INDOZONE.ID - Berapa kapasitas memori otak manusia? Pertanyaan ini sering muncul, terutama saat membandingkan kemampuan otak dengan teknologi modern seperti komputer atau bahkan superkomputer.
Berdasarkan laman Clinical Neurology Specialists, Selasa (28/04/2026) otak manusia memiliki kapasitas penyimpanan yang sangat besar, bahkan jauh melampaui bayangan banyak orang.
Otak dewasa diperkirakan mampu menyimpan informasi hingga triliunan byte, menjadikannya salah satu “sistem penyimpanan” paling kompleks yang pernah ada.
Kapasitas Memori Otak Bisa Mencapai Petabyte
Melansir Clinical Neurology Specialists, korteks serebral manusia saja memiliki sekitar 125 triliun sinapsis. Sinapsis ini merupakan penghubung antar neuron yang berfungsi menyampaikan informasi.
Dalam penelitian lain disebutkan bahwa satu sinapsis dapat menyimpan sekitar 4,7 bit informasi. Jika dihitung secara keseluruhan, kapasitas penyimpanan di bagian ini saja bisa mencapai lebih dari 74 terabyte.
Baca juga: Misteri Tidur R.E.M: Saat Tubuh Lumpuh, Namun Otak Bekerja Seperti Sedang Terjaga
Akan tetapi, angka tersebut belum mencakup seluruh bagian otak. Berdasarkan artikel tahun 2010 di Scientific American, total kapasitas memori otak manusia diperkirakan mencapai sekitar 2,5 petabyte.
Sebagai gambaran:
- 1 petabyte = 1 juta gigabyte
Artinya, otak manusia setara dengan sekitar 2,5 juta gigabyte data
Perbandingan dengan Teknologi Modern
Untuk memahami besarnya kapasitas ini, kita bisa membandingkannya dengan teknologi yang familiar. Berikut perbandingannya:
- Komputer awal hanya memiliki kapasitas beberapa megabyte
- Smartphone modern rata-rata memiliki penyimpanan puluhan hingga ratusan gigabyte
- Komputer pada misi Apollo 11 Moon Landing bahkan hanya memiliki memori sekitar 64 kilobyte
Angka tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan kemampuan otak manusia.
Menariknya berdasarkan laporan Computerworld yang dikutip dari Clinical Neurology Specialists, pusat data milik Yahoo memiliki kapasitas sekitar 2 petabyte. Bahkan kapasitas tersebut masih lebih kecil dibandingkan estimasi kapasitas otak manusia.
Kenapa Otak Bisa Menyimpan Data Sebesar Itu?
Perbedaan utama antara otak dan komputer terletak pada cara penyimpanan informasi. Otak tidak menyimpan data seperti hard drive, melainkan melalui jaringan neuron dan sinapsis yang saling terhubung.
Neuron berfungsi sebagai pengolah informasi, sementara sinapsis menjadi jalur komunikasi antar neuron. Kombinasi ini membuat otak mampu menyimpan sekaligus memproses data dalam jumlah besar secara efisien.
Baca juga: Benarkah Manusia Hanya Menggunakan 10 Persen Otaknya?
Selain itu, memori manusia juga bersifat dinamis. Artinya, informasi bisa diperkuat, diubah, bahkan dilupakan sesuai pengalaman dan kebutuhan.
Apakah Otak Bisa Penuh Seperti Hard Drive?
Meski memiliki kapasitas sangat besar, otak tidak bekerja seperti penyimpanan digital yang bisa “penuh”. Berdasarkan laman sumber, otak justru terus beradaptasi dan mengatur ulang informasi yang masuk.
Hal ini memungkinkan manusia untuk terus belajar tanpa benar-benar kehabisan “ruang memori”.
Jadi, berapa kapasitas memori otak manusia? Secara ilmiah, kapasitasnya diperkirakan mencapai sekitar 2,5 petabyte atau setara jutaan gigabyte. Angka ini bahkan bisa melampaui sistem penyimpanan pada superkomputer tertentu.
Kemampuan luar biasa ini menjadikan otak manusia sebagai salah satu sistem paling canggih di dunia. Meski teknologi terus berkembang, otak manusia tetap menjadi standar tertinggi dalam hal efisiensi dan kompleksitas penyimpanan informasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Clinical Neurology Specialists