Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 08 MARET 2026 • 19:30 WIB

Perhimpunan Indonesia dan Lahirnya Semangat Nasionalisme di Luar Negeri

Perhimpunan Indonesia dan Lahirnya Semangat Nasionalisme di Luar NegeriPerubahan Nama Indische Vereniging Menjadi Perhimpunan Indonesia (sumber: Facebook/Perpustakaan Nasional)

INDOZONE.ID - Indische Vereniging atau yang kemudian dikenal sebagai Perhimpunan Indonesia merupakan organisasi yang didirikan oleh para mahasiswa Indonesia di Belanda pada 1908.

Pada awal berdirinya, organisasi ini bersifat sosial dan bertujuan untuk memperhatikan kesejahteraan mahasiswa asal Hindia Belanda yang sedang menempuh pendidikan di Belanda. Kegiatan yang dilakukan pun lebih banyak berkaitan dengan solidaritas antar mahasiswa, diskusi intelektual, serta penguatan jaringan di kalangan pelajar.

Namun, seiring berjalannya waktu, arah perjuangan organisasi ini mulai berubah. Indische Vereniging berkembang menjadi organisasi yang memiliki orientasi politik, terutama dalam memperjuangkan gagasan kemerdekaan bagi Indonesia.

Baca juga: Bangkitkan Nasionalisme di Masa Penjajahan, Ini Tantangan dan Penindasan yang Dihadapi Perhimpunan Indonesia

Perubahan Nama dan Arah Perjuangan

Pada masa awal berdirinya dengan nama Indische Vereniging, organisasi ini terbuka bagi orang Indonesia, termasuk mereka yang memiliki keturunan Belanda. Nama “Indische” sendiri merujuk pada istilah Hindia atau wilayah Hindia Belanda yang digunakan pada masa kolonial.

Pada 1922, nama organisasi ini kemudian diubah menjadi Indonesische Vereniging. Perubahan nama ini dilakukan karena istilah “Indische” dianggap lebih identik dengan penyebutan wilayah kolonial, sementara kata “Indonesia” mulai dipandang sebagai identitas bangsa yang lebih jelas.

Selain itu, perubahan nama tersebut juga membuat keanggotaan organisasi menjadi lebih eksklusif. Sejak saat itu, organisasi tidak lagi membuka keanggotaan bagi orang-orang keturunan Belanda.

Perubahan ini dipengaruhi oleh semakin kuatnya semangat nasionalisme di kalangan tokoh-tokoh organisasi tersebut. Pergantian nama juga menjadi salah satu penanda awal penggunaan istilah “Indonesia” secara politis oleh kalangan pergerakan nasional.

Baca juga: Perubahan Nama Indische Vereniging Menjadi Perhimpunan Indonesia: Semangat Pergerakan Nasionalisme Indonesia

Menjadi Perhimpunan Indonesia

Perubahan nama kembali terjadi pada 1925. Nama Indonesische Vereniging tidak lagi digunakan dan diganti menjadi Perhimpunan Indonesia.

Sejak perubahan nama yang kedua ini, penggunaan istilah-istilah berbahasa Belanda yang sebelumnya digunakan dalam organisasi mulai ditinggalkan. Sebagai gantinya, organisasi mulai menggunakan bahasa nasional yang pada masa itu masih menggunakan bahasa Melayu.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempertegas semangat nasionalisme dan menegaskan identitas bangsa yang berbeda dari Belanda. Selain itu, perubahan tersebut juga menjadi simbol upaya memperkuat kepribadian bangsa Indonesia sekaligus memperjelas tujuan perjuangan menuju pembentukan negara Indonesia yang merdeka.

Seiring waktu, Perhimpunan Indonesia kemudian dikenal sebagai salah satu organisasi penting dalam sejarah pergerakan nasional. Organisasi ini menjadi wadah bagi para mahasiswa Indonesia di luar negeri untuk menyuarakan gagasan kemerdekaan serta memperkenalkan identitas Indonesia di tingkat internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Doi.org

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Perhimpunan Indonesia dan Lahirnya Semangat Nasionalisme di Luar Negeri

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!