Makam Kyai Telising. (Dok. Rabu Sipan)
INDOZONE.ID - Kudus, sebuah kota yang dikenal sebagai pusat agama Islam dan budaya di Jawa, menyimpan banyak kisah menarik tentang penyebaran agama Islam.
Salah satunya adalah kisah Kyai Telingsing, seorang ahli ukir yang berasal dari Tiongkok, yang perannya dalam sejarah Kudus tak hanya penting dalam bidang agama, tetapi juga dalam seni dan budaya.
Makam Kyai Telingsing yang terletak di Desa Sunggingan, Kecamatan Kota Kudus, menjadi salah satu tujuan ziarah bagi banyak orang, baik dari Kudus maupun luar daerah, bahkan luar pulau.
Masyarakat Kudus mengenal Kyai Telingsing sebagai seorang mubalig dan sekaligus seorang seniman ukir yang ulung. Nama aslinya adalah The Ling Sing, berasal dari Tiongkok Selatan.
Kyai Telingsing dikenal sebagai pendakwah yang menyebarkan Islam di Kudus bersama dengan Sunan Kudus. Namun, selain kegiatan dakwah, Kyai Telingsing juga terkenal karena keahlian dalam seni ukir, yang bahkan menjadi cikal bakal nama Desa Sunggingan.
Kata sungging dalam bahasa Jawa berarti "ahli mengukir", dan ini berhubungan erat dengan kemampuan Kyai Telingsing dalam seni ukir.
Salah satu cerita terkenal mengenai kemampuan mengukir Kyai Telingsing terjadi ketika ia diperintahkan oleh seorang raja untuk mengukir sebuah kendi.
Namun, bukannya mengikuti perintah tersebut, Kyai Telingsing justru meninggalkan kendi tersebut dalam keadaan pecah, dan ternyata di dalam pecahan kendi itu terukir kalimat "La ilaha illallah".
Raja yang marah melihat kejadian tersebut malah merasa takjub dan mulai mengagumi keahlian Kyai Telingsing.
Menara Masjid Kudus. (Dok. Pribadi)
Kyai Telingsing bukan hanya dikenal karena keahliannya dalam seni ukir, tetapi juga karena peranannya dalam penyebaran agama Islam di Kudus.
Ia datang ke Kudus pada abad ke-15, pada masa Sunan Kudus, dan menyebarkan Islam di daerah yang saat itu mayoritas penduduknya masih memeluk agama Hindu dan Buddha.
Dalam perjalanan dakwahnya, Kyai Telingsing mendirikan sebuah masjid dan pesantren di Desa Nganguk, yang kini dikenal sebagai tempat yang memiliki air keramat. Konon, air di desa tersebut bisa digunakan untuk menguji kejujuran seseorang.
Selain itu, Kyai Telingsing juga dikenal memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Sunan Kudus. Meskipun Sunan Kudus adalah seorang pemimpin agama dan wilayah, Kyai Telingsing memilih untuk fokus pada dakwah dan tidak tertarik pada kekayaan atau kekuasaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jurnal Babad Tanah Jawa: Majapahit, Demak, Dan Pajang.