Candi Borobudur pada masa lampau. (Konservasi Borobudur)
INDOZONE.ID - Siapa yang tak kenal Candi Borobudur? Candi megah ini menjadi salah satu kebanggaan Indonesia yang mampu menarik jutaan wisatawan dari berbagai penjuru dunia setiap tahunnya. Namun, tak banyak yang tahu bahwa Borobudur pernah berada dalam kondisi terlantar dan hampir terlupakan. Perjalanan panjang pemugarannya pun menjadi kisah penting dalam pelestarian warisan sejarah Nusantara.
Pada awal abad ke-19, Borobudur sempat terkubur oleh lapisan tanah, semak belukar, dan pepohonan liar akibat aktivitas vulkanik serta perubahan lingkungan selama berabad-abad. Situs bersejarah yang berada di wilayah Magelang, Jawa Tengah ini nyaris luput dari perhatian dunia.
Barulah pada tahun 1814, Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Letnan Gubernur Inggris di Jawa, mendengar kabar mengenai adanya “tumpukan batu besar misterius” di kawasan tersebut. Raffles yang dikenal memiliki ketertarikan terhadap sejarah dan kebudayaan lokal kemudian memerintahkan tim ekspedisi untuk menelusuri lokasi tersebut.
Pencarian itu dipimpin oleh insinyur Belanda, H.C. Cornelius, yang kemudian berhasil menemukan kembali struktur candi yang tertutup tanah dan vegetasi. Tim tersebut membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk membersihkan area candi agar bentuk aslinya mulai terlihat.
Baca juga: Fakta Menarik Candi Borobudur, Dibangun di Atas Bukit dan Pernah Menghilang
Meski demikian, upaya yang dilakukan pada masa Raffles baru sebatas pembukaan situs dan belum sampai pada tahap pemugaran menyeluruh. Selama abad ke-19, kondisi Borobudur masih rentan mengalami kerusakan akibat faktor alam maupun aktivitas manusia.
Kesadaran akan pentingnya pelestarian cagar budaya akhirnya mendorong pemerintah kolonial Belanda melakukan upaya restorasi yang lebih serius. Pemugaran besar pertama dilakukan pada tahun 1907 hingga 1911 di bawah pimpinan ahli teknik Belanda, Theodore van Erp.
Dalam proyek tersebut, Van Erp dan timnya melakukan berbagai perbaikan penting, termasuk memperkuat struktur candi, memperbaiki stupa, serta menata kembali batu-batu yang sebelumnya berserakan. Berkat upaya tersebut, struktur utama Borobudur berhasil diselamatkan dari kerusakan yang lebih parah dan mulai dikenal kembali sebagai salah satu mahakarya arsitektur kuno di dunia.
Proses Pemugaran Candi Borobudur. (sumber: pinterest)
Namun, proses pelestarian Borobudur tidak berhenti di sana. Pada dekade 1970-an, pemerintah Indonesia bekerja sama dengan UNESCO untuk melakukan proyek restorasi besar-besaran. Program konservasi internasional ini berlangsung dari tahun 1975 hingga 1982 dan melibatkan para ahli dari berbagai negara.
Dalam proyek tersebut, jutaan batu candi dibongkar, dibersihkan, kemudian disusun kembali dengan sistem drainase baru untuk mencegah kerusakan akibat air dan erosi. Upaya restorasi ini menjadi salah satu proyek konservasi arkeologi terbesar di dunia pada masanya.
Berkat keberhasilan proyek tersebut, pada tahun 1991 Borobudur resmi ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage Site, yang menandai pengakuan dunia terhadap nilai sejarah, budaya, dan arsitektur candi tersebut.
Baca juga: 7 Mitos dan Fakta Menarik Candi Borobudur yang Kamu Harus Tau
Kini, Borobudur tidak hanya menjadi destinasi wisata unggulan Indonesia, tetapi juga simbol penting dari kekayaan budaya dan spiritualitas Nusantara. Candi Buddha terbesar di dunia ini menyimpan ribuan panel relief yang menggambarkan ajaran Buddha, kehidupan masyarakat kuno, hingga perjalanan spiritual manusia menuju pencerahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Research Gate