Jumat, 12 DESEMBER 2025 • 15:21 WIB

Asal-Usul Paspor: Dari Surat Perlindungan Hingga Alat Kontrol Perjalanan

Author

Paspor. (Freepik)

INDOZONE.ID - Paspor dianggap sebagai dokumen penting bagi siapapun yang ingin bepergian ke luar negeri. 

Namun, siapa sangka dokumen kecil ini dulunya tidak dibuat untuk mempermudah perjalanan. Justru sebaliknya, paspor modern lahir sebagai bentuk pengawasan, bukan kenyamanan. Bermula dari surat perlindungan sederhana hingga menjadi alat negara untuk mengatur langkah warganya.

Baca juga: 3 Fakta Aneh dan Kocak Ketika Pendudukan Tentara Jepang di Asia Tenggara

Saat Paspor Belum Bernama “Paspor”

Berdasarkan laman The Collector, pada masa Tiongkok kuno sudah mengenal semacam izin perjalanan melalui sistem guosou.

Pada masa Negara-Negara Berperang hingga Dinasti Han, setiap orang yang hendak bepergian harus membawa dokumen berisi identitas dan tujuan perjalanan. Tanpa itu, mereka tidak bisa melewati pos pemeriksaan yang tersebar di berbagai wilayah kekaisaran. Banyak ahli menyebut dokumen tersebut sebagai bentuk awal paspor atau visa.

Baca juga: Jamdani Muslin, Kain Tenun Warisan Budaya Bengal Kuno yang Sempat Hilang di Era Industri

Sementara itu, dimasa Romawi kuno memiliki versi tersendiri. Pejabat yang melakukan perjalanan resmi dibekali tractorium, surat dari kaisar yang menjamin keamanan dan bantuan selama perjalanan. Walaupun, warga Romawi bebas berpindah wilayah, beberapa kelompok tertentu, seperti veteran militer, memiliki diploma khusus sebagai bukti kewarganegaraan.

Berawal dari “Safe Conduct” ke Paspor Pertama

Memasuki abad pertengahan, dunia mengenal dokumen perjalanan bernama safe conduct atau guidaticum. Surat ini mencantumkan identitas pembawanya dan tujuan perjalanan, serta menjamin keselamatan mereka di wilayah asing.

Di kawasan Arago, Catalonia, dokumen seperti ini bahkan menjadi jembatan perdagangan antara komunitas Kristen, Yahudi, dan Muslim.

Baca juga: Dari Sekutu Jadi Musuh: Kisah Pecahnya Cina dalam Perang Saudara Mematikan

Prancis dan Inggris juga menggunakannya untuk diplomat, pedagang, hingga peziarah. Perlahan, istilah “passport” mulai dipakai di Inggris pada abad ke 16.

Salah satu dokumen tertua yang masih tersimpan bertanggal 1641 dan ditandatangani Raja Charles I, yang menjadi jejak awal dari paspor yang lebih formal.

Paspor Modern

Paspor dalam bentuk modern baru muncul setelah Perang Dunia I. Pada 1920, Liga Bangsa-Bangsa menyepakati standar paspor internasional untuk menghadapi gelombang perpindahan manusia yang besar setelah perang.

Baca juga: Fakta Kelam di Balik Runtuhnya Keshogunan Tokugawa yang Disembunyikan Berabad-abad

Alih-alih memudahkan perjalanan, sistem ini lebih ditujukan untuk mengatur imigrasi dan memastikan setiap orang yang melintasi perbatasan dapat diidentifikasi dengan jelas.

Pada 1963, wacana penghapusan paspor bahkan pernah dibahas di PBB. Banyak negara menganggap paspor membatasi kebebasan bergerak. Namun, negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat menolak dengan alasan keamanan.

Baca juga: 5 Zodiak yang Paling Suka Kebebasan, Sagitarius Nomor Satu!

Di era modern, paspor menjadi tiket utama untuk membuka pintu ke negara lain. Di sisi lain paspor memberi kita kesempatan untuk menjelajah dunia dan membatasi sejauh mana kita bisa melangkah. 

Itulah asal-usul dari Paspor. Dari sekadar surat perlindungan hingga alat pengawasan global, paspor menjadi dokumen penting untuk perjalanan lintas Negara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Thecollector.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU