Luo Guanzhong penulis kisah Romance of the Three Kingdoms
INDOZONE.ID - Romance of the Three Kingdoms, sebuah novel yang dikaitkan dengan penulis Tiongkok dari Abad ke-14, Luo Guanzhong.
Novel ini mencakup lebih dari seratus tahun sejarah Tiongkok, khususnya pada masa Tiga Kerajaan.
Kisah dalam novel ini menceritakan hari-hari terakhir dari Dinasti Han yang merupakan gabungan antara sejarah serta legenda tradisional kuno.
Baca juga: Kisah Huangdi Sang Kaisar Kuning: Sosok Legendaris Bapak Peradaban Tiongkok
Alur yang spektakuler dengan karakter pahlawan dan penjahat yang khas, intrik yang kompleks, serta adegan pertempuran yang menakjubkan.
Romansa Tiga Kerajaan dianggap sebagai salah satu karya sastra yang agung. Novel ini termasuk dalam empat novel klasik sastra Tiongkok, bersanding dengan Perjalanan ke Barat, Margin Air, dan Mimpi Kamar Merah.
Romance of the Three Kingdoms sebuah karya epik yang menggambarkan peristiwa-peristiwa bersejarah di Tiongkok antara tahun 184 hingga 280 M.
Karakter-karakter utamanya adalah para pemimpin dan penguasa yang diambil dari kisah nyata.
Baca juga: Ratu Kalinyamat: Srikandi Jepara Abad XVI yang Tangguh dan Visioner
Di awal cerita, tokoh utama adalah Zhang Jue, seorang tabib yang menganut ajaran Tao, yang memimpin Pemberontakan Serban Kuning melawan kaisar Han.
Pemberontakan ini menjadi awal dari kejatuhan Dinasti Han, salah satu dinasti terpenting dalam sejarah kekaisaran Tiongkok.
Dong Zhuo, seorang tiran, membunuh kaisar Han yang masih muda dan menempatkan saudara kaisar di atas takhta, menjadikannya sebagai boneka.
Novel ini juga menggambarkan para prajurit dan pemimpin yang berperan dalam pembentukan Tiga Kerajaan setelah runtuhnya Han.
Baca juga: Serupa Tapi Tak Sama: Dua Douwes Dekker dalam Linimasa Sejarah Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britanica.com