INDOZONE.ID - Di tengah gelapnya malam iring-iringan kapal Jerman perlahan memasuki Oslofjord, Mengawali pertempuran yang tak terelakkan bagi Norwegia pada tahun 1940.
Di tengah kecamuk Perang Dunia II, setelah Jerman berhasil menduduki Polandia, para petinggi militer merencanakan operasi untuk mengamankan pasokan material industri dan sumberdaya manusia.
Targetnya ialah Norwegia, daerah yang kaya akan pasokan besi untuk bahan baku alat perang.
Norwegia sendiri memilih netral ditengah konflik antara blok poros dan sekutu. Namun, beberapa petinggi Norwegia lebih condong pada Inggris.
Baca juga: Misteri Kastil Bran: Benteng Menyeramkan yang Memikat Dunia
Operasi Wesserubug rencananya akan menyasar 6 target vital salah satunya adalah Oslo. Target buruan Jerman kali ini adalah raja Haakon dan para anggota kabinet Norwegia.
Iringan kapal Jerman yang dikerahkan dalam perburuan perlahan mendekati Oslo, Kapal terdepan dalam flotilla tersebut ialah Blucher, salah satu armada terbaru dan tercanggih yang dimiliki oleh Jerman.
Blucher baru ditugaskan pada 20 September 1939 atau 2 tahun setelah diluncurkan. Dia merupakan kapal kedua di kelas admiral hipper.
Dipersenjatai dengan Meriam berkaliber 8 inchi dengan 12 tabung torpedo 21 inchi, menjadikan kapal ini ditakuti oleh Inggris.
Baca juga: Kopi dan Elite Kolonial: Sejarah Kopi dan Budaya Minum Kopi Indonesia di Masa Lalu
Pada pukul 4.20 waktu setempat, beberapa saat sebelum fajar menyingsing, prajurit Norwegia melihat siluet kapal perang dari lampu tembaknya.
Deretan bayangan besar tak dikenal yang bergerak dengan perlahan mendekati Oslo menciptakan teror bagi pihak Norwegia.
Kolonel Eriksen yang pada saat itu berjaga di benteng Oscarsborg terkejut mendengar pesan mengenai kedatangan kapal tak dikenal. Tanpa sedikitpun keraguan ia memperintahkan pasukannya untuk mempersiapkan senjata.
Dia memperintahkan prajuritnya untuk menembak ke arah iring-iringan kapal tersebut. Tak lama kemudian benteng Oscarsborg mencetak skor pada target dan menimbulkan kebakaran yang hebat dibagian Tengah kapal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hitler's Pre-emptive War: The Battle For Norway, 1940