INDOZONE.ID - Tuduhan serius dan kontroversial mengarah pada Badan Inteligen Amerika Serikat alias CIA. Mereka disebut-sebut menggunakan layanan tes DNA seperti 23andMe dan Ancestry.com untuk mencari orang-orang yang diduga memiliki garis keturunan alien atau makhluk non-manusia.
Klaim tersebut muncul dalam podcast American Alchemy dan disampaikan oleh filsuf sekaligus novelis Jason Reza Jorjani.
Hingga kini, tidak ada bukti publik yang mendukung tuduhan tersebut maupun konfirmasi dari CIA.
Menurut Jorjani, informasi itu berasal dari Lyn Buchanan, pensiunan sersan Angkatan Darat Amerika Serikat yang pernah terlibat dalam program remote viewing.
Program remote viewing adalah proyek penelitian yang pernah dijalankan pemerintah AS pada era Perang Dingin. Penelitian untuk menguji kemampuan seseorang memperoleh informasi tentang lokasi atau objek yang jauh melalui persepsi ekstra-sensorik.
Buchanan mengklaim bahwa mantan analis CIA Christopher "Kit" Green pernah mengembangkan metode untuk mengakses data dari situs tes DNA dan menyaring pengguna berdasarkan varian genetik tertentu yang disebut terkait dengan makhluk non-manusia.
Baca juga: Kalau Alien Kirim Pesan, Ilmuwan Minta Manusia Jangan Balas
Baca juga: Teori Konspirasi Tentang Satelit Black Knight Pesawat Alien di Orbit Bumi
Namun tidak ada dokumen resmi yang menunjukkan program tersebut benar-benar pernah ada.
“Mereka tinggal di kota-kota kecil di Pegunungan Rocky (Colorado), dan mereka lolos karena mereka terlihat seperti orang Skandinavia yang tinggi,” kata Jorjani saat menceritakan klaim Buchanan dikutip dari NYPost.
Menurut cerita tersebut, ketiga sosok itu meminta bantuan agar identitas mereka tidak terdeteksi oleh CIA.
Mereka disebut sebagai keturunan alien yang telah hidup dan berbaur dengan manusia selama beberapa generasi.
“Mereka berkata, 'Lihat, anak-anak kami, terutama cucu-cucu kami, tidak tahu dari mana mereka berasal,'” ujar Jorjani.
“Kami menceritakan kepada mereka kisah-kisah tentang bagaimana, misalnya, kakek-nenek mereka berasal dari Swedia atau manapun, dan mereka tidak tahu,” lanjutnya.
Benarkah Ada DNA Alien?
Sampai saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan keberadaan DNA alien dalam tubuh manusia.
Pemerintah Amerika Serikat memang telah membuka berbagai dokumen terkait UFO atau fenomena udara tak dikenal (UAP) dalam beberapa tahun terakhir. Namun Departemen Pertahanan AS atau Pentagon berulang kali menyatakan belum menemukan bukti keberadaan makhluk luar angkasa.
Sementara layanan tes DNA seperti 23andMe memang sering menjadi bahan diskusi terkait privasi data pengguna. Banyak pihak mempertanyakan siapa saja yang dapat mengakses data genetik tersebut dan bagaimana data itu digunakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nypost