Lukisan Tokugawa Ieyasu, pendiri Keshogunan Tokugawa. (Kanō Tan'yū)
INDOZONE.ID - Gelombang cerita kelam yang selama ini hanya berbisik dibalik layar sejarah Kembali mengemuka setelah sejumlah peneliti Jepang merilis temuan baru mengenai runtuhnya Keshogunan Tokugawa di Jepang pada abad ke-19.
Fakta-fakta yang selama ini disembunyikan baik oleh pemerintah feodal maupun ritual tradisi keluarga samurai menunjukkan bahwa kejatuhan Shogun bukan semata akibat intervensi Barat.
Rapuhnya kekuasaan di dalam Istana Edo sendiri juga punya andil yang tidak kalah besar.
Dalam laporan terbarunya yang dipresentasikan di Tokyo, catatan arsip keluarga daimyo mengungkapkan adanya konflik internal yang jauh lebih brutal dibanding versi sejarah resminya.
Baca juga: Kaki Teratai Emas, Standar Kecantikan yang Menyiksa di Era Tiongkok Kuno
Sejumlah bukti menunjukkan bahwa para pembesar samurai sejak lama telah terpecah menjadi faksi rahasia yang saling berebut pengaruh.
Faksi-faksi ini tidak hanya menekankan Shogun, tetapi juga memanipulasi jalur diplomasi dengan Amerika Serikat, sehingga kesepakatan pembukaan pelabuhan Jepang terjadi dalam kondisi penuh tekanan dan ketidaksiapan.
Sementara itu, tekanan eksternal dari kekuatan Barat menjadi pemicu utama yang mempercepat keretakan tersebut.
Setelah kedatangan armada Komodor Perry pada tahun 1853, Shogun Tokugawa berada dalam posisi yang sulit.
Ia harus memilih antara mempertahankan politik isolasi yang artinya mereka harus siap berperang atau membuka negeri sama artinya dengan mengundang perlawanan samurai yang konservatif.
Baca juga: Kisah Monster Laut Perairan Edo di Masa Politik Isolasi Keshogunan Tokugawa
Di tengah kekacauan itu, catatan sejarah terbaru menunjukkan bahwa sejumlah daimyo justru sengaja melemahkan pusat pemerintahan demi sebuah ambisi politik pribadi.
Temuan ini memunculkan kembali perdebatan panjang: Apakah jatuhnya Shogun adalah tragedi yang tidak terhindarkan, atau justru hasil dari permainan kekuasaan yang lama ditutupi generasi sebelumnya?
Para akademisi kini menyatakan bahwa kisah kelam ini baru mulai terkuak dan masih banyak lapisan sejarah yang belum tersingkap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber