Kamis, 12 MARET 2026 • 12:13 WIB

Mengenal Mekanisme Kerja Satelit Navigasi dan Komunikasi Berdasarkan Posisi Orbit

Author

Ilustrasi gambaran satelit. (photo/Ilustrasi/Pexels/Michael Herren)

INDOZONE.ID - Tahukah kamu bahwa satelit yang dianggap sangat sulit untuk dilihat dengan kasat mata itu ternyata memiliki peran penting dalam komunikasi sehari-hari di era digital ini.

Beberapa manfaat umum satelit adalah penyediaan layanan telepon, internet, perkiraan cuaca, hingga GPS seperti Google Maps.

Mengingat krusialnya peran teknologi ini, para pemangku kepentingan di industri komunikasi perlu memahami perbedaan karakteristik orbit dan fungsi spesifik setiap satelit guna menunjang strategi bisnis yang tepat.

Secara umum, konfigurasi satelit terbagi ke dalam tiga orbit utama: Geostationary Earth Orbit (GEO), Medium Earth Orbit (MEO), dan Low Earth Orbit (LEO). Simak ulasannya berikut ini!

Baca juga: Point Nemo: Titik Terjauh dari Daratan yang Dijuluki Kuburan Satelit

1. Geostationary Earth Orbit (GEO)

Geostationary Earth Orbit (GEO) merupakan orbit yang terletak tepat di atas khatulistiwa dengan ketinggian sekitar 35.786 km.

Keunikan satelit ini terletak pada kecepatan rotasinya yang selaras dengan Bumi, sehingga posisinya seolah-olah terpaku pada satu titik koordinat.

Dengan daya jangkau yang sangat luas, mampu mencakup hingga sepertiga bagian planet, hanya dibutuhkan beberapa satelit saja untuk memberikan konektivitas global.

Berkat karakteristik tersebut, GEO menjadi pilihan utama untuk infrastruktur siaran televisi, sistem komunikasi jarak jauh, serta pemantauan meteorologi.

2. Medium Earth Orbit (MEO)

Medium Earth Orbit (MEO) merupakan jenis orbit satelit yang berada pada ketinggian antara 2.000 km hingga 35.786 km di atas permukaan Bumi.

Satelit yang berada di orbit ini umumnya digunakan untuk sistem navigasi, karena memiliki cakupan area yang lebih luas dibandingkan satelit di Low Earth Orbit (LEO).

Dengan jangkauan yang luas, jumlah satelit MEO yang dibutuhkan untuk mencakup seluruh permukaan Bumi lebih sedikit dibanding LEO.

Selain itu, latensi MEO juga lebih rendah dibandingkan dengan satelit di GEO, sehingga menjadi pilihan ideal untuk layanan yang memerlukan keseimbangan antara jangkauan dan respons waktu. Satelit MEO umumnya digunakan untuk sistem navigasi global seperti GPS dan BeiDou.

3. Low Earth Orbit (LEO)

Satelit yang menempati orbit LEO berada pada rentang ketinggian 160 km sampai 2.000 km. Orbit ini dikenal sangat dinamis karena satelitnya mampu mengitari Bumi berkali-kali dalam sehari dengan durasi orbit hanya 1,5 jam.

Jaraknya yang dekat menjadikan LEO sangat ideal untuk fungsi penginderaan jauh dan observasi bumi karena kamera dapat menangkap detail yang lebih tajam.

Baca juga: Mengenal Konstelasi Satelit, Teknologi Kunci di Tengah Persaingan Antariksa Dunia

Selain digunakan oleh satelit internet berkecepatan tinggi, orbit ini juga dimanfaatkan untuk memantau cuaca, kebutuhan sektor pertanian, serta riset ilmiah di luar angkasa.

Meskipun satelit-satelit ini melayang jauh di angkasa dan tak terlihat oleh mata, keberadaannya adalah bukti nyata kejeniusan manusia dalam menaklukkan batas ruang dan waktu.

Dengan kombinasi strategis antara GEO, MEO, dan LEO, dunia kini terhubung tanpa jeda. Inovasi ini memastikan bahwa informasi, navigasi, dan koneksi internet selalu ada dalam genggaman kita, kapan pun dan di mana pun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: NASA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU