INDOZONE.ID - Dalam catatan sejarah di dunia, ada beberapa makhluk hidup yang pernah menyandang gelar "Yang Tertua di Dunia". Bahkan, beberapa makhluk hidup tersebut ada yang masih menyandang gelar tersebut meski sudah tiada, membuatnya menjadi "Yang Tertua di Dunia Sepanjang Masa", karena rekornya masih belum terpecahkan sampai saat ini.
Dari semua makhluk hidup yang ada di Bumi, ada yang mempunyai gelar "Manusia Tertua di Dunia", "Tumbuhan Tertua di Dunia" sampai "Hewan Tertua di Dunia".
Di pembahasan kali ini, sudah ada 15 hewan di dunia ini yang memegang rekor "Yang Tertua di Dunia Sepanjang Masa". Berikut pembahasannya.
Baca Juga: Mengungkap Kebenaran Ritual Sapi Merah, Ternyata Ada Kaitannya dengan Konflik Israel dan Palestina
Ming, Si Kerang Tertua di Dunia
Ming adalah seekor kerang dari spesies Kerang Quahog yang diduga sudah hidup sejak tahun 1498.
Pada tahun 2006 di perairan Islandia, Ming pertama kali ditemukan saat terjerat jaring nelayan yang sedang memancing. Saat tubuhnya diteliti di Universitas Bangor, Wales, Ming pun mati.
Kerang yang namanya terinspirasi dari Dinasti Ming di Tiongkok ini memiliki ukuran 3,4 x 2,9 inci.
Baca Juga: Makna Mandi Kembang dalam Tradisi Beserta Sejarah dan Mitosnya
Ale, Ikan Lele Tertua di Dunia dari Swedia
Ikan ini berenang di sebuah sumur yang berada di kota Brantevik, Swedia. Pada tahun 1859, Ale pertama kali ditemukan oleh seorang anak berumur 8 tahun bernama Samuel Nilsson. Diduga Ale sudah berenang di dalam sumur jauh sebelum tahun 1859.
Singkat cerita di tanggal 7 Agustus 2014, Ale ditemukan mati oleh salah seorang warga. Bangkainya ditemukan dalam keadaan tanpa kepala.
George, Lobster Tertua di Dunia asal AS
Pada Desember 2008, seekor Lobster berbobot 9,1 kilogram ditemukan di perairan Newfoundland, Kanada. Kemudian, Lobster itu dibeli oleh Keith Valenti, pemilik restoran City Crab and Seafood asal Park Avenue South, New York seharga $100.
Semenjak saat itu, Lobster itu menjadi maskot restoran itu dan diberi nama George. Sampai satu waktu, ada 2 orang pelanggan restorannya Keith yang mengadukannya kepada organisasi pecinta hewan AS, PETA. Mereka meminta Keith untuk melepaskan George ke laut lepas.
Pada awalnya, Keith merasa keberatan untuk melepaskan Lobster yang jadi maskot restorannya. Setelah berbagai upaya negosiasi dilakukan, Keith pun merelakan kepergian George ke habitat asalnya.
Baca Juga: Kisah Rudy Kurniawan, Penipu Wine yang Menggemparkan Amerika Serikat
Sebelum dilepaskan, George sempat diteliti dulu oleh sejumlah ahli di Portsmouth, New Hampshire, AS. Dari hasil penelitiannya, George diketahui memiliki umur 140 tahun. Dan pada 10 Januari 2009, George pun dilepaskan di perairan Kennebunkport, Maine.
Si "Nenek", Paus Orca Tertua yang Umurnya 80 Tahun
Sesuai namanya, yaitu "Granny" yang artinya "Nenek", Ia adalah seekor Paus Orca betina yang diprediksi sudah hidup sejak tahun 1936. Ia tinggal di sekitar perairan Samudra Pasifik, tepatnya di sepanjang teluk Washington, AS sampai British Columbia, Kanada.
Granny terakhir kali terlihat oleh Pusat Penelitian Paus pada 12 Oktober 2016. Sekitar 3 bulan kemudian pada bulan Januari 2017, Granny dinyatakan sudah mati.
Baca Juga: Tradisi Unik Idul Adha di Berbagai Daerah di Indonesia: Yuk, Jelajahi Kekayaan Budaya!
Para Sepuh Kura-Kura di Muka Bumi
Sejarah mencatat ada 5 ekor Kura-Kura dari spesies yang berbeda dengan umur mereka yang sudah sangat uzur.
Yang pertama ada Adwaita, seekor Kura-Kura dari spesies Kura-Kura Aldabra yang sempat menjadi ikon di Alipore Zoological Gardens, Kolkata, India. Adwaita sudah lahir sejak masa Perang Plassey antara kolonial Inggris melawan pasukan Bengal India yang terjadi di era 1750-an. Ia adalah salah satu Kura-Kura peliharaan petinggi kolonial Inggris saat itu, Robert Clive.
Adwaita pertama kali masuk ke kebun binatang Alipore sekitar tahun 1875-1876 usai dibawa langsung oleh pemilik kebun binatang Alipore yang bernama Carl Louis Schwendler. Adwaita memiliki bobot sebesar 250 kilogram dan hidup selama 255 tahun hingga kematiannya di tanggal 22 Maret 2006.
Selanjutnya ada Jonathan, seekor Kura-Kura Seychelles Raksasa asal Saint Helena, Inggris. Jonathan sudah hidup sejak tahun 1832 dan masih bisa ditemui sampai sekarang di perkebunan milik Gubernur Saint Helena.
Jonathan pertama kali dibawa ke Inggris pada tahun 1882 usai dipindahkan dari kampung halamannya di Seychelles. Nama Jonathan sendiri diberikan oleh Gubernur Saint Helena saat itu, Sir Spencer Davis pada era 1930-an.
Selanjutnya ada Tu'i Malila, Kura-Kura dari spesies Kura-Kura Radiata. Malila adalah seekor Kura-Kura yang dijadikan hadiah dari penjelajah legendaris Inggris bernama James Cook untuk keluarga Kerajaan Tonga. James mendapatkan Malila saat Ia menjelajahi Madagascar. Ketika itu, Malila masih berada di dalam telur.
Baca Juga: Charles C. Morgan, Agen Departemen Keuangan AS yang Kematiannya Misterius
Pada Juli 1777 saat James berkunjung ke Tonga, Malila baru menetas dari telurnya. Sejak saat itu, Malila hidup sampai tanggal 16 Mei 1966 pada usia 188 tahun. Pada awalnya, James mengira kalau Malila adalah seekor Kura-Kura jantan, itulah sebabnya Ia memberinya nama "Tu'i Malila" yang artinya "Raja Malila". Tapi saat diteliti pasca kematiannya, Malila selama ini adalah seekor Kura-Kura betina.
Selanjutnya ada Kura-Kura Galapagos tertua di dunia bernama Harriet. Ia diduga sudah hidup sejak tahun 1830 di Santa Cruz, Kepulauan Galapagos, Ekuador.
Harriet ditemukan oleh John Clements Wickham, seorang kapten kapal asal Inggris bernama HMS Beagle. Konon katanya, Harriet ditemukan pada tahun 1835 oleh Charles Darwin saat melakukan perjalanan keliling dunianya. Namun, hal tersebut terbantahkan karena Charles Darwin tidak pernah mengunjungi Santa Cruz dalam perjalanannya.
John Clements sempat membawa Harriet ke Inggris, sebelum akhirnya Ia dikirim ke Australia. Selama menghabiskan sisa umurnya di Australia, Harriet ditempatkan di Kebun Binatang Australia milik pasangan pecinta satwa paling fenomenal di dunia, Steve dan Terri Irwin. Harriet mati di tanggal 23 Juni 2006 pada usia 176 tahun.
Terakhir ada Timothy, sang Kura-Kura Yunani tertua di dunia dengan usia terakhirnya yaitu 160 tahun. Meski namanya sangat umum bagi nama seorang laki-laki atau pejantan, tapi Timothy ini adalah seekor Kura-Kura betina. Nama tersebut diberikan oleh pemilik Timothy saat itu, Gilbert White.
Timothy ditemukan pertama kali di Laut Mediterania oleh Kapten John Guy Coutenay-Everard pada tahun 1854. Timothy saat itu diprediksi sudah berumur 10 tahun. Sejak saat itu, Timothy kerap dijadikan maskot untuk beberapa kapal perang Inggris, seperti HMS Queen, HMS Princess Charlotte dan HMS Nankin. Sampai di tahun 1935, Timothy mulai disimpan di pekarangan Istana Powderham. Ia menetap disana hingga kematiannya di tanggal 3 April 2004.
Sepasang Gajah Tertua di Dunia dari India
Di India, sempat ada seekor Gajah Asia betina yang berhasil mencatat rekor dunia sebagai "Gajah Tertua di Dunia" bernama Chengalloor Dakshayani. Ia tinggal di Kuil Chenkalloor Mahadeva di Thiruvananthapuram, Kerala, India. Dakshayani juga dikenal dengan nama "Gaja Raja Dakshayani", "Dakshayanamma" dan "Gaja Muthassi".
Dakshayani pertama kali ditemukan oleh keluarga Kerajaan Travancore pada tahun 1949. Ia dibeli dari sebuah penangkaran Gajah yang berada di Ernakulam, saat itu Ia masih berusia 19 tahun. Pada awalnya, Dakshayani ditempatkan di Kuil Thiruvarattu Kavy di Attingal. Kemudian pada era 1960-an, Dakshayani dipindahkan ke Kuil Chenkalloor Mahadeva.
Selama di Kuil Chenkalloor Mahadeva, Dakshayani kerap diikutsertakan dalam beberapa ritual Hindu hingga tahun 2017. Semenjak tahun 2018, kondisi fisik Dakshayani pun mulai melemah. Pihak kuil sempat dikecam oleh beberapa pihak karena masih menggunakan Dakshayani yang usianya sudah mencapai kepala 8, namun kecaman itu seakan tidak didengar oleh mereka. Dan pada 5 Februari 2019 pukul 15:00 waktu setempat, Dakshayani pun mati di dalam kandangnya. Saat itu, Ia sudah berusia 89 tahun.
Baca Juga: Cerita Istri Dosen di Yogyakarta Disantet, Sebut Ada Paku dan Potongan Seng Keluar dari Tubuhnya
Kalau tadi adalah Gajah Asia betina, sekarang kita beralih ke Gajah Asia jantan. Namanya adalah Lin Wang, seekor Gajah Asia jantan tertua di dunia yang lahir di tanggal 18 Januari 1917.
Sepanjang hidupnya, Lin Wang menjadi salah satu dari 12 ekor Gajah yang digunakan untuk berperang di masa Perang Sino-Jepang. Ia aktif berperang pada periode 1943-1952. Fun fact, Lin Wang pensiun dari medan perang dengan pangkat Jenderal.
Pada tahun 1954, Lin Wang akhirnya ditempatkan di Kebun Binatang Taipei, Taiwan untuk menikmati masa pensiunnya hingga kematiannya di tanggal 26 Februari 2003 pada usia 86 tahun.
Baca Juga: Tragedi Bunuh Diri Massal Sekte Heaven's Gate, Agama UFO yang Dikenal Eksentrik dan Kontroversial
Greater, Sang Flamingo Tertua di Dunia yang Bangkainya diawetkan di Museum Australia Selatan
Greater adalah seekor Burung Flamingo yang pernah menjadi penghuni Kebun Binatang Adelaide, Australia. Mengenai asal usul Greater sampai saat ini masih diperdebatkan. Ada yang menyebut kalau Greater berasal dari Kairo, Mesir, di sisi lain ada juga yang menyebut kalau Ia adalah Flamingo asli dari Hamburg, Jerman.
Bukan cuma tempat kelahirannya saja yang masih diperdebatkan, begitu juga dengan tahun kelahirannya. Tapi jika diringkas ke dalam benuk periode, Greater diprediksi sudah lahir pada periode 1919-1933. Dengan kematiannya yang terjadi di tanggal 30 Januari 2014, maka Greater diprediksi berumur 81-95 tahun.
Sebagai Burung Flamingo tertua di dunia, Greater memiliki kisah hidup yang cukup menyedihkan. Pada 29 Oktober 2008, Greater menjadi korban "keisengan" 4 orang remaja yang berkunjung ke Kebun Binatang Adelaide. Mereka tega menyiksa Greater hingga matanya hampir buta. Keempat pemuda itu berhasil ditangkap atas perbuatan "isengnya". Tapi sayang, mereka semua dibebaskan dari semua tuntutan yang diberikan dengan alasan pelaku masih dibawah umur.
Menjelang kematiannya, Greater sempat mengidap arthritis atau radang sendi pada April 2013. Meski sudah mendapat perawatan dari pihak kebun binatang, tapi kondisi kesehatan Greater kian memburuk, hingga Ia mati di penghujung bulan Januari 2014. Bangkai Greater kini masih bisa kita lihat di Museum Australia Selatan, Adelaide, Australia. Ia pertama kali ditampilkan di museum pada tahun 2021.
Cookie, Burung Kakatua Tertua di Dunia
Cookie, seekor Burung Kakatua Pink yang bisa bertahan hidup selama 83 tahun sejak 30 Juni 1933 sampai 27 Agustus 2016. Cookie lahir dan dibesarkan di Kebun Binatang Taronga, Sydney, Australia. Kemudian, Ia dipindahkan ke Kebun Binatang Brookfield yang ada di Chicago, Illinois, AS.
Selama 76 tahun tampil di kebun binatang, di tahun 2009, Cookie akhirnya dipensiunkan karena masalah kesehatan yang dialaminya. Diduga Cookie mengalami stres karena menjadi salah satu Burung tertua yang tampil di kebun binatang pada saat itu. Selang 4 tahun kemudian, Cookie dikabarkan sudah kembali sehat usai menjalani perawatan yang intens dari pihak kebun binatang. Akan tetapi, Cookie harus menghembuskan nafas terakhirnya di tahun 2016.
Baca Juga: Desa Lubuak Laweh yang Hilang Karena Gempa Sumatera Barat 2009
Wisdom, Burung Albatros Tertua di Dunia sampai saat ini
Wisdom atau yang berarti "Kebijaksanaan" merupakan seekor Burung Albatros betina yang pertama kali ditemukan di Atol Midway, AS pada era 1950-an oleh Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Wisdom diprediksi baru menetas pada tahun 1951 dan masih hidup sampai sekarang. Bahkan di penghujung tahun 2020 saja, Wisdom yang sudah berumur 70 tahun, masih bisa melahirkan. Dalam hasil penelitiannya USGS, Wisdom bisa melahirkan 1 telur per tahun.
Muja, Aligator Amerika Tertua di Dunia
Muja adalah seekor Aligator dari spesies Aligator Amerika yang tinggal di Kebun Binatang Beograd, Serbia sejak 9 Agustus 1937.
Sepanjang hidupnya, Muja berhasil selamat dari 3 peristiwa pengeboman di Serbia yang saat itu masih bernama Yugoslavia, mulai dari pengeboman Beograd oleh tentara Jerman pada tahun 1941, pengeboman pasukan sekutu di Beograd pada tahun 1944 dan pengeboman Yugoslavia oleh pasukan NATO di tahun 1999.
Baca Juga: Sejarah Kelam Edinburgh Vaults: Dari Ruang Simpan menjadi Bangunan Angker
Selama dirawat di kebun binatang, pihak kebun binatang benar-benar memperhatikan Muja mulai dari penyediaan kandang sampai makanannya. Bahkan, Muja tergolong masih sehat untuk Aligator yang sudah berusia 80 tahunan.
Akan tetapi pada tahun 2012, kaki kanan Muja mengalami gangren, dimana jaringan pada kaki kanannya mati akibat kurangnya suplai darah. Akibatnya, kaki kanan Muja harus diamputasi. Meski begitu, Muja masih bisa kita temui sampai sekarang di Kebun Binatang Beograd. Saat ini, Muja sudah berusia 87 tahun.
Billy, Kuda Tertua Sepanjang Sejarah Dunia
Sejarah pernah mencatat seekor Kuda yang diketahui pernah hidup selama 62 tahun. Kuda tersebut bernama Billy, lahir di Woolston, Cheshire, Inggris pada tahun 1760.
Sepanjang hidupnya, Billy dipekerjakan sebagai Kuda Tongkang, yaitu Kuda yang bertugas membawa kapal tongkang di sepanjang kanal air yang jadi lintasannya. Hal tersebut sesuai dengan perawakan Billy, yang diduga berasal dari spesies Kuda Shire yang dikenal dengan perawakannya yang tinggi dan besar.
Billy mati di tanggal 27 November 1822 di Everton, Liverpool, Inggris. Di masa kini, tengkorak kepala Billy bisa kita lihat di Warrington Museum & Art Gallery, Warrington, Cheshire, Inggris.
Baca Juga: Misteri Pemakaman St. Louis: Tempat Paling Menyeramkan di New Orleans Amerika
Nonja, Orang Utan Sumatra Tertua Sepanjang Sejarah Dunia
Nonja adalah seekor Orang Utan Sumatra betina yang pernah hidup di dunia ini selama 55 tahun. Nonja lahir di tanggal 12 Juni 1952.
Sebelumnya, Ia tinggal di alam bebas. Sampai akhirnya, Ia ditangkap dan dibawa ke Kebun Binatang Wassenaar di Belanda pada tahun 1955. Setelah berada di Belanda selama 28 tahun, Nonja dipindahkan ke Kebun Binatang Miami pada 4 Oktober 1983 hingga akhir hayatnya.
Nonja menghembuskan nafas terakhirnya pada 29 Desember 2007 akibat tumor otak dan aneurisma. Sepanjang hidupnya, Nonja berhasil melahirkan 5 orang anak.
Baca Juga: Kasus Misterius Christina Mocon yang Meninggal Setelah Menikah Selama 8 Hari, Belum Terpecahkan
Sang Laba-Laba Tertua di Dunia bernama #16
Dia adalah seekor Laba-Laba dari spesies Laba-Laba Trapdoor. Ia pertama kali ditemukan oleh seorang Arachnolog Australia bernama Barbara York Main pada Maret 1974. Diduga saat itu si Laba-Laba sudah berusia 1-2 tahun. Ia tinggal di dalam sebuah lubang dengan jaring laba-laba buatannya sendiri sebagai pintunya.
Sejak saat itu, si Laba-Laba menjadi pusat perhatian bagi Barbara dalam melakukan penelitiannya. Ia akan meneliti Laba-Laba itu terlebih dahulu sebelum meneliti Laba-Laba yang lain.
Singkat cerita pada 31 Oktober 2016, si Laba-Laba ditemukan mati oleh asistennya Barbara yang bernama Leanda Mason. Diduga Laba-Laba itu mati oleh Tawon Laba-Laba yang berhasil menerobos masuk ke dalam rumah si Laba-Laba. Selama 43 tahun masa hidupnya, Laba-Laba itu tidak pernah diberi nama oleh Barbara maupun Leanda. Sebagai identitasnya, Ia hanya diberi nomor 16.
Selang setahun pasca kematian si nomor 16, Barbara York Main memutuskan untuk pensiun sebagai seorang Arachnolog. Di masa pensiunnya, Barbara dirawat di sebuah pusat kesehatan khusus penderita Alzheimer.
Dalam keterangan Leanda pada tahun 2018, Barbara terus mengingat si nomor 16, akan tetapi Ia lupa kalau Ia sudah mati. Cukup menyedihkan jika mengingat kebersamaan antara Barbara dan si nomor 16. Barbara meninggal pada 14 Mei 2019 di usia 90 tahun.
Bluey, Anjing Tertua Sepanjang Sejarah Dunia
Dalam sejarahnya, Bluey yang merupakan seekor Anjing dari ras Anjing Lembu Australia, dinobatkan sebagai "Anjing Tertua di Dunia Sepanjang Masa". Ia lahir pada tanggal 7 Juni 1910 di Rochester, Victoria, Australia. Bluey merupakan Anjing peliharaan dari William dan Esme Hall, seorang pria asal Australia. Pasca kematiannya, William mewariskan Bluey kepada putra dan menantunya yang bernama Les dan Rosalie Hall.
Bluey dikenal sebagai Anjing yang setia kepada majikannya. Ia biasa bermain di halaman belakang rumah keluarga Hall. Terkadang, Bluey ikut bersama Esme Hall berbelanja. Karena kedekatannya dengan keluarga Hall, Bluey mulai dikenal oleh orang-orang di Rochester.
Dalam catatan Guinness Book of World Record, Bluey mati pada 14 November 1939 di usia 29 tahun dengan cara disuntik.
Creme Puff, Si Kucing Lucu yang Hidup selama 38 Tahun
Terakhir ada Creme Puff, seekor Kucing asal Austin, Texas, AS yang lahir di tanggal 3 Agustus 1967. Creme Puff adalah salah satu Kucing peliharaan dari seorang pria asal Austin, Texas bernama Jake Perry.
Baca Juga: Kisah-kisah Aneh Jemaah Haji di Mekkah: Salah Satunya Melihat Orang Berkepala Babi
Uniknya, Jake memiliki satu Kucing peliharaan lainnya yang pernah memegang rekor "Kucing Tertua di Dunia" bernama Granpa Rexs Allen. Rexs lahir di Paris, Perancis pada 1 Februari 1964 dan mati pada 1 April 1998 di usia 34 tahun.
Jake menyebut kalau dalam metode perawatan terhadap Kucingnya, Ia selalu memperhatikan asupan makanan Kucingnya. Tak hanya itu, Ia selalu mengajak bermain Kucingnya supaya mereka tetap sehat dan aktif, baik di dalam maupun di luar rumah.
Selang 3 hari pasca ulang tahunnya yang ke-38 di tanggal 6 Agustus 2005, Creme Puff menghembuskan nafasnya yang terakhir. Namanya berhasil dicatat oleh Guinness Book of World Record pada tahun 2010 sebagai "Kucing Tertua di Dunia Sepanjang Masa".***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Seacoastonline.com, English.newsnationtv.com, BBC, Wikipedia, Livescience.com, Stuff, HIstoric UK, Scmp.com