Selasa, 08 JULI 2025 • 13:05 WIB

Tanegashima, Senjata Revolusioner Pengubah Jalannya Pertempuran di Jepang

Author

Tanegashima 

INDOZONE.ID - Kehadiran sebuah senjata pernah mengubah perjalanan sejarah Jepang. Syahdan pada pada tahun 1467 hingga 1573, Jepang berada di Era Sengoku.

Pada masa itu, kekaisaran terpecah menjadi berbagai negara kecil yang dipimpin oleh para samurai yang saling berperang. 

Peperangan pada masa itu didominasi oleh penggunaan senjata tradisional seperti katana (pedang), naginata (senjata tongkat), yari (tombak), dan yumi (busur). 

Baca juga: Shen Kuo: Pemikir Visioner Tiongkok yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Abad ke-11

Konflik yang terus-menerus mendorong inovasi dalam bidang persenjataan. Momentum pentingnya terjadi pada tahun 1543.   

Di tahun 1543, sebuah kapal junk dari Tiongkok dengan awak kapal asal Portugal terdampar di Pulau Tanegashima akibat badai. 

Mereka kemudian berinteraksi dengan penduduk setempat dan memperkenalkan beberapa teknologi baru, salah satunya adalah senapan sundut atau arquebus. 

Kehadiran orang Portugis menarik perhatian Daimyo atau penguasa militer setempat, Tanegashima Tokitaka. Ia tertarik dengan potensi penggunaan arquebus dalam pertempuran.

Baca juga: Lu Buwei: Mentor Pemimpin Tiran di Tiongkok Kuno

Tokitaka membeli dua buah arquebus dan memerintahkan ahli senjata lokal untuk mereplikasi senjata tersebut agar dapat diproduksi secara lokal.

Pada awalnya, ahli senjata lokal mengalami kesulitan dalam meniru mekanisme senapan tersebut karena teknik pembuatan kunci sundut (matchlock) belum dikenal di Jepang. 

Kebuntutan itu baru teratasi setahun kemudian. Orang-orang portugis yang sempat terdampar kembali ke Jepang setelah berhasil pulang ke negaranya. 

Mereka turut membawa seorang ahli senjata. Dengan bantuan ahli senjata Portugis, para ahli senjata Jepang berhasil memahami dan mereplikasi teknologi ini. 

Baca juga: Pemberontakan Huang Chao: Dari Kemarahan Petani hingga Runtuhnya Dinasti Tang

Keberhasilan replikasi arquebus memungkinkan senjata baru ini, yang dinamai Tanegashima, diproduksi secara lokal.

Senjata itu kemudian digunakan dalam peperangan. Kemampuan Tanegashima untuk menyerang dari jarak jauh dengan daya rusak besar mulai mengubah taktik militer Jepang. 

Daimyo seperti Oda Nobunaga memanfaatkan senjata api ini untuk memperkuat kekuasaannya. Nobunaga menjadi pionir dalam penggunaan senapan secara terorganisir.

Ia menciptakan barisan penembak dengan strategi tembakan bergantian yang disebut “three-stage shooting.” 

Baca juga: Djuanda Kartawidjaya, Pelopor Tonggak Hukum Laut Indonesia yang Menyatukan Nusantara

Teknik ini memungkinkan pasukan Nobunaga menembak secara berkelanjutan tanpa jeda pengisian ulang. Penggunaan senapan Tanegashima oleh Nobunaga pada Pertempuran Nagashino tahun 1575 menjadi momen penting yang menunjukkan kehebatan senjata api atas kavaleri klan Takeda yang sebelumnya mendominasi medan pertempuran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Buku Tanegashima: The Arrival Of Europe In Japan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU