Ilustrasi Jalur Kereta Sidoarjo–Surabaya (Sumber: Pinterest)
INDOZONE.ID - Ada sejarah panjang perkeretaapian di Sidoarjo sejak masa kolonial. Di kota ini, kita bisa melihat kisah perkembangan rel, stasiun, hingga angkutan kereta pada zaman Hindia Belanda. Tidak banyak yang tahu bahwa Sidoarjo dulu merupakan titik penting dalam jaringan rel di Jawa Timur.
Karena tingginya aktivitas angkutan pada masa itu, sempat muncul gagasan Cemerlang, yakni rencana membuat jalur baru agar perjalanan dari Sidoarjo ke Surabaya bisa dipangkas menjadi lebih singkat. Padahal jarak kedua wilayah tersebut hanya sekitar 8–9 kilometer. Namun, rencana zaman kolonial itu tidak langsung terwujud karena banyak pihak menolak, terutama karena biaya pembangunannya yang sangat besar.
Baca juga: Dari Gerobak Sapi ke Jalur Kereta: Sejarah Transportasi Kayu Jati di Jawa
Sebagai solusi, dipilih jalan tengah: jalur Sidoarjo–Surabaya digandakan agar kapasitas angkut meningkat tanpa biaya setinggi pembangunan jalur baru. Namun prosesnya tetap penuh tarik ulur, terutama dengan perusahaan kereta api milik Belanda, Staatsspoorwegen (SS). Mereka sangat ingin membuka jalur baru sekaligus menghubungkan beberapa pabrik gula penting, seperti Pabrik Gula Watu Tulis dan Pabrik Gula Bokor, meski jalurnya kini sudah dicabut sejak 2018.
Nah, dari sejarah panjang itulah akhirnya muncul sebuah pameran yang mengangkat kisah perkeretaapian Sidoarjo secara lebih dekat. Selain menghadirkan cerita tentang rel dan stasiun, pameran tersebut juga menampilkan miniatur kereta serta model pabrik gula yang pada masanya memiliki jalur kereta sendiri. Ada miniatur dari Pabrik Gula Pria, juga yang diduga merujuk pada Pabrik Gula Pepe. Semua miniatur itu menjadi pengingat betapa rumitnya jejaring transportasi dan industri zaman dulu, sistem yang mungkin tak terlihat dari luar, tetapi sangat memengaruhi perkembangan kota-kota seperti Sidoarjo.
Baca juga: Stasiun Bogor dan Jejak Rel Kolonial: Kisah Pembangunan Jalur Kereta Pertama di Jawa
Yang membuat pameran ini semakin menarik adalah penyajiannya yang tidak hanya menampilkan benda-benda bersejarah, tetapi juga membuka sisi lain dari perjalanan Kota Delta yang sering luput dari pelajaran sekolah. Siapa sangka Sidoarjo pernah memiliki peran penting dalam dunia perkeretaapian di masa kolonial?
Bagi yang menganggap sejarah hanya soal kerajaan atau perang, menelusuri jalur kereta tua bisa jadi pengalaman baru. Bisa saja, dari rel-rel lama itu, kita menemukan kisah yang menyambungkan masa lalu dengan perkembangan Sidoarjo hari ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube/@rainwattereko4304