Ilustrasi Sarposa Prison Attack. (The Christian Science Monitor)
INDOZONE.ID - Sejarah dunia pernah mencatat salah satu aksi pelarian tahanan paling spektakuler yang sulit dipercaya.
Dalam waktu hanya sekitar 4,5 jam, sebanyak 480 narapidana berhasil melarikan diri dari sebuah penjara dengan sistem keamanan superketat tanpa satu pun tembakan dilepaskan ataupun alarm berbunyi.
Peristiwa tersebut terjadi pada April 2011 di Kota Kandahar, Afghanistan, tepatnya di Penjara Sarposa. Simak lima fakta menariknya di bawah ini!
Penjara Sarposa dikenal sebagai salah satu fasilitas tahanan paling dijaga di Afghanistan. Keamanannya tidak hanya berada di bawah pengawasan aparat Afghanistan, tetapi juga melibatkan pasukan internasional NATO.
Tingkat pengamanan tinggi ini bukan tanpa alasan. Sarposa digunakan untuk menahan anggota Taliban yang dianggap paling berbahaya di dunia.
Di dalamnya tidak hanya terdapat anggota biasa, tetapi juga lebih dari 100 komandan lapangan Taliban yang memiliki peran penting dalam jaringan militan tersebut.
Dengan pengawasan berlapis dan penjagaan ketat, pelarian massal dari penjara ini sebelumnya dianggap hampir mustahil.
Namun, di seberang penjara berdiri sebuah bangunan kecil yang tampak seperti perusahaan konstruksi biasa. Bangunan tersebut ternyata disewa oleh pendukung Taliban sebagai bagian dari operasi rahasia.
Dari lokasi inilah mereka mulai menggali terowongan bawah tanah sepanjang sekitar 320 meter yang diarahkan langsung menuju area Sel Nomor 6, tempat para tahanan politik ditahan.
Proyek penggalian dilakukan secara sangat terencana agar tidak menimbulkan kecurigaan. Salah satu tantangan terbesar adalah membuang tanah hasil galian tanpa menarik perhatian. Untuk mengatasinya, aktivitas di bangunan tersebut dibuat seolah-olah merupakan proyek pembangunan biasa.
Terowongan itu bahkan dilengkapi fasilitas layaknya konstruksi profesional, seperti pipa ventilasi, kipas angin untuk menjaga sirkulasi udara, instalasi listrik, serta lampu penerangan sepanjang jalur.
Ukurannya pun cukup besar sehingga memungkinkan para tahanan merangkak dengan relatif aman.
Meski terowongan telah selesai dibangun, satu masalah besar masih tersisa: seluruh sel tahanan terkunci secara terpisah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube @risyadandson