Ilustrasi sugeng riyadi dalam lebaran budaya Jawa (Freepik)
INDOZONE.ID - Lebaran bukan sekedar perayaan kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi juga momentum mempererat silahturahmi dan saling memaafkan. Khususnya buat kamu yang memiliki keturunan suku Jawa, tentunya paham dengan makna dari kata 'Sugeng Riyadi'.
Dalam budaya Jawa, ucapan “Sugeng Riyadi” menjadi bagian penting dari tradisi tersebut. Ungkapan ini sarat nilai kesopanan, kerendahan hati, dan penghormatan kepada sesama.
Berikut makna dan filosofi yang terkandung di dalamnya seperti yang dikutip dari beberapa situs, salah satunya studiokado.co.id.
Secara bahasa, “Sugeng Riyadi” berasal dari dua kata dalam Bahasa Jawa.
Sugeng berarti selamat atau sejahtera.
Riyadi berasal dari kata “riyaya” yang berarti hari raya.
Baca juga: Arti Mimpi Lebaran Idul Fitri, Benarkah Jadi Sinyal Kabar Baik?
Dengan demikian, “Sugeng Riyadi” dapat dimaknai sebagai “Selamat Hari Raya.” Dalam konteks Lebaran, ucapan ini biasanya merujuk pada Hari Raya Idulfitri dan menjadi bentuk doa agar seseorang memperoleh keselamatan, kebahagiaan, dan keberkahan.
Ungkapan ini hampir selalu menyertai ucapan Sugeng Riyadi.
Sedoyo lepat berarti segala kesalahan.
Nyuwun pangapunten berarti memohon maaf.
Baca juga: Tradisi Mitoni: Ritual Kehamilan Tujuh Bulan dalam Budaya Jawa
Kalimat ini mencerminkan kerendahan hati dan kesadaran diri. Dalam budaya Jawa, meminta maaf bukan hanya formalitas, tetapi bagian dari etika sosial untuk menjaga harmoni. Permohonan maaf disampaikan dengan tulus sebagai upaya membersihkan hati dan mempererat hubungan kekeluargaan.
Bahasa Jawa memiliki tingkatan tutur (unggah-ungguh basa) yang menunjukkan rasa hormat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan