INDOZONE.ID - Jembatan Suramadu, yang menghubungkan Pulau Jawa dan Madura, adalah salah satu ikon infrastruktur termegah di Indonesia.
Dengan panjang 5.348 meter, jembatan ini tidak hanya menjadi yang terpanjang di Indonesia, tetapi juga menjadi daya tarik wisata tersendiri.
Sejak diresmikan, Jembatan Suramadu telah menarik perhatian banyak orang karena keunikannya.
Baca Juga: Kisah Dibalik Peristiwa Rengasdengklok: Momen Penculikan Soekarno-Hatta Menuju Kemerdekaan RI
Berikut ini adalah lima fakta Jembatan Suramadu yang mungkin belum banyak diketahui.
Baca Juga: Sejarah Gerakan Pramuka di Indonesia: Dari Kepanduan Hingga Jadi Ekstrakurikuler Wajib
1. Jembatan Terpanjang di Indonesia
Jembatan Suramadu memegang rekor sebagai jembatan terpanjang di Indonesia, membentang sepanjang 5.348 meter di atas Selat Madura.
Jembatan ini memiliki empat lajur, dua arah selebar 3,5 meter dengan dua jalur darurat selebar 2,75 meter.
Tak heran jika Jembatan Suramadu masuk dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai jembatan terpanjang di tanah air.
Baca Juga: Misteri Desa Tumbal, Konon Ada Suku Misterius Penyeimbang Hutan di Kalimantan
2. Tahan Gempa hingga 7 Skala Richter
Jembatan Suramadu dirancang untuk tahan terhadap guncangan gempa hingga 7 skala Richter.
Selain itu, jembatan ini juga dilengkapi dengan sistem anti-korosi pada kodachi tiang baja, yang memungkinkan struktur ini bertahan lama meskipun berada di lingkungan yang korosif.
Keunikan lainnya, bagian Bentang Tengah Suramadu dirancang agar kapal-kapal besar dapat melintasi di bawahnya.
Untuk itu, tersedia ruang selebar 400 meter secara horizontal dengan tinggi 35 meter, yang didukung oleh dua menara setinggi 140 meter dari permukaan air.
Baca Juga: 5 Tradisi Unik Suku Madura, Salah Satunya Ritual Ojung Agar Terhindar dari Malapetaka!
3. Perjalanan Surabaya-Madura Hanya 10 Menit
Sebelum adanya Jembatan Suramadu, perjalanan dari Surabaya ke Madura memakan waktu hingga 30 menit dengan menggunakan kapal ferry.
Namun, dengan adanya jembatan ini, waktu tempuh dari Surabaya ke Madura bisa dipangkas menjadi hanya 10 menit.
Ini menjadi solusi transportasi yang sangat efisien bagi masyarakat yang ingin menyeberang ke Pulau Madura.
Baca Juga: Di Balik Tradisi Carok Suku Madura: Menyingkap Makna di Balik Duel Berdarah
4. Kuat Hingga 100 Tahun
Jembatan Suramadu dirancang untuk bertahan hingga 100 tahun, hampir menyamai standar jembatan di Inggris yang bisa bertahan hingga 120 tahun.
Hal ini dimungkinkan berkat penggunaan sekitar 650.000 ton besi beton dan 50.000 ton besi baja dalam pembangunannya.
Dengan total biaya mencapai Rp4,5 triliun, Suramadu menjadi salah satu megaproyek infrastruktur terbesar di Indonesia.
Baca Juga: Misteri Minyak Bintang Suku Dayak, Konon Bisa Hidupkan Orang yang Sudah Mati
5. Diresmikan oleh Dua Presiden Indonesia
Pembangunan Jembatan Suramadu memakan waktu sekitar tujuh tahun, yang membuatnya diresmikan oleh dua presiden Indonesia.
Pembangunan jembatan ini dimulai pada tahun 2003 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri dan akhirnya diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009.
Hal ini menandakan betapa pentingnya proyek ini bagi konektivitas antara Pulau Jawa dan Madura.
Baca Juga: Sosok Panglima Jilah Suku Dayak, Bisa Taklukkan Lawan Tanpa Menyentuh!
Jembatan Suramadu bukan hanya sekadar infrastruktur penghubung, tetapi juga simbol kemajuan teknologi konstruksi di Indonesia.
Dengan segala keunikannya, jembatan ini layak menjadi kebanggaan bangsa dan menjadi destinasi wisata yang menarik bagi siapa saja yang ingin merasakan pengalaman menyeberang di atas salah satu jembatan termegah di Asia Tenggara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube @Larasati Channel