INDOZONE.ID - Pada abad ke-19, Batavia merupakan pusat kota administratif pemerintahan kolonial Belanda yang mendirikan hegemoninya di wilayah Hindia Belanda.
Pada tahun 1808, Napoleon Bonaparte yang berhasil menaklukan Belanda memerintahkan sang adik yaitu Louis Napoleon untuk menunjuk Herman William Daendels menjadi Gubernur Jenderal.
Tak hanya Daendels, Hindia Belanda juga sempat mengalami beberapa pergantian dan penunjukan Gubernur Jenderal, seperti T. S. Raffles dan Van den Bosch.
Pada abad tersebut, Batavia mengalami berbagai macam dinamika yang terjadi, seperti isu ekonomi, politik, sosial-budaya, dan teknologi.
Baca Juga: Ilmuwan Amerika Sukses Hidupkan Kembali Serigala Purba Dire Wolf yang Telah Punah
Salah satu isu yang eksis dan berkembang saat itu adalah transformasi teknologi telekomunikasi yang dipelopori oleh mesin telegraf.
Sebelumnya, komunikasi di Hindia Belanda hanya mengandalkan metode konvensional seperti melalui surat dan pos yang memakan waktu hingga berbulan-bulan.
Oleh karena itu, pada tahun 1855 Pemerintah Hindia Belanda mengajukan usulan terhadap Kerajaan Belanda untuk mendirikan telegraf di Indonesia. Usulan tersebut dapat disetujui, saluran telegraf pertama dipasang antara Batavia dan Buitenzorg pada tanggal 23 Oktober 1856.
Dengan dipasangnya alat telekomunikasi telegraf, hal tersebut tentu saja memberikan kemudahan dalam pertukaran informasi. Namun, dengan berbagai macam kegunaannya, alat tersebut menjadi kekuatan bagi pemerintah kolonial dalam mengokohkan hegemoni mereka.
Baca Juga: 7 Ciri Warung yang Diduga Pakai Jin Penglaris, Jangan Sampai Salah Masuk!
Oleh karena itu, kali ini penulis akan membahas lebih komprehensif terkait bagaimana eksistensi telegraf di Batavia dapat memperluas pengaruh kolonialisme Belanda di Nusantara dan dampak apa saja yang ditimbulkan dari eksistensi telegraf di Batavia, serta apakah eksistensi telegraf di Batavia menjadi fondasi utama dalam pengembangan telekomunikasi Hindia Belanda hingga kemerdekaan.
Berikut merupakan penjelasan yang akan penulis jelaskan secara eksplisit dan komprehensif
Pada pertengahan abad ke-19, eksistensi telegraf di batavia tidak hanya menjadi tanda kemajuan teknologi, tetapi juga berperan sebagai momentum strategis dalam memperluas dan mengintegrasikan hegemoni kolonial Belanda di Nusantara.
Sejak eksistensi jaringan telegraf pertama di Batavia, pembangunan jaringan telegraf di wilayah lain cukup pesat karena pemerintah kolonial melihat adanya peluang dalam menciptakan kekuasaan yang lebih solid.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jurnal Sejarah Dan Pendidikan Sejarah