Soekarno sangat percaya dengan hal mistis
INDOZONE.ID - Hubungan erat antara Soekarno dan Muhammadiyah telah terjalin sejak lama, bahkan dimulai ketika dirinya diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda.
Sejak kecil, Soekarno sudah dikelilingi ulama-ulama. Namun, ia tidak mendapatkan pelajaran agama Islam dari kedua orang tuanya. Hal ini mendorongnya untuk mencari pengetahuan agama Islam di luar lingkungan keluarga.
Baca juga: Jejak Muhammadiyah dalam Pendidikan Islam di Sumatera Barat
K.H. Ahmad Dahlan pernah menyampaikan ceramah dalam sebuah kegiatan yang sering diselenggarakan oleh Sarekat Islam di Surabaya.
Pemikiran K.H. Ahmad Dahlan berhasil menarik perhatian Soekarno untuk mendalami agama Islam. Selama menjalani hukuman di Penjara Sukamiskin, Soekarno memanfaatkan waktunya untuk mempelajari Al-Qur’an serta mencari penjelasannya melalui Hadis Nabi.
Pada masa itu, ajaran Islam di Indonesia mengalami kemunduran. Soekarno bersama K.H. Ahmad Dahlan menyadari hal tersebut. K.H. Ahmad Dahlan kemudian berupaya keras memperbaiki keadaan dengan mengajarkan Islam kepada generasi muda. Tujuannya agar ajaran Islam kembali berkembang di Indonesia.
Baca juga: Dari Jakarta untuk Indonesia : Perjuangan M. H. Thamrin untuk Indonesia Merdeka
Soekarno sangat mengagumi Muhammadiyah, namun ia baru resmi bergabung pada tahun 1938, ketika dibuang ke Bengkulu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Uin-alauddin.ac.id