Sosok Elmer Wayne Henley Jr. (People)
INDOZONE.ID - Elmer Wayne Henley Jr. awalnya hanyalah remaja berusia 14 tahun ketika dia dibawa ke rumah Dean Corll, seorang pembunuh berantai terkenal dari Texas. Orang yang membawanya ke sana adalah tetangganya sendiri, David Brooks, yang biasa mengincar anak-anak bermasalah dan memperkenalkan mereka pada Corll.
Di mata tetangga, Corll tampak seperti pria baik yang sering membagikan permen ke anak-anak — tapi diam-diam, dia adalah pembunuh kejam.
Awalnya, Henley hampir jadi korban. Tapi saat Corll bertanya apakah ada orang yang tahu dia datang ke rumah itu, Henley menjawab bahwa ibunya tahu. Jawaban itulah yang ia yakini menyelamatkannya dari kematian hari itu.
Namun sayangnya, bukannya lepas dari bahaya, Henley malah terseret dalam kejahatan Corll. Ia ikut terlibat dalam penculikan, penyiksaan, dan pembunuhan puluhan anak laki-laki. Bersama Corll dan Brooks, mereka membunuh setidaknya 28 remaja antara usia 13 sampai 20 tahun.
Dean Corll dikenal dengan julukan “The Candy Man” karena sering membagikan permen kepada anak-anak sebagai cara untuk mendekati mereka. Tapi di balik sikap ramah itu, ia adalah predator sadis.
Ia bekerja sama dengan dua remaja, David Brooks dan Henley, yang ia manipulasi untuk membantunya menjebak korban. Corll menyiksa dan membunuh para remaja secara brutal di rumah atau rumah perahunya, lalu menguburkan mereka secara diam-diam di berbagai lokasi.
Rangkaian pembunuhan ini kemudian dikenal sebagai Houston Mass Murders — salah satu kasus pembunuhan berantai paling mengerikan dalam sejarah Amerika Serikat. Kejahatan ini berlangsung dari tahun 1970 hingga 1973 tanpa terdeteksi oleh pihak berwenang.
Dalam dokumenter The Serial Killer’s Apprentice, Henley untuk pertama kalinya bicara panjang soal kisah kelam itu. Psikolog forensik Dr. Katherine Ramsland menjelaskan bahwa Henley sebenarnya adalah anak yang sedang dimanipulasi.
Ia dijebak secara psikologis oleh Corll melalui proses yang disebut grooming — di mana pelaku membangun kepercayaan korban sedikit demi sedikit sampai akhirnya korban menurut.
Henley tumbuh di lingkungan yang sulit. Ia kecanduan alkohol dan narkoba sejak remaja, dan dibesarkan oleh neneknya setelah ditinggal ayah yang kasar. Corll melihat kelemahan itu dan menawarkan uang serta rasa dihargai.
Ilustrasi dalam The Serial Killer’s Apprentice. (Youtube/Investiogation DIscovery)
Menurut Ramsland, Henley mungkin tidak benar-benar berniat membunuh Corll, tapi saat diserang, dia teringat latihan yang pernah diajarkan Corll sendiri: cara menembak dengan "efektif." Ironisnya, Corll secara tidak langsung menciptakan kematiannya sendiri.
Kasus ini baru terbongkar setelah Henley, dalam kondisi tertekan dan marah, menembak mati Corll pada Agustus 1973.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: People