Kisah Walter Frederick Morrison Jadi Bapak Frisbee Dunia: Bermula dari Permainan Iseng di Pantai
INDOZONE.ID - Ada yang tahu frisbee? Atau mungkin ada yang masih punya mainan ini di rumah? Kalau kalian nggak tahu ini mainan apa, kita bahas dulu bareng-bareng.
Frisbee merupakan sebuah mainan plastik berbentuk piringan yang ukuran diameternya 20-25 cm.
Buat kalian yang punya Anjing peliharaan, rasanya mainan ini jadi salah satu mainan wajib yang bisa kalian mainkan bareng peliharaan kalian.
Nama Frisbee sendiri merupakan nama yang menjadi hak cipta dari perusahaan mainan Wham-O sebagai pemilik dari mainan ini.
Meski begitu, orang-orang di seluruh dunia lebih mengenal mainan piring terbang ini sebagai Frisbee.
Penggunaan jenis bahan dan desain Frisbee yang dibentuk sedemikian rupa ditujukan supaya mainan ini bisa terlempar jauh dan melayang dengan stabil di udara. Selain itu, Frisbee juga memiliki peruntukan tersendiri tergantung jenis bahan dan ukurannya.
Walter Frederick Morrison, Sang Bapak Frisbee Dunia
Nah, orang pertama yang memperkenalkan frisbee ialah Walter Frederick Morrison. Ia seorang pengusaha asal Richfield, Utah, AS kelahiran 23 Januari 1920.
Morrison merupakan putra dari seorang dokter mata bernama Walter F. Morrison. Semasa hidupnya, Fred pernah menjadi pilot pesawat tempur di masa Perang Dunia Kedua dan sukses menjalani 58 misi selama perang berlangsung.
Ide membuat frisbee muncul ketiak Fred masih berpacaran dengan wanita bernama Lucile Eleanor Nay, yang kelak menjadi istrinya.
Pada tahun 1938, Fred dan Lucile suka bermain lempar-tangkap. Fred membeli sebuah loyang kue saat mengunjungi pantai di Santa Monica, California seharga $5.
Baca juga: Dari Kerang hingga Yuan: Sejarah Uang di Tiongkok Kuno
Bukan untuk membuat kue, tapi untuk bermain lempar tangkap. Melihat keseruan Fred dan Lucile bermain lempar-tangkap, pengunjung pantai lain jadi tertarik ikut bermain lempar-tangkap.
Dari sini, Fred dan Lucile melihat adanya peluang bisnis. Mereka meminta sejumlah uang kepada pengunjung pantai yang ingin bermain lempar-tangkap.
Bisnis kecil-kecilan ini ternyata sangat menguntungkan. Bahkan, usaha ini terus berkembang sampai ke pantai di Los Angeles.
Kemudian, Fred menamai bisnisnya sebagai "Flyin' Cake Pans". Selepas Perang Dunia Kedua pada 1946, Fred mulai membuat desain untuk mainan piring terbang miliknya.
Mainan ini pada awalnya dinamakan sebagai Whirlo-Way. Kemudian di tahun 1948, Fred mengajak seorang investor bernama Warren Franscioni untuk membantunya memproduksi mainan tersebut.
Saat pertama kali dijual ke pasaran, nama mainan tersebut kembali berganti menjadi Flyin-Saucer. Sayangnya, penjualan mainan tersebut sangat buruk.
Baca juga: Teknologi, Astronomi, dan Kertas: Warisan Hebat dari Dinasti Tang
Pada tahun 1950, Fred dan Warren mengakhiri kerjasama mereka. Selang 5 tahun berikutnya, Fred kembali merintis bisnisnya seorang diri dan menjual mainannya dengan harga yang lebih murah.
Hingga akhirnya pada 23 Januari 1957, Fred menjual hak paten mainannya kepada perusahaan mainan Wham-O. Saat dijual ke Wham-O, awalnya mainan tersebut dinamakan Pluto Platter.
Barulah per bulan Juni 1957, nama mainan piring terbang itu dikenal sebagai Frisbee.
Pada tahun 2006, penulis Phil Kennedy merilis sebuah buku yang ditujukan untuk menghormati Fred. Buku tersebut diberi judul Flat Flip Flies Straight, True Origins of the Frisbee.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: