Misteri di Balik Salju: Bagaimana 'Zombie Fires' Bertahan di Suhu Ekstrem dan Kembali Menghanguskan Hutan?
INDOZONE.ID - Di permukaan wilayah Arktik tampak seperti gurun es yang membeku dan tenang. Salju tebal menutupi lanskap, angin dingin menerpa, dan suhu bisa mencapai minus puluhan derajat Celsius.
Namun, di bawah ketenangan itu, terdapat ancaman tersembunyi, yakni api yang terus membara tanpa terlihat, fenomena yang dikenal sebagai Zombie Fires.
Baca juga: Apakah di Bulan Ada Gerhana Bumi?Berikut Penjelasannya
Apa itu Zombie Fires?
Melansir laman NASA (21/02/2026) Zombie Fires merupakan api bawah tanah yang membakar gambut (peat) yang kaya akan karbon.
Gambut bertindak sebagai bahan bakar sekaligus isolator, memungkinkan api tetap menyala meski permukaan tertutup salju dan oksigen terbatas.
Api ini tidak memerlukan pemicu eksternal seperti puntung rokok atau petir untuk tetap menyala di bawah tanah, sehingga dapat bertahan sepanjang musim dingin.
Ketika musim semi tiba dan salju mencair, api ini dapat naik ke permukaan dan memicu kebakaran hutan baru, seolah “bangkit dari kubur”. Itulah sebabnya dinamakan Zombie Fires.
Baca juga: Wahana Antariksa yang Pernah DIbuat Manusia: Dari yang Berawak hingga Robotik
Mengapa Disebut “Zombie”?
Kehidupan api yang tersembunyi ini membuatnya mirip zombie yang tampak mati di permukaan, namun tetap hidup di bawah tanah.
Fenomena ini memungkinkan kebakaran untuk muncul kembali setiap tahun di wilayah yang sama, seringkali lebih awal dari catatan sejarah kebakaran sebelumnya.
Dampak Zombie Fires bagi Bumi
- Pelepasan Karbon: Gambut dan permafrost Arktik menyimpan karbon selama ribuan tahun. Saat terbakar, karbon ini dilepaskan ke atmosfer, mempercepat pemanasan global.
- Perubahan Ekosistem: Kebakaran hebat membakar jauh ke dalam tanah, mengubah hidrologi, dan memengaruhi regenerasi vegetasi di hutan boreal dan tundra.
- Risiko bagi Kesehatan dan Satwa: Asap dan panas dari kebakaran intensif mengancam kesehatan manusia, hewan, dan keberlanjutan habitat lokal.
Baca juga: Perusahaan Rusia Ubah Burung Merpati Jadi Drone Cyborg, Bisa Terbang Sesuai Perintah
Bagaimana Ekosistem Arktik Bisa Terbakar?
Meski Arktik terkenal dengan salju dan gletser, wilayah ini memiliki hutan boreal yang terdiri dari cemara, pinus, dan semak tundra.
Menurut NASA dan laporan Arctic Monitoring and Assessment Programme (AMAP) 2025, Arktik memanas hampir empat kali lebih cepat dibanding rata-rata global, membuat tanah lebih mudah terbakar. Kebakaran terjadi lebih sering, lebih luas, dan lebih intens dibandingkan dekade sebelumnya.
Tantangan dan Solusi Pemantauan
Untuk memahami dan memitigasi kebakaran ini, ilmuwan menggunakan satelit NASA dan teknologi kecerdasan buatan.
Baca juga: Apa Saja Hewan Tercepat di Dunia? Nih Raja Kecepatan di Udara, Darat hingga Air
Data satelit membantu memantau penyulutan, kondisi bahan bakar, dan perilaku api. Observasi ini menjadi penting untuk memprediksi kebakaran, mengevaluasi kerentanan ekosistem, dan mengembangkan strategi mitigasi.
Jessica McCarty dari NASA menekankan, “Apa yang terjadi di Arktik akan berdampak pada seluruh planet. Kita perlu memantau area terpencil ini lebih cermat untuk memahami mengapa dan bagaimana kebakaran terjadi.”
Baca juga: Gerak Semu Tahunan Matahari: Fenomena Langit yang Diam-Diam Atur Musim di Bumi
Zombie Fires merupakan peringatan nyata bagi dunia tentang dampak perubahan iklim dan pentingnya pemantauan ekosistem boreal.
Api yang tampak mati di permukaan ini adalah bukti bahwa bumi menyimpan rahasia yang dapat muncul kembali dengan kekuatan yang mematikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: NASA