Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 09 JULI 2025 • 06:45 WIB

Jauh Sebelum Covid Ternyata Jakarta Pernah Lumpuh oleh Berbagai Wabah, Begini Cara Pemerintah Kolonial Mengatasinya

Jauh Sebelum Covid Ternyata Jakarta Pernah Lumpuh oleh Berbagai Wabah, Begini Cara Pemerintah Kolonial MengatasinyaBatavia-di-masa-kolonial-Wikipedia-2671209119.jpg" data-path="photo/p2/44/2025/04/20/Pelabuhan-Batavia-di-masa-kolonial-Wikipedia-2671209119.jpg" data-crop="" data-caption="Pelabuhan Batavia di masa kolonial. " data-author="Wikipedia" data-source="Wikipedia" data-credit="Wikipedia" data-watermark="0">Pelabuhan Batavia di masa kolonial. (Wikipedia)

INDOZONE.ID - batavia" target="_blank" rel="noopener">Batavia (sekarang Jakarta) pernah dilanda krisis" target="_blank" rel="noopener">krisis kesehatan" target="_blank" rel="noopener">kesehatan parah di awal abad ke-20. Wabah penyakit seperti kolera, malaria, dan tifus merajalela. 

Pemerintah kolonial Belanda dianggap abai terhadap kesejahteraan warga. Fokus mereka hanya pada ekonomi, bukan pelayanan kesehatan" target="_blank" rel="noopener">kesehatan dasar.

Akibatnya, ribuan orang meninggal sia-sia. Kondisi geografis batavia" target="_blank" rel="noopener">Batavia yang berlumpur dan berawa memperparah situasi.

Sungai-sungai seperti Ciliwung tercemar berat. Masyarakat menjadikannya tempat buang air besar dan sampah, dikenal sebagai tradisi negenuursbloemen (bunga jam sembilan).

Baca juga: Ajian Batara Karang, Kisah Rahasia Kekuatan Majapahit dari Kekuatan Gaib Raden Wijaya

Kanal penuh limbah menjadi tempat berkembang biak nyamuk dan bakteri. Kebiasaan buruk warga mempercepat penyebaran penyakit. 

Minimnya sanitasi di pemukiman padat jadi masalah utama. Rumah-rumah tidak memiliki jamban pribadi. Mereka juga mengonsumsi air sungai mentah tanpa dimasak. Polusi udara dari asap dan candu melemahkan kesehatan" target="_blank" rel="noopener">kesehatan pernapasan masyarakat.

Kolera: Penyakit Pembunuh yang Mematikan

Kolera menjadi momok menakutkan sejak 1629. Penyakit ini menyerang pencernaan, menyebabkan diare dan muntah hebat. Korban tewas akibat dehidrasi ekstrem. 

Pada 1909 saja, kolera merenggut 6.550 nyawa dalam empat bulan di batavia" target="_blank" rel="noopener">Batavia. Wabahnya datang berulang, terutama saat musim hujan dan banjir.

Pemerintah kolonial lambat merespons wabah tersebut. Baru pada 1910 program vaksinasi massal dimulai. Hasil dari vaksinasi tersebut terbilang efektif, terbukti secara data bahwa kematian warga non-Eropa turun 53,8%, sementara warga Eropa yang divaksin nihil kematian. 

Lembaga seperti Institut Pasteur dan Rumah Sakit Cikini memiliki peran yang penting dan vaksin jadi senjata ampuh melawan kolera.

Baca juga: 5 Arti Mimpi Melihat Darah Menurut Primbon Jawa, Bikin Merinding!

Tifus: Silent Killer yang Sulit Dideteksi

Tifus menyebar lewat makanan/air terkontaminasi bakteri. Bahayanya, orang sehat bisa membawa bakteri tanpa gejala. 

Sebuah kasus di hotel batavia" target="_blank" rel="noopener">Batavia membuktikan pemiliknya jadi “super-spreader”. Tifus juga banyak menyerang tentara, menyumbang 1,21% kematian militer Hindia Belanda pada rentang tahun 1906 hingga 1916.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal Sejarah Citra Lekha

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jauh Sebelum Covid Ternyata Jakarta Pernah Lumpuh oleh Berbagai Wabah, Begini Cara Pemerintah Kolonial Mengatasinya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!