Minggu, 17 AGUSTUS 2025 • 17:30 WIB

Sejarah : Mengenal Lebih Dekat Sosok Ir. H. Sutami Menteri Pekerjaan Umum Indonesia Di Masa Presiden Ir. Soekarno

Author

Prof. Dr. (H.C) Ir. H. Sutami atau Soetami. (sumber: Wikipedia)

INDOZONE.ID - Pada masa pemerintahan Presiden Ir. Soekarno, ada seorang menteri yang memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan bangsa Indonesia. Beliau adalah Prof. Dr. (H.C.) Ir. H. Sutami atau Soetami. Pria kelahiran Surakarta, 19 Oktober 1928 ini dikenal sebagai Menteri Pekerjaan Umum Indonesia pada Kabinet Dwikora I tahun 1964, yang kemudian tetap menjabat hingga masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Banyak pencapaian penting yang ditorehkan Sutami. Ia berperan dalam perhitungan konstruksi gedung MPR/DPR, memimpin proyek pembangunan Jembatan Ampera di Sungai Musi, hingga menjadi pimpinan proyek pembangunan Bandara Ngurah Rai di Bali. Selain itu, masih banyak lagi karya besar yang dihasilkan selama ia menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum dari 22 Februari 1966 hingga 29 Maret 1978.

Baca juga: Hubungan Pendidikan Sriwijaya dengan Mancanegara

Di balik segala kontribusinya, Sutami dikenal hidup sangat sederhana, layaknya masyarakat pada umumnya. Rumah yang ia tempati di Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat, bukanlah fasilitas negara, melainkan hasil dari cicilan pribadi. Kesederhanaannya menjadi bukti bahwa ia tak pernah memanfaatkan jabatan maupun kedudukannya untuk kepentingan pribadi.

Bahkan ketika sakit, ia tetap menolak berbagai fasilitas istimewa. Presiden Soeharto sempat turun tangan membujuknya agar berobat ke luar negeri. Namun, rencana itu tidak sempat terlaksana. Ir. H. Sutami menghembuskan napas terakhirnya pada 13 November 1980.

Baca juga: MULO: Sekolah Elite Zaman Kolonial yang Jadi Cikal Bakal SMA Favorit Sekarang

Kehidupan Sutami meninggalkan pesan mendalam: jabatan dan gelar bukan alasan untuk hidup berlebihan. Kesederhanaan, integritas, dan pengabdian kepada bangsa menjadi warisan berharga yang bisa kita teladani hingga hari ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU