Ilustrasi perayaan tahun baru versi masyarakat pribumi atau Indlands Nieuwjaar. (AI)
INDOZONE.ID - Dalam edisi surat kabar Het Volk tertanggal 2 Februari 1935, tersaji laporan menarik mengenai perayaan tahun baru versi masyarakat pribumi atau Indlands Nieuwjaar dari perspektif jurnalis Belanda.
Pada masa itu, pergantian tahun Masehi pada malam 31 Desember hingga 1 Januari belum menjadi tradisi yang dirayakan secara luas seperti sekarang.
Sang jurnalis mencatat bahwa umat Muslim di Hindia Belanda lebih menandai tahun baru berdasarkan penanggalan dan tradisi Islam yang telah mengakar dalam kehidupan mereka.
Mengarah pada perayaan meriah sebagaimana tahun baru orang-orang Eropa, perayaan tahun baru pribumi yang mayoritasnya beragama islam terjadi setelah bulan Ramadan menuju Syawal: Hari Lebaran.
Baca juga: Menyingkap Rahasia Tahun Baru Bangsa Mesir: Dari Sungai Nil hingga Ritual Dewa
Tetapi, sebelum merayakan Tahun Baru, "selama empat minggu, mereka (pribumi) melakukan mogok makan (puasa) di siang hari dan hanya makan (berbuka) saat kegelapan malam menyelimuti bumi," tulis jurnalis Het Volk.
Menjelang senja, tepat saat azan Magrib berkumandang, dentuman beduk terdengar bersahut-sahutan dari masjid-masjid kampung, menandai waktu berbuka puasa.
Anak-anak pun segera menghentikan permainan mereka dan berlari pulang dengan riang, sambil berseru penuh kegembiraan, “Makan… makan.”
Suasana kampung tetap hidup hingga malam hari. Para pedagang kaki lima menjajakan buah, permen, dan aneka panganan, memecah keheningan dengan teriakan khas mereka di sela-sela datangnya malam.
Sekelompok lelaki tampak duduk berjongkok, larut dalam percakapan santai antar tetangga sambil sesekali bersendawa usai menyantap hidangan.
Baca juga: Biar Beruntung di 2026, Cek 7 Takhayul Tahun Baru dari Berbagai Belahan Dunia
Di sisi lain, para perempuan terdengar riuh bercakap-cakap, sembari menyuapi anak-anak mereka dengan suapan nasi.
Sementara itu, para pemuda kampung mengisi malam dengan menyalakan petasan atau menabuh beduk tanpa henti.
Batavia pun dipenuhi suasana akrab dan meriah sepanjang bulan-bulan menjelang perayaan tahun baru pribumi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: National Geographic