Lapisan es di benua Antartika habis karena perubahan iklim. (Photo/Casnada Institute)
INDOZONE.ID - Di permukaan wilayah Arktik tampak seperti gurun es yang membeku dan tenang. Salju tebal menutupi lanskap, angin dingin menerpa, dan suhu bisa mencapai minus puluhan derajat Celsius.
Namun, di bawah ketenangan itu, terdapat ancaman tersembunyi, yakni api yang terus membara tanpa terlihat, fenomena yang dikenal sebagai Zombie Fires.
Baca juga: Apakah di Bulan Ada Gerhana Bumi?Berikut Penjelasannya
Melansir laman NASA (21/02/2026) Zombie Fires merupakan api bawah tanah yang membakar gambut (peat) yang kaya akan karbon.
Gambut bertindak sebagai bahan bakar sekaligus isolator, memungkinkan api tetap menyala meski permukaan tertutup salju dan oksigen terbatas.
Api ini tidak memerlukan pemicu eksternal seperti puntung rokok atau petir untuk tetap menyala di bawah tanah, sehingga dapat bertahan sepanjang musim dingin.
Ketika musim semi tiba dan salju mencair, api ini dapat naik ke permukaan dan memicu kebakaran hutan baru, seolah “bangkit dari kubur”. Itulah sebabnya dinamakan Zombie Fires.
Baca juga: Wahana Antariksa yang Pernah DIbuat Manusia: Dari yang Berawak hingga Robotik
Kehidupan api yang tersembunyi ini membuatnya mirip zombie yang tampak mati di permukaan, namun tetap hidup di bawah tanah.
Fenomena ini memungkinkan kebakaran untuk muncul kembali setiap tahun di wilayah yang sama, seringkali lebih awal dari catatan sejarah kebakaran sebelumnya.
Baca juga: Perusahaan Rusia Ubah Burung Merpati Jadi Drone Cyborg, Bisa Terbang Sesuai Perintah
Meski Arktik terkenal dengan salju dan gletser, wilayah ini memiliki hutan boreal yang terdiri dari cemara, pinus, dan semak tundra.
Menurut NASA dan laporan Arctic Monitoring and Assessment Programme (AMAP) 2025, Arktik memanas hampir empat kali lebih cepat dibanding rata-rata global, membuat tanah lebih mudah terbakar. Kebakaran terjadi lebih sering, lebih luas, dan lebih intens dibandingkan dekade sebelumnya.
Untuk memahami dan memitigasi kebakaran ini, ilmuwan menggunakan satelit NASA dan teknologi kecerdasan buatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: NASA