Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 15 AGUSTUS 2025 • 20:23 WIB

Sejarah 15 Agustus 1945 Ketika Jepang Menyerah: Benarkah Kemerdekaan RI karena 'Hadiah' dari Kekalahan

Sejarah 15 Agustus 1945 Ketika Jepang Menyerah: Benarkah Kemerdekaan RI karena Hadiah dari KekalahanMenteri Luar Negeri Jepang Mamoru Shigemitsu menandatangani Instrumen Penyerahan Diri Jepang. (Wikipedia)

INDOZONE.ID - Salah satu peristiwa sejarah yang tak bisa dilupakan adalah kekalahan Jepang pada awal Agustus 1945 yang menjadi peluang Indonesia merdeka di tanggal 17 Agustus 1945 yang kini memasuki 80 tahun.

Nah, bom atom tersebut membuat Negeri Matahari Terbit saat itu terluka dan akhirnya menyerah.

Secara krnologi, pihak bom atom di Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan Nagasaki pada 9 Agustus 1945 mempercepat kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II. 

Jepang yang awalnya kekeuh

Bermula dari sekutu bersiap-siap melancarkan serbuan ke daratan Jepang yang diperkirakan akan menimbulkan biaya dan korban besar. Amerika Serikat sebelumnya melaksanakan kampanye pengeboman yang meluluhlantakkan banyak kota di Jepang. 

Baca juga: 7 Tempat Bersejarah dalam Kemerdekaan Indonesia yang Jarang Diketahui, di Mana Saja?

Perang di Eropa selesai setelah Jerman Nazi menandatangani instrumen penyerahan diri pada tanggal 8 Mei 1945. Akan tetapi, Jepang menolak memenuhi tuntutan Sekutu untuk menyerah tanpa syarat. Perang Pasifik pun berlanjut. 

Bersama Britania Raya dan Tiongkok, Amerika Serikat meminta pasukan Jepang menyerah dalam Deklarasi Potsdam tanggal 26 Juli 1945 atau menghadapi "kehancuran cepat dan besar". Jepang mengabaikan ultimatum tersebut.

Pada bulan Juli 1945, Proyek Manhattan yang dirintis Sekutu menciptakan bom atom yang berhasil diuji di gurun New Mexico. Pada bulan Agustus, Sekutu mampu memproduksi bom bedasarkan dua rancangan: bom atom uranium jenis bedil (bernama kode "Little Boy") dan bom plutonium jenis implosi ("Fat Man") .

509th Composite Group dari Pasukan Udara Angkatan Darat Amerika Serikat dilengkapi dengan Boeing B-29 Superfortress khusus versi Silverplate yang mampu mengangkut bom nuklir dari Tinian di Kepulauan Mariana. AS mendapatkan persetujuan Britania Raya untuk menjatuhkan senjata tersebut, sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Quebec.

Bom dijatuhkan

Sejarah 15 Agustus 1945 Ketika Jepang Menyerah: Benarkah Kemerdekaan RI karena Hadiah dari KekalahanBom atom yang meledak di Hiroshima dan Nagasaki Jepang. (Wikipedia)

Tanggal 6 Agustus, AS menjatuhkan bom "Little Boy" di Hiroshima. Presiden Amerika Serikat Harry S. Truman meminta Jepang menyerah 16 jam kemudian dan memberi ancaman akan "hujan kehancuran dari udara, yang belum pernah terjadi sebelumnya di muka bumi ini." 

Baca juga: 6 Destinasi Bersejarah yang Cocok untuk Napak Tilas Kemerdekaan

Tiga hari kemudian, pada tanggal 9 Agustus, AS menjatuhkan bom "Fat Man" di Nagasaki. Dalam kurun dua sampai empat bulan pertama setelah pengeboman terjadi, serangan ini menewaskan 90.000–146.000 orang di Hiroshima dan 39.000–80.000 di Nagasaki; sekitar setengahnya tewas pada hari pengeboman.

Pada bulan-bulan seterusnya, banyak orang yang tewas karena efek luka bakar, penyakit radiasi, dan cedera lain disertai sakit dan kekurangan gizi. Di dua kota tersebut, sebagian besar korban tewas merupakan warga sipil meskipun terdapat garnisun militer besar di Hiroshima.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Fahum.umsu.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sejarah 15 Agustus 1945 Ketika Jepang Menyerah: Benarkah Kemerdekaan RI karena 'Hadiah' dari Kekalahan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!