Sama-sama Berpatokan dengan Bulan, Kenapa Kalender Hijriah dan Kalender China Gak Pernah Sama?
INDOZONE.ID - Perbedaan antara kalender Hijriah dan kalender China berakar pada cara keduanya membaca waktu dari alam. Kalender Hijriah sepenuhnya mengikuti peredaran bulan mengelilingi bumi, sehingga termasuk dalam kategori kalender lunar.
Satu bulan ditentukan dari siklus fase bulan, khususnya kemunculan hilal, dengan durasi rata-rata 29 hingga 30 hari. Akibatnya, satu tahun Hijriah hanya berjumlah sekitar 354 hari, lebih pendek dari kalender berbasis matahari, seperti yang dikutip dari ANTARA.
Sementara itu, kalender China tidak murni lunar, melainkan menggunakan sistem lunisolar, yaitu kombinasi peredaran bulan dan matahari. Bulan-bulannya tetap mengikuti fase bulan, tetapi panjang tahun disesuaikan dengan siklus matahari agar tetap selaras dengan musim.
Untuk menjaga keseimbangan ini, kalender China secara berkala menambahkan bulan kabisat (leap month). Sistem ini membuat satu tahun dalam kalender China mendekati panjang tahun matahari, sekitar 365 hari.
Baca juga: Benarkah Stonehenge Merupakan Kalender Kuno?
Perbedaan mendasar ini berdampak langsung pada pergerakan tanggal. Karena kalender Hijriah lebih pendek sekitar 10–11 hari dari tahun matahari, semua tanggalnya terus “maju” setiap tahun jika dibandingkan kalender Masehi atau sistem lain yang mengikuti matahari. Itulah sebabnya bulan Ramadan, misalnya, bisa jatuh pada musim hujan, kemarau, bahkan berpindah-pindah sepanjang siklus tahun.
Sebaliknya, kalender China tetap terikat dengan musim, sehingga perayaan seperti Tahun Baru Imlek selalu berada di kisaran akhir musim dingin atau awal musim semi.
Selain faktor astronomi, fungsi keduanya juga berbeda. Kalender Hijriah digunakan terutama untuk kepentingan ibadah umat Islam, seperti menentukan waktu puasa, haji, dan hari besar keagamaan.
Kalender China lebih banyak digunakan untuk kebutuhan budaya dan tradisi, termasuk penentuan hari raya, zodiak (shio), serta aktivitas pertanian yang berkaitan dengan musim.
Dengan perbedaan dasar tersebut—satu murni mengikuti bulan dan yang lain menggabungkan bulan serta matahari—kalender Hijriah dan kalender China tidak akan pernah sepenuhnya selaras.
Baca juga: Nasib Baik Menanti! Ini 5 Shio Paling Beruntung 24 Januari 2026
Keduanya merepresentasikan cara berbeda manusia memahami waktu: yang satu bergerak mengikuti ritme bulan, sementara yang lain menjaga harmoni antara langit malam dan siklus musim di bumi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA