Monster Hitam di Perairan Edo (meijiat150dtr.arts.ubc.ca).
INDOZONE.ID - Suatu ketika, pada 8 Juli 1953, penduduk Jepang panik melihat kedatangan empat kapal perang Amerika Serikat berwarna gelap di perairan Edo.
Kebingungan dan ketakutan menyeruak. Di benak penduduk Jepang, kapal itu seperti sesuatu yang asing dan mengancam.
Kapal-kapal berasap yang dipimpin Komodor Matthew Perry tersebut dibayangkan seperti makhluk raksasa menakutkan dan asing yang mengambang di laut.
Istilah "Kapal Hitam" (Kurofune) muncul sejak saat itu, dan reputasinya sebagai "monster laut" mulai terbentuk.
Baca juga: India Bukan Sekadar Taj Mahal: Ini Tiga Fondasi Utamanya
Politik Isolasi
Kekagetan penduduk Jepang tidak lepas dari politik isolasi yang diterapkan pada masa Edo, di bawah pemerintahan Keshogunan Tokugawa.
Jepang melarang hampir semua hubungan luar negeri untuk menjaga stabilitas dan mencegah pengaruh asing.
Pelabuhan khusus di Nagasaki hanya digunakan untuk perdagangan kecil oleh pedagang Belanda dan Cina.
Selain itu, warga Jepang dilarang melakukan perjalanan ke luar negeri, dan kapal dari negara lain umumnya dilarang memasuki pelabuhan Jepang.
Jepang tidak memiliki banyak kontak dengan dunia luar selama hampir dua abad (sekitar 1630-an hingga 1853).
Baca juga: Meiji Revolution: Perjalanan Jepang Menjadi Raksasa Asia
Mereka tidak tahu banyak tentang teknologi internasional seperti kapal uap, mesin industri, atau senjata modern.
Bisa dibilang, kedatangan empat kapal Amerika merupakan kali pertama penduduk Jepang melihat kapal uap.
Hal ini sekaligus menunjukkan jarak pengalaman yang besar antara dunia Barat yang maju dan Jepang yang terisolasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber