Ilustrasi buku sejarah. (Freepik)
INDOZONE.ID - Sejarah adalah ilmu yang mempelajari peristiwa yang terjadi pada masa lalu. Melalui sejarah, kita dapat mengetahui berbagai kejadian penting, perkembangan suatu bangsa, serta perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu.
Setiap ahli memiliki pendapat yang berbeda tentang pengertian sejarah. Perbedaan pendapat ini membuat kita bisa memahami sejarah dari berbagai sudut pandang.
Lalu, bagaimana pengertian sejarah menurut para ahli, mulai dari Herodotus hingga Ibnu Khaldun? Yuk simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
ilustrasi Sejarah (Wikipedia)Herodotus (484–425 SM) merupakan sejarawan asal Yunani yang dikenal sebagai Bapak Sejarah. Ia mendapat julukan tersebut karena menjadi salah satu tokoh pertama yang menyusun catatan sejarah secara sistematis melalui karyanya yang berjudul Histories.
Menurut Herodotus, sejarah adalah hasil penyelidikan tentang berbagai peristiwa yang pernah terjadi dalam kehidupan manusia. Baginya, sejarah tidak hanya mencatat kejadian, tetapi juga menjelaskan bagaimana suatu peristiwa dapat terjadi.
Baca juga: Sejarah Provinsi di Indonesia: Dari Delapan hingga Mekar Menjadi 38 Provinsi
Menurut Aristoteles, sejarah adalah catatan tentang kejadian yang benar-benar terjadi di masa lalu dan disusun berdasarkan urutan waktu. Menurutnya, sejarah berfokus pada fakta atau peristiwa khusus yang pernah terjadi.
Aristoteles juga berpendapat bahwa sastra memiliki nilai yang lebih tinggi karena tidak hanya menceritakan kejadian, tetapi juga menggambarkan kehidupan dan sifat manusia secara lebih luas.
Menurut R.G. Collingwood, sejarah merupakan penyelidikan tentang tindakan manusia yang terjadi pada masa lalu. Menurutnya, sejarah tidak hanya mencatat peristiwa yang terlihat, tetapi juga memahami pikiran, tujuan, dan alasan di balik tindakan manusia tersebut. Sejarawan perlu memahami cara berpikir tokoh masa lalu agar dapat menjelaskan suatu peristiwa dengan lebih baik.
Beralih ke Indonesia, Prof. Dr. H. Sartono Kartodirdjo adalah sejarawan terkemuka yang diakui sebagai Bapak Sejarah Indonesia Modern. Beliau merupakan pelopor penulisan sejarah dengan sudut pandang Indonesia-sentris.
Menurut Sartono Kartodirdjo, sejarah dapat dilihat dari dua sudut pandang. Secara objektif, sejarah merupakan peristiwa atau kenyataan yang benar-benar terjadi di masa lalu. Sedangkan secara subjektif, sejarah merupakan cerita atau hasil penulisan kembali peristiwa masa lalu oleh sejarawan berdasarkan sumber dan bukti yang tersedia.
Baca juga: Mengenal Sejarah Perkembangan Sosiologi Beserta Tokoh-Tokohnya
Abdurrahman bin Muhammad bin Khaldun Al-Hadrami, atau yang lebih dikenal sebagai Ibnu Khaldun, adalah seorang sejarawan muslim asal Tunisia yang diakui dunia sebagai bapak sosiologi, historiografi, dan ekonomi modern.
Dalam karyanya yang sangat terkenal, Muqaddimah, Ibnu Khaldun mendefinisikan sejarah sebagai catatan tentang masyarakat manusia atau peradaban dunia, mengenai perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat, kelahiran peradaban, naik turunnya kekuasaan, serta berbagai aktivitas dan okupasi manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Penerbitdeepublish.com