Kamis, 14 AGUSTUS 2025 • 14:05 WIB

Pertempuran Drøbak Sound: Ketika Kapal Tercanggih Nazi Ditenggelamkan oleh Benteng Tua

Author

Pertempuran Drøbak Sound. 

INDOZONE.ID - Di tengah gelapnya malam iring-iringan kapal Jerman perlahan memasuki Oslofjord, Mengawali pertempuran yang tak terelakkan bagi Norwegia pada tahun 1940.

Di tengah kecamuk Perang Dunia II, setelah Jerman berhasil menduduki Polandia, para petinggi militer merencanakan operasi untuk mengamankan pasokan material industri dan sumberdaya manusia.

Targetnya ialah Norwegia, daerah yang kaya akan pasokan besi untuk bahan baku alat perang.

Norwegia sendiri memilih netral ditengah konflik antara blok poros dan sekutu. Namun, beberapa petinggi Norwegia lebih condong pada Inggris.

Baca juga: Misteri Kastil Bran: Benteng Menyeramkan yang Memikat Dunia

Operasi Wesserubug rencananya akan menyasar 6 target vital salah satunya adalah Oslo. Target buruan Jerman kali ini adalah raja Haakon dan para anggota kabinet Norwegia.

Iringan kapal Jerman yang dikerahkan dalam perburuan perlahan mendekati Oslo, Kapal terdepan dalam flotilla tersebut ialah Blucher, salah satu armada terbaru dan tercanggih yang dimiliki oleh Jerman.

Blucher baru ditugaskan pada 20 September 1939 atau 2 tahun setelah diluncurkan. Dia merupakan kapal kedua di kelas admiral hipper.

Dipersenjatai dengan Meriam berkaliber 8 inchi dengan 12 tabung torpedo 21 inchi, menjadikan kapal ini ditakuti oleh Inggris.

Baca juga: Kopi dan Elite Kolonial: Sejarah Kopi dan Budaya Minum Kopi Indonesia di Masa Lalu

Benteng vs Kapal

Pada pukul 4.20 waktu setempat, beberapa saat sebelum fajar menyingsing, prajurit Norwegia melihat siluet kapal perang dari lampu tembaknya. 

Deretan bayangan besar tak dikenal yang bergerak dengan perlahan mendekati Oslo menciptakan teror bagi pihak Norwegia.

Kolonel Eriksen yang pada saat itu berjaga di benteng Oscarsborg terkejut mendengar pesan mengenai kedatangan kapal tak dikenal. Tanpa sedikitpun keraguan ia memperintahkan pasukannya untuk mempersiapkan senjata.

Dia memperintahkan prajuritnya untuk menembak ke arah iring-iringan kapal tersebut. Tak lama kemudian benteng Oscarsborg mencetak skor pada target dan menimbulkan kebakaran yang hebat dibagian Tengah kapal.

Baca juga: Tanam Paksa dan Uang: Awal Perubahan Hidup Petani Jawa Abad ke-19

Amunisi pasukan darat yang diangkut Blucher ikut terdetonasi dan menciptakan ledakan dasyat di bagian dek kapal. 

Kapal kedua dari barisan, Lutzow juga ikut menjadi sasaran dari hujan peluru artileri dari sisi kanan dan kiri, yang memaksa Lutzow menyingkir dari medan pertempuran.

Blucher yang mengalami kebakaran hebat rupanya tidak menyerah begitu saja, ia tetap berlayar maju menerobos hujan peluru artileri Norwegia. 

Namun sial bagi pihak Jerman, mereka tidak menyadari bahwa Benteng Oslofjord memiliki senjata rahasia.

Dua buah torpedo whitehead yang hampir berusia 1 abad diluncurkan ke arah Blutcher. Torpedo pertama hanya mengenai bagian halauan kapal sehingga tidak menimbulkan kerusakan serius.

Baca juga: Sekolah Raja: Alat Kontrol Pemerintah Kolonial Berkedok Pendidikan

Namun torpedo kedua tepat mengenai bagian tengah kapal yang sebelumnya berlubang karena terkena peluru meriam 28cm. 

Ledakan besar tak terelakkan, air dengan cepat membanjiri Blucher, secara perlahan bagian kiri Blucher mulai terendam air.

Api yang dengan cepat merembet ke bagian gudang amunisi kemudian menciptakan ledakan dasyat bagaikan kembang api. Ledakan tersebut menghancurkan bagian supersruktur kapal dan memaksa komandan di Kapal Blucher, Oskar Kummetz, memberikan perintah untuk meninggalkan kapal.

Blucher yang terluka parah secara perlahan mulai tenggelam ke dasar Oslofjord. 500-1000 pasukan Jerman tenggelam bersama Blucher.

Baca juga: MULO: Sekolah Elite Zaman Kolonial yang Jadi Cikal Bakal SMA Favorit Sekarang

Tenggelamnya Blucher rupanya tidak menghentikan ambisi Jerman untuk mengkontrol Norwegia sepenuhnya. Beberapa jam kemudian benteng Oslofjord dibombardir oleh Luftwaffe dan memaksa kolonel Eriksen menyerah dan meninggalkan Oslofjord.

Kendati demikian, tenggelamnya Blucher memberikan waktu bagi keluarga kerajaan Norwegia dan para anggota kabinet untuk meninggalkan Oslo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hitler's Pre-emptive War: The Battle For Norway, 1940

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU