INDOZONE.ID - Jika keabadian bisa didapatkan, banyak orang menginginkannya demi mempertahankan perawakan awet muda yang menawan. Itulah yang diinginkan Elizabeth Bathory.
Demi mendapatkan keabadian, Elizabeth Bathory melakukan hal yang di luar nalar pada umumnya. INDOZONE akan menjelaskan kisah kelam Elizabeth Bathory, yang juga disebut Dracula versi wanita, kepada kamu.
Elizabeth Bathory dikenal dengan julukan “Blood Countess”. Akan tetapi, siapa dia sejatinya?
Elizabeth Bathory merupakan seorang bangsawan Hungaria kaya yang memandikan dirinya dengan lumuran darah. Ia percaya, bahwa darah merah segar akan membuat kecantikannya abadi.
Namun, apakah ritual mandi darah itu benar-benar terjadi, atau hanya mitos yang lahir karena konspirasi?
Baca Juga: 6 Kisah Mistis Gunung Ciremai: Mulai dari Misteri Nyi Lingga sampai Nini Pelet dan Kerajaan Jin
Elizabeth Bathory, adalah seorang wanita bangsawan Hongaria yang kaya dan berkuasa.
Pada 1610, ia dituduh melakukan tindakan pembunuhan berantai yang mengerikan dan dikurung di rumahnya, di Kastil Cachtice.
Elizabeth Bathory konon telah membunuh sedikitnya 600 korban, membuatnya mendapatkan rekor dunia sebagai pembunuh wanita paling produktif dan julukan “Blood Countess”.
Elizabeth Bathory dituduh melakukan serangkaian kejahatan terhadap para pelayan wanita dan bangsawan wanita yang datang kepadanya untuk pelatihan serta pendidikan.
Sebagian besar tuduhan penyerangan dan pembunuhan terjadi setelah ia menjadi janda. Perlu diketahui, suami Elizabeth Bathory, Nadasdy, meninggal pada 1604.
Beberapa korban Elizabeth Bathory dilumuri madu dan ditinggalkan di luar untuk dimakan serangga.
Selama musim dingin, wanita muda ditelanjangi dan dipaksa masuk ke pemandian es yang mematikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Biography.com