Ilustrasi biksu bermeditasi (freepik).
INDOZONE.ID - Lo pasti sering dengar kalau meditasi tujuannya buat emptying your mind, bikin rileks, dan pikiran jadi tenang.
Tapi, sebuah studi internasional terbaru justru nemuin hal sebaliknya.
Jauh dari sekadar mode istirahat, meditasi itu adalah kondisi aktivitas otak yang meningkat drastis dan secara mendalam mengubah dinamika saraf di kepala lo.
Vibes-nya bukan chill, tapi lebih kayak otak lagi workout berat.
Baca juga: Meta Kembangkan AI yang Memungkinkan 'Menghidupkan Kembali' Orang yang Sudah Meninggal
Peneliti dari University of Montreal dan National Research Council Italia merekrut 12 biksu dari Tradisi Hutan Thailand yang tinggal di sebuah biara Buddha dekat Roma.
Para biksu ini diminta melakukan dua bentuk meditasi klasik: Samatha (fokus perhatian terpusat, misalnya ke napas, buat capai ketenangan mendalam) dan Vipassana (mengamati sensasi, pikiran, dan emosi yang muncul dengan equanimous observation buat ningkatin kejelasan mental).
Sambil meditasi, aktivitas otak mereka direkam pakai magnetoencephalography (MEG), teknologi yang bisa ngerekam sinyal listrik otak dengan presisi tinggi.
Data yang terkumpul dianalisis pake alat canggih, termasuk ukuran kompleksitas sinyal dan parameter yang disebut "criticality"—konsep dari fisika yang nggambarin sistem yang beroperasi paling efisien di batas antara keteraturan dan kekacauan.
Baca juga: Mengenal Hewan Mikroskopis: Makhluk Super Kecil yang Diam-diam Hidup di Sekitar Kita
Dalam otak, kondisi critical ini dianggap optimal buat memproses informasi, belajar, dan beradaptasi.
Publikasi di jurnal Neuroscience of Consciousness nunjukin kedua bentuk meditasi meningkatkan kompleksitas sinyal otak dibandingkan saat istirahat.
Artinya, otak nggak sekadar calm down, tapi masuk ke dynamic state rich with information.
Pada saat yang sama, ada penurunan di parameter tertentu yang terkait organisasi global aktivitas saraf—otak kayak lagi reorganizing diri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wired.com