah Jepang, menjadikan negara feodal yang terisolasi dari dunia luar menjadi sebuah negara yang lebih modern. 

Di bentuk pada tahun 1868 di pimpin oleh Kaisar Mutsuhito, nama Meiji di ambil dari “Pemikiran Tercerahkan” yang bermakna bagi perubahan sistem pemerintahan di Jepang.

Artikel The Meiji Restoration and Modernization di Jurnal Asia for Educators (Columbia University) menjelaskan bahwa Restorasi Meiji mampu mengambil kedali perdagangan internasional lewat dua perang dengan Eropa. 

Baca juga: Disintergrasi India: Perjalanan Panjang Konflik Sejak Prakemerdekaan, Hingga Kelahiran Bangladesh

Dalam kurun waktu yang cukup singkat, kurang dari satu generasi, Jepang mampu mencapai puncak tujuannya lewat perombakan struktur masyarakat.

Kepemimpinan pada Era Restorasi Meiji begitu visioner dan terpusat. Hal itu menjadi kekuatan yang tidak mudah dipecah belah. 

Dengan begitu, reformasi yang ingin diimplementasikan dapat diberlakukan secara merata. 

Sistem pembayaran pajak tanah juga dari yang sebelumnya menggunakan beras menjadi menggunakan uang. 

Pemerintah akhirnya berhasil menstabilkan anggara negara. Melalui suntikan anggaran tersebut Jepang membentuk tentara nasional lewat wajib militer pada tahun 1872.

Baca juga: Fakta Unit 731: Eksperimen Sadis Tentara Jepang terhadap Warga Cina Berkedok Penelitian Epidemi

Modernisasi secara progresif mengutamakan pendidikan yang akhirnya menciptakan SDM yang terdidik, patuh dan loyal terhadap negara. 

Pemerintah sebagai lakon penggerak ekonomi melahirkan raksasa industri seperti Mitshubishi, Sumitomo, Mitsui, yang mampu memimpin industrialisasi awal Jepang. 

Jepang tidak hanya meneliti dan mengikuti perkembangan teknologi Barat, mereka juga memperbaiki sistem hukum dengan mengadopsi dari Prancis dan Jerman.

Puncak kesuksesan Restorasi Meiji ialah ketika Jepang mampu mengalahkan China 1894 dan Rusia 1904-1905. Dari kemenangan itu mereka mendapat wilayah koloni seperti Korea dan Taiwan serta pengakuan sebagian besar dari Asia Timur. 

Untuk mempersatukan bangsa, Meiji membentuk ideologi berbasi Shintō dan loyalitas untuk memciptakan rasa nasionalisme modern bangsa Jepang.

Baca juga: Bagaimana Revolusi Meiji Membangkitkan Jepang dari Reruntuhan Feodalisme?

Namun di balik kemulusan nya tersebut, Restorasi Meiji juga menghadapi banyak kendala dan konflik, terutama dari kelompok samurai yang merasa kehilangan privilesenya. 

Kekecewaan para samurai memicu pemberontakan kecil di Chōshū, Hagi, dan Akizuki. 

Tantangan Restorasi Meiji lain ialah goyahnya politik awal masa kekaisaran, beban keuangan negara, tekanan politik dari negara barat, dan kesenjangan teknologi.

Meskipun begitu, pimpinan Meiji tidak goyah dan tetap memerjuangkan perubahan. Akhirnya Jepang bisa ke luar dari keterbelakangan dan menjadi salah satu negara paling berpengaruh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal Asia For Educators

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU