INDOZONE.ID - Sirkum Pasifik, atau lebih dikenal sebagai Ring of Fire, merupakan jalur geologi yang membentang sepanjang tepi Samudra Pasifik dan terkenal dengan aktivitas vulkanik serta seismik yang tinggi.
Fenomena tersebut menjadikan kawasan ini sebagai salah satu wilayah paling dinamis dan berbahaya di Bumi, di mana sebagian besar letusan gunung berapi dan gempa bumi terjadi.
Baca juga: Ring Of Fire - Zona Rawan Bencana
Apa Itu Sirkum Pasifik?
Melansir laman Drishti IAS dan USGS, Jumat (27/02/2026) Sirkum Pasifik adalah jalur yang mengelilingi Samudra Pasifik dengan panjang sekitar 40.000 kilometer, melintasi banyak negara seperti Chili, Peru, Amerika Serikat, Jepang, Filipina, Indonesia, dan Selandia Baru.
Kawasan tersebut sebagian besar terbentuk akibat interaksi lempeng tektonik, khususnya Lempeng Pasifik yang besar dengan lempeng-lempeng kecil di sekitarnya, termasuk Lempeng Amerika Utara, Lempeng Filipina, Lempeng Nazca, dan lainnya.
Baca juga: Teori Segitiga Bermuda, Wilayah yang Kerap Disebut Berbahaya dengan Tragedi-tragedi Mengerikan
Interaksi lempeng ini menyebabkan terbentuknya batas lempeng aktif, yang menjadi sumber utama gempa bumi dan aktivitas vulkanik di kawasan tersebut.
Sebagai perbandingan, wilayah Alpide di Mediterania hanya menyumbang sekitar 5-6% dari gempa bumi global, sedangkan Ring of Fire mencatat hampir 90% gempa bumi dunia.
Fenomena Gunung Berapi di Ring of Fire
Ring of Fire adalah rumah bagi lebih dari 450 gunung berapi aktif dan tidak aktif, yang membentuk setengah lingkaran atau tapal kuda di sekitar tepi Samudra Pasifik.
Beberapa gunung berapi paling terkenal di kawasan ini antara lain:
- Gunung Tambora, Indonesia - Meletus pada 1815, menjadi letusan gunung berapi terbesar yang tercatat dalam sejarah.
- Gunung Pinatubo, Filipina - Letusan 1991 menyebabkan kerusakan besar dan menurunkan suhu global sementara.
- Gunung Fuji, Jepang - Terletak di persimpangan tiga lempeng tektonik, menjadi salah satu gunung berapi paling ikonik.
- Gunung St. Helens, AS - Letusan tahun 1980 berlangsung selama 9 jam, menimbun daerah sekitarnya dengan abu vulkanik.
Bagian barat Ring of Fire, termasuk Rusia hingga Selandia Baru, merupakan wilayah dengan gunung berapi paling aktif.
Di sisi lain, daerah seperti Kepulauan Aleutian, Pegunungan Cascade, Sabuk Vulkanik Trans-Meksiko, dan Pegunungan Andes juga menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi.
Gempa Bumi di Kawasan Ring of Fire
Aktivitas gempa bumi di Ring of Fire termasuk yang paling dahsyat dalam sejarah modern.
Beberapa diantaranya adalah:
- Gempa Valdivia, Chili (1960) – Magnitudo 9,5, gempa terkuat yang pernah tercatat.
- Gempa Alaska (1964) – Magnitudo 9,2, memicu tsunami besar.
- Gempa Sumatera Utara dan Tsunami Samudra Hindia (2004) – Magnitudo 9,1, menewaskan ratusan ribu orang.
- Gempa Jepang (2011) – Magnitudo 9,0, menyebabkan tsunami besar dan bencana nuklir di Fukushima.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa hampir setiap aktivitas seismik besar dunia terkait erat dengan jalur Ring of Fire.
Mengapa Ring of Fire Begitu Aktif?
Aktivitas vulkanik dan gempa bumi di Ring of Fire sebagian besar disebabkan oleh:
- Pergerakan lempeng tektonik – Lempeng Pasifik yang masif menekan lempeng di sekitarnya, menghasilkan gesekan dan tekanan.
- Subduksi lempeng samudra-benua – Lempeng samudra yang menekuk ke bawah lempeng benua menyebabkan magma naik ke permukaan.
- Pembentukan busur vulkanik dan cekungan antar busur – Menghasilkan gunung berapi aktif, pegunungan, dan dataran tinggi samudra.
- Hotspot dan tonjolan kerak samudra – Titik panas yang menghasilkan letusan vulkanik lokal.
Baca juga: Batu Ash-Shakhrah: Titik Awal Nabi Muhammad SAW Naik ke Langit
Itulah penjelasan Sirkum Pasifik dan fenomena Ring of Fire. Wilayah ini menjadi pusat aktivitas geologi global, sekaligus wilayah yang kaya sumber daya alam namun juga rawan bencana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Drishti IAS, USGS