INDOZONE.ID - Seorang pria paruh baya bernama Larry Ray yang merupakan mantan narapidana berusia 50 tahun, berhasil membentuk sebuah sekte terlarang yang mengerikan di kalangan mahasiswa kampus elite Sarah Lawrence College, New York.
Ray membangun citra sebagai mentor dan figur bijak untuk memanipulasi, mengendalikan, hingga mengeksploitasi sejumlah mahasiswa selama bertahun-tahun.
Kasusnya bermula pada 2010 ketika Larry baru keluar dari penjara karena kasus penipuan. Ia kemudian pindah tinggal bersama putrinya, Talia, yang waktu itu masih kuliah semester dua dan tinggal di asrama kampus bersama teman-temannya.
Baca juga: Kisah Tragis Sharon Tate: Aktris Berbakat yang Tewas di Tangan Sekte Sesat
Larry sering muncul di asrama itu, dia nongkrong di ruang bersama hingga tidur di sofa. Awalnya teman-teman Talia merasa aneh dan tidak nyaman dengan kehadiran Larry. Tapi lama-lama mereka kayak mikir, "ahh yaudahlah" mungkin Larry hanya tinggal sementara.
Tapi Larry malah betah tinggal di sana. Dia makin akrab sama penghuni asrama, dan lama-lama para mahasiswa mulai percaya kepadanya. Mereka melihat Larry sebagai sosok orang tua yang bijak.
Kepada para mahasiswa, Larry ngaku sebagai life coach yang bisa ngebantu soal patah hati, depresi, dan hal-hal emosional lainnya.
Larry juga mengarang cerita tentang dirinya yang pernah jadi tentara marinir, mata-mata internasional, bahkan menjalankan misi rahasia CIA. Padahal semua itu bohong.
Tapi anak-anak kampus itu percaya aja sama Larry. Mereka anggap Larry keren. Mereka tahu dia baru keluar dari penjara, tapi Larry bilang alasannya dia dipenjara karena "kelompok elit dan pemerintah ingin membungkamnya."
Larry kayaknya emang punya karisma yang kuat sehingga para mahasiswi percaya kepadanya. Hanya dalam beberapa bulan, mereka jadi benar-benar tunduk sama Larry.
Mereka mau melakukan apa saja yang dia minta. Dan akhirnya, Larry berhasil membentuk sekte kecil dari kelompok mahasiswi ini.
Larry Ray. (dok. SDNY/ChatGPT)
Jumlah anggota sekte ini memang hanya segelintir yakni sekitar 4-5 orang. Sementara mahasiswi lain justru merasa Larry sangat menyeramkan. Beberapa bahkan mengirim email ke pihak kampus buat ngasih tahu kalau Larry tinggal di asrama. Tapi sayangnya pihak kampus nggak ngelakuin apa-apa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian, TikTok/@realraywilliam