Mesin Enigma (Science Museum Group)
INDOZONE.ID - Sejarah kriptografi mesin Enigma menjadi salah satu kisah paling penting dalam Perang Dunia II.
Hal tersebut menjadi bukti bahwa kemenangan tidak hanya ditentukan di medan tempur, tapi melalui perang kecerdasan dan teknologi sandi.
Mesin Enigma awalnya dikembangkan oleh Arthur Scherbius pada 1918 untuk kebutuhan komunikasi komersial.
Namun, teknologi ini kemudian diadopsi oleh militer Jerman untuk mengamankan pesan strategis selama perang.
Baca juga: Radio Kiamat Rusia Kembali Aktif, Misteri Era Perang Dingin Jadi Sorotan Dunia
Cara kerja Enigma terbilang kompleks. Berdasarkan penjelasan The Guardian, Jumat (10/04/2026), mesin ini menggunakan sistem rotor berputar untuk mengacak huruf menjadi kode yang sulit ditebak.
Setiap huruf yang diketik akan berubah menjadi huruf lain. Hasilnya akan terus berbeda karena posisi rotor selalu berubah.
Dengan kombinasi ribuan kemungkinan, Enigma sempat dianggap mustahil untuk dipecahkan. Bahkan, tambahan fitur seperti plugboard makin meningkatkan tingkat keamanannya.
Sejak awal perang, sekutu menyadari pentingnya memecahkan kode Enigma. Mengutip Ebsco, langkah awal dimulai dari dokumen manual yang diperoleh pada 1931.
Kemudian, kriptografer Polandia membuat terobosan besar pada 1932 dengan memahami sistem kerja Enigma.
Baca juga: Takbir dan Swastika: Hubungan Nazi Jerman dan Islam pada Perang Dunia Kedua
Informasi tersebut akhirnya dibagikan kepada Inggris pada 1939, tepat sebelum perang makin memanas.
Upaya ini kemudian dipusatkan di Bletchley Park, yang menjadi markas utama intelijen Inggris dalam memecahkan sandi Jerman.
Baca juga: Kisah Optatius Buyssens, Tentara Perang Dunia I yang Selamat Berkat Koin Penangkis Peluru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ebsco, The Guardian